Jujiro Matsuda, Anak Nelayan Miskin Pengukir Kejayaan Mazda (1)

Jujiro Matsuda, Anak Nelayan Miskin Pengukir Kejayaan Mazda (1)
Jujiro Matsuda - dok.World Record Union

Jakarta, Motoris – Nama Mazda Motor Corporation langsung menyita perhatian kalangan industri otomotif dunia pada bulan ini, karena sejak Oktober 1931 hingga Oktober 2018 ini, tercatat telah memproduksi 50 juta unit lebih mobil. Tak pelak, prestasi ini membangkitkan hasrat publik untuk menggali informasi tentang sejarah pabrikan yang berkantor pusat di Hiroshima itu.

Bicara soal sejarah Mazda, tentu saja bicara rekam jejak pendirinya, Jujiro Matsuda, yang penuh inspirasi. Betapa tidak. Pria yang lahir di Hiroshima 8 Agustus 1875 ini, bukanlah dari keluarga kaya raya, tetapi dari keluarga miskin.

Ayahnya, hanya seorang nelayan miskin  dan ibunya hanya mengurus keluarga. Karena kemiskinan itulah, mereka tak mampu menyekolahkannya. Maklum, untuk keperluan sehari-hari saja, penghasilan sang ayah bukan lagi impas, tetapi jauh di bawah itu, “‘minus” alias tekor.

Matsuda memang tak mengenyam pendidikan formal. Namun, ibunya yang hanya seorang ibu rumah tangga biasa bersama sang ayah, adalah orang yang mengenalkannya kepada huruf dan cara berhitung secara sederhana. Hari-harinya, diisi dengan kegiatan membantu orang tua.

Jujiro Matsuda saat berusia 23 tahun – dok.northernlightmedia.wordpress.com

Namun, semangat dan daya juang Matsuda ini memantik inspirasi orang lain. Sebab, di usianya yang baru menginjak 14 tahun, dia sudah bekerja keras menjadi ‘kuli’ di sebuah tempat usaha pandai besi di Osaka. Dan yang lebih mengagumkan, Matsuda juga rajin belajar secara otodidak tentang pengetahuan.

Berbekal semangat mengubah nasib agar lebih baik, Matsuda sangat serius mempelajari teknik pandai besi. Pada malam hari, dia selalu mengingat-ingat apa yang diucapkan oleh pemilik perusahaan maupun pekerja yang lebih senior.

Di kepalanya, selalu terlintas bagaimana caranya membuat produk yang lebih bagus dengan teknik itu. Singkat cerita, dia akhirnya menjadi orang yang ahli dalam hal pandai besi dan teknik-teknik pembuatan peralatan rumah tangga sehar-hari. Bahkan, Matsuda mulai belajar teknik lain, yakni tentang pompa yang kala itu mulai banyak dibutuhkan masyarakat.

Berkah dan musibah
Berkat ketekunannya, pada tahun 1906 Matsuda berhasil menemukan teknologi pompa yang berbeda dengan pompa-pompa yang ada zaman itu. Pompa Matsuda. Begitulah dia menamakannya.

Berkat penemuan itu pula, posisinya berubah. Di usianya yang belum genap 31 tahun, dia tak lagi menjadi pekerja biasa, tetapi menjadi mitra dari perusahaan tersebut. Tapi, meski telah menjadi mitra, semangat belajar Matsuda tak pernah surut.

Dia terus mengundang pengajar teknik pengecoran dan manajemen. Hingga, Matsuda akhirnya dipercaya memegang operasional perusahaan. Lantaran porsi kemilikannya yang besar, dia mengubah nama perusahaan menjadi Matsuda Pump Partnership agar lebih keren.

Hanya, manisnya perjalanan karir ini tak berlangsung lama. Matsuda dipaksa ‘keluar’ dari perusahaan itu. Berkah penemuan pompa itu telah berujung pada musibah.Tapi, dia menerimanya dengan lapang dada.

Jujiro Matsuda – dok.Istimewa

Pria ramah yang tak suka banyak omong itu segera bangkit. Perusahaan baru bernama Toyo Cork Kogyo Co dia dirikan. Lagi-lagi, berkat keandalannya, dalam waktu singkat nama perusahaan ini langsung meroket. Moncernya nama perusahaan Matsuda  itu juga terdengar hingga ke mancanegara, antara lain Rusia atau Tsar Rusia.

Bahkan,  Toyo Cork Kogyo tercatat sebagai salah satu pemasok kebutuhan pemerintah Rusia. Sementara, di kampung halamannya, Jepang, perusahaan ini dikenal sebagai salah satu perusahaan pembuatan peralatan rumah tangga hingga senjata bernama Tipe 99.

Pesan demi pesanan produknya datang silih berganti. Walhasil, kekayaan Matsuda pun menjulang. Pundi-pundi fulusnya terus membesar….Bersambung.. (Ara/Berbagai sumber)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This