BMW 02 Series, Penyelamat Pasca-Perang Dunia II

BMW 02 Series, Penyelamat Pasca-Perang Dunia II

Munich, Motoris – Mungkin sulit untuk dipercaya, tapi BMW, produsen mobil, motor, dan pembuat mesin F1 asal Jerman yang cukup disegani di dunia pernah mengalami krisis keuangan sampai nyaris bangkrut, beberapa dekade lalu. Padahal, pabrikan asal Munich ini baru saja bangkit dari terpuruknya kondisi Jerman, pasca- Perang Dunia II (PD-II).

Model pertama pasca-PD-II yang diproduksi BMW dan diperkenalkan 1951 adalah 501. Bergenre saloon besar dan berat dengan wujud yang terkesan kuno dan antik, membuat BMW 501 dijuluki Baroque Angel, yang mengesankan lekuk ukiran pada ornamen gereja di Jerman. Mobil ini dilengkapi mesin 6 silinder, kemudian dilengkapi mesin V8. Mesin ini selanjutnya dipakai oleh BMW 507 Roadster sengaja diciptakan untuk menyaingi Mercedes-Benz 300SL.

Mobil saloon dan roadster buatan BMW ini ternyata cukup mahal dan kurang laris di pasar. Sehingga BMW pun mencari jalan keluar lain, yaitu menciptakan model baru, microcar, dengan mesin lebih kecil. Pilihan jatuh pada sepeda motor BMW (Motorrad) 4-tak, di bawah lisensi Isetta. BMW-Isetta ini terjual laris manis, untuk sementara waktu.

Perusahaan Terpuruk

Namun ketika era microcar selesai, orang-orang pun ingin memiliki mobil kompak yang normal seperti Volkswagen (VW) Beetle. VW Beetle memiliki tingkat kepraktisan dan konsumsi bahan bakar yang mirip dengan BMW-Isetta. Namun VW Beetle memiliki ruang yang lebih lega dari BMW-Isetta. Tak mampu bersaing dengan VW Beetle  terutama dalam urusan harga, BMW akhirnya terpuruk karena likuiditas perusahaan menipis, uang berkurang signifikan dalam waktu yang cukup singkat. Akhirnya, pada 1959 perusahaan ini terpuruk dalam kondisi krisis.

Suntikan dana segar dari Harald dan Herbert Quandt, memungkinkan BMW untuk berusaha keluar dari lubang jarum, dengan menciptakan mobil 4 pintu yang dikenal sebagai Neue Klasse atau New Class. Mobil inilah yang kemudian menolong BMW untuk terhindar dari jurang kehancuran.

Baca juga: Supercar Lawas Toyota, Koleksi Baru Siap Dipinang

Punya wujud sporty karena menggunakan gaya dua pintu. (BMW)

Dalam ajang Frankfurt Motor Show, September 1961, diperkenalkan BMW 1500 dengan mesin 4 silinder 1,5 liter. Produk baru ini, kemudian dijual setahun kemudian (1962). Alhasil, model ini dianggap cukup sukses dengan angka penjualan mencapai 24.000 unit sampai akhir produksi pada 1964.

Mobil-mobil New Class ini pun berkembang menjadi BMW 1800 dengan mesin 4 silinder berkapasitas 1,8 liter, dengan varian seperti 1800 Ti dan 1800 Ti/SA. Pada 1964, hadir penerus BMW 1500, yaitu BMW 1600. Sedan 4 pintu ini dianggap responsif, setidaknya berhasil mengumpulkan banyak pujian dari pada tester media otomotif saat itu. BMW kemudian merasakan ini manjadi momen tepat untuk membuat mobil yang lebih sporty, seperti yang pernah diproduksi pada 1930an.

BMW mulai fokus mengembangkan ide mobil 2 pintu dengan wheelbase pendek yang menciptakan pengendalian baik. Bodi yang kompak otomatis lebih ringan juga akan meningkatkan performa. Sementara desain bodi dengan 2 pintu akan memberikan kesan sporty. Tak butuh lama untuk merancang konsep tersebut, dengan mengambil dasar platform New Class dan jarak sumbu roda dipotong 2 inci menjadi 98,4 inci. Interiornya didesain ulang oleh Wilhelm Hofmeister, sementara bagian muka mobil terkena sedikit sentuhan facelift.

Mayoritas komponen mekanisnya berasal dari BMW 1600 versi 4 pintu, meski ada pemakaian gardan belakang yang lebih pendek. Akhirnya keputusan akhir diambil, mobil baru dengan bodi 2 pintu tersebut dinamakan BMW 1600-2 (angka 2 dibelakang berarti 2 pintu) dengan mesin 4 silinder 1,6 liter. Diluncurkan Maret 1966, 1600-2 tampil sebagai jagoan baru BMW.

Bodi yang ringan, mampu membuat 1600-2 memiliki performa seperti BMW 1800, sementara pengendaliannya yang sangat baik seolah sebagai komposisi tersendiri yang tidak dimiliki sedan lain. Para jurnalis otomotif langsung menyebutnya sebagai rival sejati mobil sport Alfa Romeo, membuat BMW tersenyum lebar. Pada Frankfurt Motor Show 1967, BMW kembali meluncurkan 1600ti, dengan mesin bertenaga 105 hp yang dilengkapi sepasang karburator Solex 40PHH.

Baca juga: Peugeot 402, Ikon Era Art Deco

Jadi salah satu model tersukses BMW di pasar Amerika dan dunia. (BMW)

Pasar Amerika

Penilaian para jurnalis otomotif Amerika terhadap 1600-2, membuat BMW terdorong masuk ke pasar otomotif terbesar di dunia, kala itu. Saat itu 1600-2 memang sukses di daratan Eropa, namun untuk masuk ke Amerika perlu trik tersendiri. Importir mobil Jerman di Amerika, Max Hoffman, mendorong BMW untuk segera menyediakan 1600-2 dengan performa tinggi. Model yang ada saat itu hanyalah 1600ti.

Sialnya, mesin 1600ti tersebut sama sekali tidak lolos uji emisi di Amerika. Sementara mesin 4 silinder 2,0 liter dari BMW 2000 dan BMW 2000C coupe terbukti lolos regulasi uji emisi yang berlaku ketat.

Akhirnya para petinggi BMW di Jerman mengadakan rapat internal, khusus membahas masalah eksistensi 1600-2 untuk pasar Amerika. Permbicaraan utama adalah membuat mobil 2 pintu seperti 1600-2 namun dengan mesin 4 silinder 2,0 liter yang lebih bertenaga, ekonomis, mudah perawatan dan yang terpenting lolos regulasi uji emisi.

Terkuaklah rahasia yang selama ini disimpan secara rapat. Alex von Falkenhausen (Wakil Kepala Departemen Mesin BMW) memasang mesin 2,0 liter pada 1600-2 miliknya, tidak lama setelah 1600-2 resmi diluncurkan kepada publik.

Sementara secara kebetulan, Helmut Werner Bonsch (Direktur Perencanaan BMW) juga melakukan hal yang sama pada 1600-2 miliknya. Tidak satu pun petinggi BMW mengetahui hal tersebut sampai akhirnya pada suatu hari di saat bersamaan, kedua mobil mereka hadir di workshop BMW.

Baca juga: Sejarah Legenda Toyota Supra Terhirup Kembali di Geneva

BMW 02 Series, merupakan generasi sukses, sebelum era Seri 3 bergulir. (BMW)

Kedua orang tersebut sangat senang dan bangga akan riset kecil-kecilan tersebut, dan mereka memutuskan untuk membuat proposal kepada dewan petinggi BMW agar proyek mobil 1600-2 dengan mesin 2,0 liter bisa diproduksi masal.

Paul Hahnemann (Direktur Pemasaran BMW) menyadari kalau pasar Amerika cukup memegang peranan penting dan ia mendukung proposal tersebut. Memang untuk mempersiapkan satu model baru dalam waktu kurang dari 1 tahun, akan membutuhkan anggaran yang cukup besar.

Kembali Max Hofmann ikut memberikan pendapatnya, lebih baik kehilangan dana untuk riset dibandingkan kalah di Amerika. Namun Bernhard Osswald (Kepala Departemen Mesin BMW) dan Wilhelm Heinrich Gleschen (Direktur Produksi BMW) menentang proposal tersebut. Akhirnya setelah perdebatan yang sengit, keputusan akhir pun diambil: mobil 2 pintu dengan mesin 4 silinder 2,0 liter harus siap beredar pada pertengahan tahun 1968!

Lahirlah BMW 2002, sebuah sedan 2 pintu dari kota Munich yang fenomenal.

Baca juga: Ferrari Daytona, Pernah Jadi yang Terkencang di Dunia

Model pertama  BMW 02 Series pertama yang diproduksi di Munich, Jerman, 1968.

Sukses Besar

Tanggapan konsumen dan para Bimmerfreak (pecinta BMW) dari seluruh dunia pun sangat positif. Sejak pertama kali diluncurkan pada 1968, BMW 2002 langsung meraih sukses di manca negara. Ada dua tipe yang diperkenalkan pada 1968, yaitu 2002 dengan mesin 4 silinder 2,0 liter karburator tunggal bertenaga 100 hp. Kedua, 2002 ti dengan mesin yang sama namun dilengkapi karburator ganda bertenaga 120 hp.

BMW 2002 tii yang dilengkapi injeksi bahan bakar hadir pada 1971, hasilnya tenaga terkerek menjadi 130 hp. Sedan dua pintu ini memiliki suspensi yang lebih keras dan rem yang lebih besar. Transmisi manual 4 kecepatan menjadi fitur standar, sementara transmisi manual 5 kecepatan menjadi opsi tambahan.

Pada 1973, BMW memberikan sentuhan facelift pada 2002. Untuk bagian depan adalah pemakaian gril hitam. Sedangkan pada bagian belakangnya menggunakan lampu yang berbentuk persegi.

Selain tersedia dalam bentuk bodi sedan 2 pintu, BMW 02 Series juga memiliki beberapa pilihan bodi lain, yakni Cabriolet dan Touring (perpaduan antara desain bodi hatchback dan station wagon). BMW juga sempat membuat beberapa varian 02 Series selain 1600-2/1602 dan 2002, yaitu 1502 yang bermesin 1,6 liter kompresi rendah dan 1802 yang menggunakan mesin 1,8 liter.

Bagi yang menggandrungi performa besar dan kecepatan tinggi, BMW juga melansir 2002 Turbo di tahun 1973. BMW 2002 Turbo menjadi mobil Eropa pertama yang menggunakan fitur turbocharger. Sayangnya, 2002 Turbo lahir hanya beberapa saat sebelum terjadinya krisis minyak pada tahun itu, sehingga mobil bertenaga 170 hp itu sedikit jualannya.

September 1975, menjadi momen terakhir produksi 2002, karena BMW mempersiapkan produk penggantinya, yaitu BMW seri 3. Namun varian 1502 masih berada di jalur produksi hingga Juli 1977. Artinya, BMW 02 Series menjadi titik mula kesuksesan semua perjalanan hidup BMW. Mobil tersebut berhasil menjadi ujung tombak penjualan BMW saat itu dan merupakan salah satu produk terpenting yang membentuk citra BMW hingga kini. (ADP)

BMW 02 Series, juga dipasarkan dalam berbagai varian, termasuk cabriolet dan estate alias station wagon. (BMW)

CATEGORIES
TAGS
Share This