Kijang Pikap Doyok, Ganteng-ganteng Retro

Kijang Pikap Doyok, Ganteng-ganteng Retro
Modifikasi Toyota Kijang Pikap Doyok, bernuansa retro, era 1980-an. dok Didot

Jakarta, Motoris – Toyota Kijang telah lekat di masyarakat Indonesia sejak puluhan tahun silam. Sejak debut 1977, Kijang seolah seperti kerabat dekat yang tidak mungkin dipisahkan dari banyak keluarga di Tanah Air. Durabilitasnya tidak perlu diragukan, perawatannya pun mudah, apalagi dengan suplai suku cadang yang tersedia hingga berbagai pelosok daerah.

Meski berangkat sebagai kendaraan niaga, status Kijang pun mulai bergerak sebagai kendaraan keluarga. Di era 1980an, Kijang mulai dilirik oleh penyuka modifikasi mobil, terutama untuk varian pikap. Hasilnya, cukup banyak Toyota Kijang pikap yang terkena wabah modifikasi layaknya sedan, pada waktu itu.

Sejumlah komponen Kijang yang serupa dengan Corolla, pada saat itu, memiliki andil dalam hal kemudahan memodifikasi. Pemilik Kijang pikap pun banyak yang menggunakannya dalam event slalom test, reli, bahkan ikut berlaga di sirkuit balap.

Pada era modern ini, ternyata masih ada pemilik Toyota Kijang pikap yang menginginkan tampilan mobilnya seperti gaya tahun 1980an. Agoes Prasetyo adalah pemilik Toyota Kijang ‘Doyok’ pikap yang ingin bernostalgia dengan gaya modifikasi retro, era 1980-an. Ia berhasil menemukan mobil keluaran 1984 ini dari pabrik tekstil di Bandung, Jawa Barat, dalam kondisi orisinal.

Baca juga: Kisah Kijang Bertahan Selama 40 Tahun

Urusan Mesin masih menggunakan sumber tenaga, mesin standar Toyota 4K 1,3 liter.

Bodinya tergolong utuh, bahkan kondisi bak belakang masih bebas korosi. Tugas selanjutnya menggiring si Doyok menuju bengkel K-Zero Tuning, milik Isa Surya Nurmuhammad. Seluruh bodi disiram dengan cat putih yang matang dan sedikit nuansa hitam pada kap mesin, pilar jendela pintu, serta pintu bak belakang. Striping bodi juga dilekatkan pada sisi samping, dari depan hingga belakang.

Berikutnya ialah penyematan lampu Cibie Oscar dan front flap Avco di bumper depan, pemasangan antena Majolca di bagian atap, electrical cut-off switch buatan OMP, serta penggunaan mud flap TRD. Agar penampilannya semakin mantap, velg asli pun dilengser dan digantikan Enkei Compe 8 Limited berdiameter 13 inci. Tak ketinggalan, ketinggian bodi pun turut direduksi.

Sedangkan interior tetap masih orisinal, hanya saja pada bagian kiri dasbor dipasang instrumen penghitung waktu dan jarak tempuh Halda Twinmaster serta Speedpilot, buatan Haldex AB, Swedia. Urusan sumber tenaga, mesin Toyota 4K 1,3 liter asli masih digunakan dan tetap dibiarkan dalam kondisi standar, cukup dengan tune-up saja agar selalu siap digunakan kapan saja.

Baca juga: Sudirman MR, Pentolan Otomotif Pengukir Sejarah Daihatsu

Perintilan aksesori bergaya retro sengaja dipilih, bakal tematis. dok. Didot

Puas? Ternyata belum, karena si pemilik berencana untuk melengser mesin asli untuk memasang mesin 7K-E 1,8 liter, lengkap dengan sistem injeksi bahan bakar.

Setelah semua langkah modifikasi dilakukan, pria berkacamata ini akhirnya dapat menikmati si Doyok di jalanan ibukota, sambil merasakan sensasi nostalgia kejayaan Toyota Kijang pikap di era 1980an. (Adp)

Bahan Toyota Kijang pikap Doyok ini, ditemukan masih dalam kondisi orisinal. dok. Didot

CATEGORIES
TAGS
Share This