Flat Track Triumph yang Bikin Orang Kesengsem

Flat Track Triumph yang Bikin Orang Kesengsem
Ontonoseno - dok.Istimewa

Yogyakarta, Motoris – Hajatan festival modifikasi Kustomfest yang digelar pekan lalu di Yogyakarta menyuguhkan beragam tema dan genre modifikasi hasil kreasi para peserta. Namun ada satu yang menarik, sebuah laucky draw berupa motor modifikasi bergenre flat track yang berbasis Triumph T140 Bonnevile.

Motor yang dinamai Ontoseno – salah satu tokoh dalam pewayangan – yakni putera Bima atau Werkudoro yang dalam cerita perang Baratayudha, rela mengorbankan diri demi memerangi keangkaramurkaan dari Kurawa.

“Jadi, kehadiran Ontoseno ini didasari  filosofi yang mendalam. Ontoseno yang mengorbankan dirinya demi kemuliaan dan kejayaan berasama itu diwujudkan dalam motor kustom yang menganut style Flat Race,” papar pendiri yang sekaligus Direktur Kustomfest, Lulut Wahyudi.

Pengorbanan Triumph itu bisa dipahami jika kita melihat sosoknya. Motor besutan Trimpuh Motorcycles model lawas itu memang berubah total dari versi aslinya.

Mesin Ontoseno masih bawaan pabrik – dokIstimewa

Triumph T140 Bonnevile 750 itu dirombak total. Hampir tak ada lagi bentuk standarnya. Itulah pengorbanan motor asal Inggris tersebut, demi mewujudkan kejayaan industri modifikasi dari berbagai pelosok penuru negeri. Selain itu, Tiumph ini sekaligus “berkorban” diri menjadi sebuah “kanvas” sebagai wahana untuk menuangkan kreatifitas di ajang festival yang mewadahi para modifikator anak negeri.

Sedangkan soal genre yang dipilih, Luut menyebut karena secara genetika, Triumph model itu memiliki DNA balap. “Tidak salah kiranya Ontoseno mengusung tema Flat Track, karena masih ada DNA-DNA balap yang ada dalam Triumph T140 Bonnevile. Mesin berkapasitas 750cc, agar beringas di lintasan sekaligus mampu melibas berbagai tantangan,” kata Lulut.

Sebagai penguat karakter tokoh Ontoseno, hiasan bermotif hiasan khas tokoh-tokoh pewayangan, khususnya Otonseno, terampang pada bagian tangki BBM.

Sedangkan mulai dari sasis, tangki, kaki-kaki, sampai kelistrikan telah diubah. Satu demi satu komponen disusun kembali bahkan ada beberapa yang dibuat sendiri, untuk menperkuat ciri khas. (Sql)

Hiasan di tangki khas tokoh pewayangan menjadi ciri khas Ontoseno – dok.Istimewa

Berikut soesifikasi Ontoseno:
FRAME:
Frame : Triumph T140 Bonneville 750 (oil in frame)

ENGINE:
Engine : Twin, four stroke 750cc
Ignition : Amal
Charging system : Amal
Carburetor : Keihin PWK 28 Sudco – Dual Carb
Exhaust : : Kustom Exhaust by Retro Classic Cycles.
Transmission :5 Speed

BODY :
Gas tank : Kustom by Retro Classic Cycles.
Front fender : Alloy Fender Kustom by Retro Classic Cycles
Rear fender : Alloy Fender Kustom by Retro Classic Cycles
Oil tank : Oil in Frame

SUSPENSION
Front suspension : Telescopic 36mm
Rear end : Absorber 335mm / 13,2’ eye to eye
Triple Tree : Kustom Made by Retro Classic Cycles

CONTROL SYSTEM :
Handlebar : Classic dirt bike handle bar 7/8 inch
Hand control : Aftermarket
Foot control : Mid Control Position

Ontoseno saat diajak bermanuver di trek balap – dok.Istimewa

WHEELS & TIRES :
Front wheel : 19 inch spoke
Front tires : 3.50 / 19’ spoke
Rear Wheel : 18 inch spoke
Rear Tires : 4.00 – 18’’

BRAKE SYSTEM :
Front brake : Single disc / 2 piston calliper
Rear brake : Expanding brake

ELECTRICAL :
Head light : No Way – only for race.
Tail light : No Way – only for race
Battery : 12v – 8 ampere

PAINTING :
Color : Kustom Painting “chillie Spicy Red”
Painter : Danny Hacka “Hacka Pinstriping”
Seat : Classic Ribbed

 

CATEGORIES
TAGS
Share This