Mazda RX-7, Disanjung Penggemar Disegani Pesaing

Mazda RX-7, Disanjung Penggemar Disegani Pesaing

New York, Motoris – Mazda RX-7 merupakan ikon bagi Mazda Motors dalam mengukir sejarah sebagai pabrikan mobil dunia. Bahkan, mobil ini menjadi solusi di kala krisis minyak bumi membelit dunia.

Fakta berbicara, di era 1970-an, banyak produsen mobil harus menghadapi pahitnya efek krisis minyak bumi. Melonjaknya harga bahan bakar menyebabkan susutnya jumlah pembeli mobil sport bermesin besar.

Lantaran itulah perlu ada pendekatan baru untuk mengakomodir penggemar mobil sport tersebut. Kondisi inilah yang memotivasi Mazda untuk menciptakan mobil sport generasi baru, yang berukuran lebih kecil, berbobot ringan, lebih irit tetapi tetap menyenangkan saat dikendarai.

Mazda RX-7 menggunakan mesin rotary yang ditetapkan secara pas di balik mesin. Penempatan itu menjadikan titik gravitasi yang sempurna, dan membuat pengendaliannya sangat baik.

Baca juga: Warga Sumbang Godzilla buat Mobil Patroli

Mazda RX-7 mengusung mesin Rotary, sebuah mesin yang ikonik di dunia otomotif-dok.Istimewa

Alhasil banyak orang yang menggemarinya. Berbagai pujian pun diberikan kepada mobil tersebut. Termasuk dari majalah Car and Driver yang lima kali menempatkan Mazda RX-7 dalam ajang tahunan Ten Best mereka.

Mazda RX-7 FB series atau generasi pertama telah menorehkan kesuksesannya, dengan angka penjualan 470 ribu unit lebih. Begitu pun dengan RX-7 FC series atau generasi kedua yang hadir pada tahun 1985.

Bahkan FD series yang lahir tahun 1992. Hanya sayang, meski terbilang gemilang, Mazda Motors menghentikan produksi RX-7 yang legendaris itu pada tahun 2002.

Mazda RX-7 produksinya diakhiri pada tahun 2002 – dok.Istimewa

Laga balap

Mazda RX-7 tak hanya mendulang kesuksesan penjualan saja tapi juga di ajang balap motorsport dunia, sehingga memperkuat titelnya sebagai mobil sport sejati. Salah satunya, ketika mengikuti balap Le Mans, ambil bagian dalam rally dunia di kelas Group B, dan menjuarai balap ketahanan Spa 24 Hours 1981.

Saat itu Pierre Dieudonné menjuarai balap Spa 24 Hours 1981. Kemenangan itu sekaligus menjadi pertamakalinya pabrikan Jepang menjuarai laga balap tersebut.

Keberhasilan itu juga sekaligus menjadi tonggak bagi Mazda dalam mengukir prestasi selanjutnya. Terbukti, di Amerika, Mazda RX-7 berhasil memboyong tak kurang dari 100 kemenangan selama 12 dalam event balap IMSA dan menjuarai kelas GTU dalam event balap Daytona 24 Hours 1979.

Baca juga: Cara Toyota Antisipasi Saat Penjualan Jeblok

Mazda RX-7 juga memiliki kiprah cemerlang di ajang balap dunia – dok.Istimewa

Sejak debutnya di tahun 1978 dan di akhir produksinya di tahun 2002, jumlah total Mazda RX-7 yang keluar dari jalur produksi mencapai 811.634 unit. Mazda RX-7 cukup disegani oleh para kompetitornya, dicintai pemiliknya, dan tentunya selalu dikagumi oleh penggemarnya.

Lebih dari itu, mobil ini juga telah berhasil membuat mesin rotary terkenal. Bahkan membuka jalan bagi Mazda untuk terus menciptakan mobil sport, sebagai contoh ialah MX-5. (Adp)

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya-Suzuki Siapkan Seteru Datsun Cross.

CATEGORIES
TAGS
Share This