Mercedes Spesial AMG Lahir Gara-gara Si Babi Merah

Mercedes Spesial AMG Lahir Gara-gara Si Babi Merah
AMG 300 SEL 6.8 (W 109), model sejarah AMG di dunia. dok. Motor1

Stuttgart, Motoris – AMG itu singkatan, sekaligus kode-kode di buntut mobil Mercedes-Benz untuk memperingatkan bahwa “jangan main-main dengan mobil satu ini”; sekalipun tampangnya sedan kantoran.

Citra AMG memang semulus itu sejak perusahaan partner pabrikan Jerman tersebut berdiri sebagai rumah tunning sejak 1967. Kini, bukan cuma sedan, logo AMG dan set spesifikasi spesialnya bercokol hampir di semua model Mercedes, kecuali yang limosin.

Sebut saja, AMG sedan CLS ada, E-Class juga, GLE, GLC, dan tentu saja GT, SL, bahkan sampai SUV G-Class. Lalu sejarah awal yang umumnya diketahui orang adalah badge AMG untuk W116, W123, W124, W126, R129, W201, dan yang paling tua adalah duo roadster R107 and C107.

Tapi jauh sebelum itu, AMG bukanlah badge, melainkan stiker, dan ukurannya besar.

Omong-omong soal “besar”, persoalan ini juga yang jadi olok-olok. Soalnya, justru cikal bakal AMG itu adalah sedan 1,7 ton warna merah yang dijuluki “Si Babi Merah”.

Baca juga: Jangan Salah, Mustang dan Corvette Itu Buatan Orang Jepang

Replika otentik AMG 300 SEL 6.8 (W 109) lansiran 1971. dok. Motor1

Sedan itu tidak lain adalah Mercedes-Benz 300 SEL 6.3. Kalau di Indonesia, sedan tersebut masuk daftar sanak famili “Mercy Barong” (W109).

Aslinya, Mercedes-Benz 300 SEL 6.3 sudah “ke-AMG-AMG-an” sekalipun AMG belum tercetus. Pasalnya, dengan platform W109, Erich Waxenberger selaku pengembangnya sudah punya niat bikin sedan Jerman ini tidak kalah sama muscle car Amerika.

Idenya simpel tapi nyeleneh. Waxenberger memasukkan mesin limosin 6.300 cc “M100 V8” ke dalam sedan empat pintu tersebut.

Nah, tapi bukan dari tangan Erich Waxenberger-lah Si Babi Merah lahir. Ceritanya bermula dari dua ahli mesin lainnya yang merupakan pegawai Mercedes Benz. Mereka adalah Hans Werner Aufrecht dan Erhard Melcher.

Suatu kali, Aufrecht dan Melcher kedatangan pesanan dari seorang konsumen.

Si konsumen ini mau mobil muscle Jerman-nya itu bisa diajak balapan. Akhirnya Aufrecht dan Melcher utak-atik 300 SEL 6.3 supaya bisa “lebih kurang ajar lagi”.

Baca juga: VW Kodok “Herbie” Jadi Ikon Setara Avanza Lawas

AMG dijuluki Si Babi Merah. dok. motor1

Maka jadilah, mesin 6.300 cc di-bore-up jadi 6.800 cc, kaki-kaki diperlebar supaya bisa lebih gigit aspal, dan pintunya diganti pakai bahan aluminium, dan bumper-bumper dicopot. Lucunya, mereka membiarkan trim kayu dan kursi belakang terpasang di sana.

Waktu masuk lintasan, “komen ala netizen” (kalau zaman sekarang) adalah “Wah, itu Si Red Pig” karena bentuknya yang memang aneh bin ajaib: besar, merah, dan agresif. Bagaimana tidak agresif kalau mesin asli 247 HP akhirnya jadi 420 HP.

Tapi Red Pig alias Si Babi Merah malah jadi “umpatan pujian” karena akhirnya dia menyabet gelar juara II dalam ajang 24 Hours of Spa tahun 1971. Itu pun katanya mobil ini sebenarnya bisa juara I, andaikan tidak haus bensin, yang pengisiannya akhirnya makan waktu.

Sejarah yang lucu memang buat AMG. Tapi akhirnya juga tragis. Soalnya sebelum orang-orang ramai menganggapnya sebagai potongan sejarah penting, versi orisinal dari Si Babi Merah terlanjur dijual ke perusahaan pesawat jet Matra di Prancis.

Baca juga: Jangan Salah, BMW Pernah Berstatus Mobil Murah

Berkat model perdana AMG 300 SEL 6.8 (W 109), merek AMG jadi lebih luas lingkup bisnisnya. dok. Motor1

Mobil itu pensiun dari balapan dan dijadikan mobil tes instrumen pendaratan pesawat karena Matra butuh mobil bertenaga besar. Apes betul. Mobil bersejarah itu dulu katanya dilubang-lubangi untuk kepentingan tes.

Meski begitu, cerita Si Babi Merah masih diingat sampai sekarang, dan mengiringi eksistensi AMG, yang merupakan singkatan dari “Aufrecht, Melcher, dan Großaspach (Aspach–tempat kelahiran Aufrecht)”.

Beruntung, Waxenberger 69 “Red Pig” itu sempat dibuat 5 unit. Dua sudah gugur jadi mobil tes, dan satu yang selamat kini dipajang di Mobilia Automotive Museum, Finlandia. (Why)

FOLLOW IG @MotorisIndonesia buat grafis otomotif terkini lainnya. “Maaf, Honda Brio Belum Bisa Dikembangkan di Indonesia.”

CATEGORIES
TAGS
Share This