The29 dari Kromworks Jawara Kustomfest 2018

The29 dari Kromworks Jawara Kustomfest 2018
The29, motor kustom karya Andhika Pratama yang menyabet gelar juara utama di Kustomfest 2018 di Yogyakarta - dok.Motoris

Jakarta, Motoris– Bagi Andhika Pratama hajatan Kustomfest 2018 merupakan momen yang istimewa. Setelah setahun sebelumnya berhasil mengukir catatan sejarah gemilang, kini di ajang kontes modifikasi yang sama, pentolan workshop Kromworks Jakarta ini kembali menjadi jawara.

Kemenangaan Andhika diraih melalui karya, berlabel The 29. Dia berhasil menyisihkan 148 motor kustom lainnya di perhelatan Kustomfest 2018 di Yogyakarta, 6-7 Oktober lalu.

Bicara soal karya pria ini, hampir semuanya tak ada yang tak menarik. Detail demi detail motor garapannya enak untuk dipakai bahan diskusi. Sebut sebagai contoh soal bahan atau material.

Baca juga: Salut, 4 Motor Custom Anak Bangsa Siap Guncang Jerman

Bagian rangka menggunakan bahan stainless steel menjadi nilai lebih tersendiri The29 – dok.Motoris

Dia menggunakan material full stainless steel yang dikerjakan secara handmade. “Memang tak mudah membangun frame menggunakan bahan anti karat tersebut, karena secara kekuatan bahan stainless, lima kali lipat dari meterial besi biasa,” ujarnya saat ditemui Motoris, di Yogyakarta, belum lama ini.

Menariknya, Andhika mengklaim dalam mengerjakan frame ini, dilakukannya tanpa bantuan mesin besar. Semuanya benar-benar lahir dari tangannya.

“Tidak pakai alat besar seperti CNC, bahan ini memang bandel ya, artinya saat kita kerjakan kita bentuk pukul sana-sini selalu melawan. Supaya bisa kuat megangnya, saya hanya bikin pegangan saja, jadi saat dibentuk materialnya tidak geser-geser,” ucap Andhika.

Baca juga: Si Seksi Kylie Jenner Pamer G-Class Custom Besutan Desainer Indonesia

Bagian kaki-kaki juga dirancang sendiri oleh Andhika Pratama – dok.Motoris

Futuristik
Andhika memilih konsep gaya Cafe Racer sebagai dasar dan arah modifikasi. Tapi, ada sesuatu yang lebih, namun pengaplikasiannya dibuat lebih futuristik. Sehingga, tak seperti Cafe Racer umum, motor ini terlihat lebih ramping.

Lantaran inilah, kata dia, para juri menilainya sebagai produk yang benar-benar out of the box. Andhika juga sendiri dan memilih gaya yang lain daripada lainnya dalam mengerjakan sektor bodi, tangki, hingga kaki-kaki selama enam bulan lebih. Seluruh bagian itu dia rancang sendiri.

Menurutnya, dari semua pengerjaan, bagian yang paling sulit adalah, saat menerapkan suspensi belakang milik Harley Softail. Karena sistem kerjanya menarik buka dan menekan. Walhasil, membuat builder 29 tahun itu mengaku harus putar otak agar bisa memasangnya.

Baca juga: Sadis, Transformasi VW Combi Jadi Chopper Custom

bodi, tangki, hingga kaki-kaki selama enam bulan lebih dan dirancang sendiri – dok.Motoris

Terlebih dia juga harus menyematkanya di bagian atas rangka, bukan di bawah. Padahal, proses ini tak hanya membutuhkan waktu  lebih, tetapi juga ketelatenan dan kesabaran.

Sedangkan untuk mesin, Andhika sengaja memilih V-Twin milik Softail Evolution S & S. Menurutnya, dia memilih mesin ini karena proses pemasanganya tidak terlalu sulit, sementara kondisi mesin dibiarkan standar karena dirasa sudah cukup bertenaga.

Tampilannya yang lebih ramping dari motor Cafe Racer umumnya membuat para juru jatuh hati – dok.Motoris

“Mesin tidak diutak-atik. Sudah cukup lah, ini secara kapasitas mesinnya 1.800 cc, jadi saya anggap sudah lebih dari cukup. Lalu saya hanya mengganti sistem penggerak roda belakang menggunakan rantai dari sebelumnya belt biasa, agar makin klasik,” ujarnya.

Dan hasilnya memang sepadan. Motor garapannya dinobatkan sebagai jawara.(Sql)

FOLLOW IG @MotorisIndonesia dan TWITTER @MotorisID, buat update grafis otomotif terkini lainnya. “Retromantic 9, Lebaran Pecinta Mobil Retro.”

CATEGORIES
TAGS
Share This