VW Bi-Motor Golf Mk2 dengan Sepasang Jantung Hidup Lagi

VW Bi-Motor Golf Mk2 dengan Sepasang Jantung Hidup Lagi

Colorado, Motoris – Volkswagen pernah menciptakan satu mobil khusus, Golf Mk2 yang dibekali sepasang mesin. Ya, dua unit mesin dalam satu mobil. Pabrikan Jerman ini sengaja membuat mobil khusus untuk mengikuti event balap hillclimb (menanjak) di pegunungan Pikes Peak, Colorado, Amerika Serikat, pada 1987.

Ajang tahunan bertajuk ‘Race to the Clouds’ itu membutuhkan kepiawaian mengemudi sekaligus keberanian tingkat tinggi. Hal tersebut dibuktikan oleh pembalap VW, Jochi Kleint, saat membesut Bi-Motor Golf Mk2, lebih dari tiga dekade lalu.

Kini, setelah 31 tahun pascadebut, VW merestorasi kembali Bi-Motor Golf Mk2, guna ikut tampil di ajang Pikes Peak pada 24 Juni 2018. Chief Mechanic VW, Jörg Rauchmaul, adalah sosok yang bertanggung jawab untuk membangunkan Bi-Motor Golf Mk2 ini. Pria tersebut segera menggali semua informasi mengenai Bi-Motor Golf Mk2 langsung dari perancangnya, Kurt Bergmann.

“Dari semua mobil yang Kurt Bergmann rancang dan kembangkan, Bi-Motor Golf Mk2 adalah mobil yang paling radikal. Terlebih lagi, mobil tersebut dikembangkan dan berhasil selesai dibuat dalam rentang waktu enam bulan saja,” kata Jörg Rauchmaul.

Baca juga: Vector W8, Supercar yang Pernah Bikin Heboh Sentul

VW Golf Mk2 Bi Motor diciptakan khusus pada 1987. dok. VW

Untuk keperluan balap, sepasang mesin empat silinder berkapasitas 1,8 liter yang berasal dari VW Golf Mk2 GTI 16V, mampu menghasilkan tenaga total sebesar 652 hp. Angka tersebut dicapai berkat dukungan dari perangkat turbocharger buatan KKK yang memiliki tekanan maksimal hingga 1.6 bar.

Masing-masing mesin memiliki transmisinya sendiri, yang dibuat oleh Hewland. Sehingga Bi-Motor Golf Mk2 ini dapat melaju dengan menggunakan sistem penggerak dua roda saja (baik depan atau belakang) maupun secara penggerak empat roda (all-wheel drive).

Jörg Rauchmaul bersama timnya bekerja keras dalam merestorasi Bi-Motor Golf Mk2 yang berbobot ‘hanya’ 1.020 kg ini. Karena ia ingin tetap menjaga tampilan orisinalnya seperti pada tahun 1987. “Kondisi akhirnya nanti harus terlihat seperti di tahun 1987, karena ini satu-satunya unit Bi-Motor Golf Mk2 yang dimiliki oleh VW,” ujarnya.

“Kami bergelut dengan segala komponen bermaterial karet pada mobil ini, karena desain dan bentuknya yang unik. Sehingga kami harus membuat ulang secara khusus,” jelas Jörg Rauchmaul.

Baca juga: Corvette C1 Pogea Racing, Antara Nostalgia dan Adrenalin

VW Golf Mk2 Bi Motor, berbekal turbo dari KKK dengan tekanan maksimal 1,6 bar. dok. VW

Panel pelindung tangki bahan bakar yang bermaterial busa pun telah hancur, jika dibiarkan maka berpotensi mengganggu saluran suplai bahan bakar dan merusak sistem injeksi bahan bakarnya.

Sistem injeksi bahan bakar Digifant tersebut memang serupa dengan Golf Mk2 GTI 16V versi produksi massal. “Dalam merestorasi Bi-Motor Golf Mk2 ini tak hanya membutuhkan konsentrasi saja, tapi pengalaman juga berperan penting,” imbuh Jörg Rauchmaul.

Langkah penyempurnaan terhadap sepasang mesin pada Bi-Motor Golf Mk2 ini juga menguji kesabaran setiap anggota tim mekanik VW. Karena harus beroperasi secara sinkron, jika tidak maka akan membahayakan si pengemudi, terutama di permukaan aspal. Target yang ingin dicapai oleh Jörg Rauchmaul ialah 240 sampai 260 hp per mesin.

“Bi-Motor Golf Mk2 harus dapat melaju kencang, tapi juga harus punya durabilitas tinggi. Itulah mengapa kami tidak memaksakan tenaga maksimal hingga titik terpuncaknya,” tutup Jörg Rauchmaul. (Adp)

CATEGORIES
TAGS
Share This