Espada, Karakter Manusiawi Lamborghini (1)

Espada, Karakter Manusiawi Lamborghini (1)

Bolognese, Motoris– Meski dikenal sebagai pabrikan pembuat mobil super dengan karakter beringas, ternyata tak semua produk Lamborghini berkarakter seperti itu. Lamborghini Espada adalah salah satu contoh produk merek berlambang Banteng Mengamuk itu yang memiliki karakter jinak.

Perusahaan yang berkantor pusat di Sant Agata, Bolognese, Italia, memproduksi mobil tersebut beberapa dekade yang lalu. Lantaran karakter jinak yang dimilikinya, sebagian orang menyebut Lamborghini Espada sebagai sisi manusiawi dari Lamborghini.

Mobil ini bisa digunakan untuk perjalanan jarak jauh dengan nyamanan layaknya mobil penumpang biasa. Model ini merupakan buah tangan dingin para desainer di rumah desain Carrozzeria Bertone yang dikomandoi Marcello Gandini.

Empat buah bangku, satu pengemudi dan tiga penumpang dirancang dengan formasi yang memperhatikan kenyamanan – dok.Istimewa

Dia merupakan desainer muda penuh talenta dan pernah bekerja dengan seorang insinyur Lamborghini, Giampaolo Dallara, saat mengerjakan proyek Lamborghini Miura. Sinar kepawaiannya semakin mengkilap saat terlibat dalam proyek penggarapan mobil konsep Bertone Marzal.

Baca juga: Restorasi Gila BMW 507 Bekas Milik Elvis Presley

Konsep ini merupakan versi radikal dari sosok Grand Tourer (GT) 4 penumpang Lamborghini. Desain bodinya terpengaruh oleh mobil konsep Bertone Pirana.

Perbedaannya, jika Bertone Marzal menggunakan chassis Miura yang dipanjangkan, dengan pintu gullwing, dan mengusung mesin Lamborghini V6 berkapasitas 2.0 liter, Bertone Pirana mengambil basis dari Jaguar E-type.

Mesin V12 DOHC 4.0 liter dengan tenaga maksimum 325 Hp – dok.Istimewa

Namun, pendiri Lamborghini yakni Feruccio Lamborghini mewanti-wanti agar GT ini menggunakan mesin V12 di posisi depan. Dia juga minta agar menggunakan pintu model konvensional, dan jok depan yang dapat dilipat.

Mendapat titah seperti itu, Gandini segera melakukan revisi desain. Dan ternyata Ferrucio langsung menyukainya. Revisi desain Gandini tersebut akhirnya dinamakan Espada. Kata Espada berasal dari bahasa Portugis dan Spanyol yang berarti pisau milik matador untuk menghabisi banteng aduan.

Baca juga: MR2 Rally Look, Sedan Mid-Engine Legendaris Toyota

Masuk jalur produksi
Meski telah mendapatkan restu dari bos Lamborghini, namun Espada tak serta merta langsung diproduksi. Pertama dibuat dulu prototipenya dan diuji coba oleh test driver, dan menjalani serangkaian evaluasi mendalam sebelum masuk jalur produksi.

Selesai diproduksi, model pertama Espada langsung diboyong ke hajatan Geneva Motor Show 1968 di Swiss. Kehadirannya langsung membetot perhatian pengunjung pameran, atau bahkan publik dunia.

Meski tampilannya tetap mencuatkan kesan mobil super namun karakternya jinak sehingga nyaman untuk kendaraan harian – dok.Istimewa,jpg

Espada versi produksi mewujud sebagai mobil GT sejati dengan konfigurasi tempat duduk 2+2. Dia mengusung mesin V12 DOHC 4.0 liter dengan tenaga maksimum 325 Hp.

Berbekal tenaga sebesar itu, mobil ini mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu 8 detik. Dengan tenaga sebesar itu pula, Esapada mampu melaju hingga kecepatan 250 km/jam tanpa bersusah payah.

Meski mesin yang digunakan sama dengan Miura, namun Espada ditujukan sebagai mobil dengan karakter high-speed cruising. Sehingga berkendara bersama Espada dapat dinikmati oleh 4 penumpang, tanpa harus kompromi dengan kenyamanan layaknya sebuah mobil saloon mewah. …Bersambung. (Adp)

Baca Lanjutannya: Espada, Karakter Manusiawi Lamborghini (2)

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya – Tujuh Merek Mobil Tewas.

CATEGORIES
TAGS
Share This