Jangan Salah, BMW Pernah Berstatus Mobil Murah

Jangan Salah, BMW Pernah Berstatus Mobil Murah
Mobil pertama BMW, bernama Dixi, berstatus mobil murah, bukan merek premium seperti sekarang. dok. BMW Historic Motor Club

Munich, Motoris – Hanya dengan menyebut namanya, BMW, sudah melekat jargon “mewah” atau “mobil mahal”. Model-model yang beredar di Indonesia saja paling murah harganya hampir Rp 700 juta (tipe crossover SUV-station wagon) X1, sementara sisanya di atas Rp 1 miliar.

Tapi justru awal mula cerita BMW malah kebalikannya. Jangan bayangkan mobil panjang besar yang mewah. Soalnya, pertama kali BMW menetapkan niat untuk memproduksi mobil, yang dijual adalah mobil murah atau mobil kelas ekonomis. Namanya “BMW Dixi”.

Harganya kira-kira zaman itu, berkisar US$ 500 atau setara mobil-mobil murah pada zamannya. Buat perbandingan, kebanyakan mobil mewah Amerika pada waktu itu, berada di kisaran US$ 1.000-2.000.

Panjangnya tidak sampai 3 meter, cuma 2,8 meter tepatnya. Atapnya model kain lipat alias convertible. Dua pintu. Mesinnya cuma 748 cc dengan daya mesih 15 PS saja. Paling penting jalan saja deh. Soalnya, BMW bikin mobil ini juga karena yang penting ada dulu, juga belum murni buatan mereka.

Belum murni buatan mereka? Iya.

Baca juga: Bimmer Junction 2018, Pestanya para Penggila BMW

BMW Dixi – dok. Wikipedia

Dixi sebenarnya merek mobil yang dibuat oleh Automobilwerk Eisenach tahun 1904. Waktu iklim ekonomi lagi sulit di banyak negara yang memang baru selesai fase Perang Dunia I, mobil di bawah nama Automobilwerk Eisenach ini dibeli sama BMW.

Mobil yang punya kode DA-1 itu sendiri sebenarnya dibuat secara terurai sama Austin. Makanya modelnya juga sama dengan model Austin 7. BMW Dixi sendiri baru keluar pada 1928.

BMW yang saat itu terkenal sebagai produsen mesin pesawat akhirnya cuma pakai nama Dixi sebentar. Kira-kira setahun kemudian, BMW bikin penyegaran dari model yang sama dengan nama BMW 3/15 DA-2.

Kembali muncul pertanyaan, kenapa BMW tiba-tiba bikin mobil dan jadinya malah mobil murah?

Bisnis waktu itu lagi sulit-sulitnya. BMW yang terkenal sebagai pembuat mesin pesawat lalu jadi minim order karena perang selesai.

Baca juga: Restorasi Gila BMW 507 Bekas Milik Elvis Presley (1)

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya. “Honda NSX 2019, Kece dengan Kelir Baru Oranye.”

Problem lainnya, BMW waktu itu kehilangan dana investor di bisnis mesin pesawat. Jadilah mereka banting setir ke bisnis lain, dari rem kereta, bahkan furnitur kantor, sampai akhirnya memutuskan masuk bisnis sepeda motor dan mobil.

Tapi BMW tetaplah BMW. Pabrikan yang punya nama panjang Bayerische Motoren Werke ini akhirnya bukan cuma berprinsip yang penting bikin mobil, tetapi juga bikin mobil yang sesuai sama jiwa mereka. Buktinya, versi baru dari Dixi ikut lomba dan menang balapan.

Yang menarik juga, prinsip mobil ekonomis itu masih dipertahankan sampai sekarang. Soalnya, meski bikin mobil mewah, BMW juga menyematkan unsur sport di lini Seri 3. (Why)

CATEGORIES
TAGS
Share This