Teruhito Sugawara, Terpesona Keramahan Indonesia

Tangerang, Motoris – Raut muka pembalap utama Hino Team Dakar Rally, yaitu Teruhito Sugawara, terlihat semringah saat disinggung kesannya datang ke Indonesia. Pembalap kelahiran Tokyo, Jepang, 13 Juli 1972 itu mengaku sangat gembira bisa bertandang ke Indonesia.

“Saya sangat terkesan dengan keramah-tamahan (orang) Indonesia. Begitu banyak orang Indonesia yang menyukai dunia yang juga saya geluti, yaitu reli. Mereka seolah telah lama kenal dengan saya meskipun baru pertama kali ini berjumpa dengan saya,” tuturnya saat ditemui Motoris di booth Hino, GIIAS 2018, ICE, BSD, Tangerang, Jumat (3/8/2018).

Pria ramah ini mengaku senang bisa berbagi cerita dengan masyarakat Indonesia tentang pengalamannya di reli paling dahsyat di dunia itu. Terlebih, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang dilntarkan oleh masyarakat yang terkait dengan reli maupun truk Hino yang dikendarainya di saat berlaga, Hino 500 Series.

“Misalnya, banyak yang bertanya apakah saya banyak melakukan adjustment di truk itu karena perubahan cuaca ekstrim yang seringkali terjadi. Dan rute di medan berat yang juga berganti-ganti. Saya katakan, adjustment di truk tidak terlalu rumit, karena truk ini (Hino 500 Series) sudah dikomputerisasi, jadi dengan sendirinya beradaptasi. Saya sangat senang menceritakan ini,” paparnya.

Teruhito Sugarawa saat menyapa pengunjung GIIAS 2018 di booth Hino – dok.Motoris

Saking senangnya terhadap sambutan masyarakat, Teruhito merasa seperti sudah akrab dengan orang Indonesia. Lebih dari itu, dia mengaku seperti telah menjadi bagian dari masyarakat Indonesia.

Pria yang mulai terjun di Reli Dakar pada tahun 1997 sebagai mekanik sang ayah, Yoshimasa Sugiwara (kini 77) tahun itu, hadir di gelaran GIIAS 2018 yakni 3-4 Agustus lalu, Dia banyak berkisah soal perjalanan dan pengalamannya di reli tersebut. Termasuk bagaimana dia dan sang ayah berhasil menapak garis finis selama dua dekade berurut-turut sepanjang karirnya mengikuti reli itu.

“Teknologi dan perfoma andal truk (Hino), disiplin, dan kekuatan mental sangat menentukan keberhasilan kami di reli ini,” ungkapnya.

Suksesi lancar
Setelah delapan tahun mendampingi sang ayah sebagai mekanik sekaligus navigator, pada tahun 2005 Teruhito akhirnya didapuk sebagai pembalap utama. Tapi bukan menggeser sang ayah, melainkan sebagai pembalap utama di tim dua Hino.

Artinya, dia menjadi sekondan di tim Hino bagi ayahnya sekaligus kompetitor di ajang reli. Baginya, itu menjadi latihan sekaligus ujian sebenarnya setelah digembleng sang ayah.

“Kami harus bersikap profesional. Sebagai sesama pereli harus sama-sama berusaha keras mencapai hasil terbaik dengan koridor etika dan aturan-aturan yang ditetapkan di dunia reli,” ucapnya.

Teruhito saat memberi tandatangan di topi fans ciliknya dari Indonesia – dok.HMSI

Teruhito berhasil membuktikan diri bahwa dia memang layak menjadi seorang pereli sejati. Dia sekaligus membuktikan bahwa gemblengan sang ayah tidaklah sia-sia. Pada tahun 2010 dan 2011 dia berhasil menyabet gelar juara Dakar Rally untuk kelas under 10 Litre.

Sejak itulah, dia menggantikan posisi sang ayah sebagai pembalap utama di Tim Hino, hingga kini. Artinya, suksesi ayah ke anak itu berhasil dengan sempurna. Dan Sugawara senior pun bangga melihat sang putra kesayangan mengambil alih tongkat estafet darinya. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )