Espada, Karakter Manusiawi Lamborghini (2-Habis)

Espada, Karakter Manusiawi Lamborghini (2-Habis)

Bolognese, Motoris – Sebagai mobil dengan karakter high-speed cruising, Espada, banyak digemari konsumen di masanya. Dengan kenyamanan kabin layaknya sebuah saloon mewah, mobil ini mampu bertahan di pasar hingga tiga generasi.

Ihwal kenyamanan bagian kabin tentu tak lepas dari dimensi ukuran Espada. Panjangnya hanya 4,74 meter (m), alias biasa-biasa saja seperti mobil pada umumnya. Namun, lebarnya 1,86 m dan tinggi 1,18 m menjadikannya seolah lebih panjang untuk sebuah mobil GT.

Berbagai bumbu rumor mobil ini pun semapt beseliweran. Salah satunya, bodi yang terbuat dari alumunium. Padahal, sejatinya, hanya bagian kap mesin saja yang terbuat dari bahan tersebut.

Sepanjang tahun 1968 – 1978 ada tiga generasi Lamborghini Espada yang diproduksi di pabrik Sant’Agata, Bolognese, Italia. Generasi pertama, atau seri I diproduksi pada tahun 1968 hingga 1969.

Baca juga: Espada, Karakter Manusiawi Lamborghini (1)

Desain dashboard dibuat berlain di setiap generasi sehingga lebih menarik – dok.Istimewa

Seri ini memiliki bentuk panel instrumen dashboard berbentuk hexagonal seperti pada Bertone Marzal. Sementara, pada bagian bawah kaca belakang terdapat panel bergaris vertikal, dan velg-nya berkunci tunggal, yang sama dengan yang digunakan Lamborghini Miura.

Generasi kedua, mulai digelontorkan pada akhir 1969 hingga 1972. Ciri khas generasi ini adalah dashboard model konvensional yang menggantikan dashboard generasi pertama.

Kekhasan lainnya terlihat pada saluran ventilasi tambahan untuk penumpang belakang, velg dengan lima baut pengunci, rem cakram berventilasi pada keempat roda, dan opsi fitur power steering. Menariknya Lamborghini melakukan penyempurnaan di mesin sehingga tenaga yang disemburkan meningkat dari 325 hp menjadi 350 hp.

Generasi terbaik
Sementara Espada generasi ketiga beredar sejak akhir tahun 1972 hingga 1978. Meski perbedaan fisik dari tiap generasi hanya terdapat pada detail kecil dan tergolong minor, namun tetap saja menjadi kekhasan masing-masing generasi.

Baca juga: DP Motorsport 911 Sleeper 3.2 Pangkas Bobot 280 Kg!

Terlihat lebih panjang karena memiliki lebar yang hampir dua meter dan tingginya hanya 1,18 meter – dok.Istimewa

Meski begitu, sejumlah pemerhati menilai generasi ketiga Espada merupakan yang terbaik.Terlebih, mesin generasi ini disempurnakan kembali sehingga mampu menyemburkan tenaga hingga 365 hp.

Dan satu hal yang perlu dicatat, hingga akhir produksinya di tahun 1978, Espada sempat menyandang predikat sebagai produk Lamborghini paling sukses. Total penjualannya mencapai 1.227 unit dalam rentang waktu 10 tahun.

Kepraktisan dan kenyamanan Espada merupakan faktor penarik minat konsumen. Alhasil tercetak prestasi penjualan itu. (Adp)

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya-Kia Indonesia Lagi Sesak Napas.

CATEGORIES
TAGS
Share This