Pabrikan Otomotif Ramai-ramai Batalkan Sewa Model di Geneva

Pabrikan Otomotif Ramai-ramai Batalkan Sewa Model di Geneva

Geneva, Motoris – Keputusan ajang balap Formula 1 menghapus peran wanita seksi yang berperan sebagai grid girls mulai tahun ini, berlanjut ke lantai pameran. Dalam ajang Geneva Motor Show 2018, yang dihelat beberapa hari lagi, sejumlah pabrikan otomotif dunia ramai-ramai membatalkan kontrak para model untuk dipajang di sebelah mobil andalan.

Dalam era pergerakan #MeToo yang mendorong aksi menolak pelecehan seksual, memanfaatkan gadis cantik berpakaian seksi dalam industri otomotif mendapatkan kritikan pedas dari para aktivis.

“Waktu telah berubah. Kini lebih masuk akal untuk menyewa agen spesialis produk, karena kita jualan mobil,” kata Sara Jenkins, juru bicara Nissan di Swiss, dilansir Bloomberg.

Selanjutnya, Toyota juga menghapus peran model di stan pameran Geneva. Merek lain seperti Alfa Romeo, Jeep, dan Maserati memilih menggunakan jasa pria dan wanita dengan pakaian yang lebih bersahaja dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal sama dilakukan oleh Peugeot dan Renault.

Ketimbang membuka kulit untuk menarik perhatian, para pabrikan otomotif peserta pameran, akan mempekerjakan jasa pria dan wanita, sebagai juru bicara produk. Ia bertugas untuk menginformasikan semua hal soal model yang didampingi kepada pengunjung.

Baca juga: Balap F1 Enggak Seksi Lagi

Dua model tematis di stan Fiat, Geneva Motor Show 2017. (BLOOMBERG/Harold Cunningham/Getty Images)

“Pengunjung Geneva auto show, akan disambut di stan PSA oleh pria dan wanita yang bertugas sebagai pusat informasi. PSA Group tidak akan menunjukkan citra merendahkan siapapun, baik pria atau wanita,” kata Pierre-Oliver Salmon, juru bicara PSA Group, yang juga menginformasikan tagar baru, #nocarbabes dalam keterangan tertulisnya.

Merek lain, seperti Lamborgini dan Pirelli juga lagi mempersiapkan rencana serupa. Dalam pressday, seluruh model akan mengenakan pakaian serba hitam, kata juru bicara Pirelli.

Perubahan demografi konsumen mobil di Eropa juga mendorong perubahan obyek wanita dalam industri otomotif. Sekarang, pembeli mobil bergender wanita jumlahnya semakin besar di Eropa. Sepanjang 2006-2016, jumlah wanita pemilik mobil tumbuh 66%, hampir tiga kali lipat dari pertumbuhan pada konsumen pria. Sepertiga konsumen pembeli mobil baru di Jerman, adalah wanita.  (sna)

CATEGORIES
TAGS
Share This