Corvette C1 Pogea Racing, antara Nostalgia dan Adrenalin (1)

Corvette C1 Pogea Racing, antara Nostalgia dan Adrenalin (1)

Detroit, Motoris – Corvette, bagi rakyat Amerika Serikat bukanlah mobil sport biasa, tetapi sebuah kebanggaan dan simbol superioritas negara adidaya. Lantaran itulah, hanya beberapa saat setelah diluncurkan, mobil ini langsung memantik minat masyarakat.

Konsep awal terciptanya Corvette pada 1950an adalah mobil sport dengan komponen mekanis yang banyak digunakan oleh produk Chevrolet lainnya. Saat itu, pabrikan mobil Amerika itu belum memiliki mobil sport, padahal di saat yang sama pabrikan mobil asal Eropa telah banyak memasarkan model itu.

Alhasil, kemunculannya langsung mencuatkan kebanggaan di masyarakat. Corvette langsung populer. Bahkan hingga kini rasa bangga dan cinta kepada Corvette masih menggejala di benak masyarakat Amerika.

Karena itu pula, jangan heran bila melihat banyak pecinta Crovette di negeri itu yang mengrenyitkan dahi saat ada yang berani melakukan modifikasi radikal terhadap Chevrolet Corvette C1 convertible lansiran 1959.

Baca juga: Jumpa Toyota Corolla GT 1600 Asli, Bukan Ala-ala!

Jumlahnya yang terbatas menjadi buruan para pecinta mobil klasik – dok.istimewa

Maklum. Model ini hanya dibuat 9.670 unit saja di pabrikan perakitan di St.Louis, Missouri, Amerika. Adalah Eduard Pogea, pemilik Pogea Racing GmbH, yang memiliki ide bombastis tersebut.

Ide Eduard Pogea cukup sederhana, yaitu mengembangkan, membuat dan mengadaptasikan teknologi saat ini ke dalam sebuah mobil klasik Amerika, dalam waktu sesingkat mungkin.

Menggabungkan karakter berkendara yang menyenangkan, mesin bertenaga dahsyat, komponen rem yang meyakinkan, interior yang nyaman dan dikemas dengan bodi klasik yang penuh pesona, adalah visi obyektif dari rumah modifikasi tersebut.

Perusahaan yang bermarkas di kota Markdorf, Jerman, itu memang memiliki spesialisasi dalam hal meningkatkan performa sebuah mobil sejak tahun 1997.

Baca juga: Espada, Karya Manusiawi Lamborghini (1)

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya-Toyota GT86 Blue Edition Cadas!

Performa memukau

Dalam melakukan modifikasi liar Corvette C1 itu, Pogea Racing menggandeng Foose Design untuk membuat kerangka bodi tubular. Penggunaan kerangka itu dimaksudkan agar mobil ini memiliki struktur yang kokoh.

Pasalnya, penggunaan sasis tubular ini memungkinkan Pogea untuk memasang suspensi model adjustable coilover dan sistem rem serta dapur pacu modern.

Untuk jantung mekanisnya, Pogea Racing memilih mesin V8 dari Corvette modern bertipe LS3 berkapasitas 6.2 liter. Sebelum disematkan ke mobil, mesin LS3 tersebut telah mengalami sentuhan di beberapa bagian, mulai dari injektor dari mesin Corvette LS7, camshaft berdurasi tinggi, filter udara tipe open-airflow, hingga sistem knalpot buatan Edelbrock.

Hasilnya, lonjakan tenaga sebesar 55 hp pun didapatkan. Alhasil, tenaga maksimal mobil ini mencapai 485 hp. (Adp/Bersambung)

Baca lanjutannya: Corvette C1 Pogea Racing, Antara Nostalgia dan Adrenalin (2)

 

Gaya desain interior yang apik buah kolabrorasi Pogea Racing dengan Foose Design – dok.istimewa

CATEGORIES
TAGS
Share This