Judith Miscik, Bekas Bos CIA yang Jadi Petinggi GM

Judith Miscik, Bekas Bos CIA yang Jadi Petinggi GM
Jami Miscik - dok.Reuters

Detroit, Motoris – Nama Judith A. “Jami” Miscik menjadi topik pembicaraan kalangan petinggi kawasan Detroit – atau wilayah industri otomotif Amerika Serikat – sejak dua hari terakhir. Itu terjadi setelah mantan Deputi Direktur Central Intelligent Agency (CIA) atau badan intelijen Amerika Serikat tersebut resmi didapuk sebagai salah satu board of General Motors (GM).

Seperti dilaporkan Reuters, Kamis (11/10/2018) Miscik resmi diangkat oleh pabrikan mobil terbesar di Negeri Abang Sam itu pada Rabu (10/10/2018). “Miscik adalah Chief Executive Officer dan Wakil Ketua Kissinger Associates, Inc,” tulis kantor berita itu.

Perusahaan milik mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Henry Kissinger, ini adalah perusahaan konsultan yang memberikan panduan bagi perusahaan-perusahaan kliennya tentang risiko geopolitik serta makroekonomi yang tengah terjadi di pasar negara-negara dimana perusahaan itu berada. “Miscik adalah analis handal dan teliti dalam memberikan gambaran tentang kedua hal itu,” sebut analis ekonomi Universitas Barkeley, California.

Pujian ini tidaklah berlebihan. Sejak masuk CIA, pada tahun 1983, Miscik bertugas sebagai analis ekonomi terhadap negara-negara di dunia. Dia kemudian dipercaya mengepalai divisi yang menganalisai terhadap dinamika politik dan ekonomi dari 40 negara dengan menggunakan 25 indikator.

Kantor General Motors – dok.Istimewa

Pada tahun 2005 atau 22 tahun setelah bertugas di CIA dengan jabatan terakhir deputi direktur intelijen, perempuan yang mendapatkan gelar doktor kehormatan dari University of Denver mundur dari CIA. Dia kemudian bergabung dengan konsultan keuangan Lehman Brothers sebagai Global Head of Sovereign Risk.

Dipinang Obama
Namun baru beberapa bulan bertugas di perusahaan ini, dia harus meninggalkannya. Sebab, pada Desember 2009 Presiden Barrack Obama  “meminangnya” untuk masuk ke Dewan Penasehat Presiden Bidang Intelijen. Dia bertugas memberi biefieng kepada Obama perihal kondisi dinamika politik dan ekonomi negara-negara di dunia.

Sementara Chicago Herald dan Global Fortune menulis, melihat kemampuannya yang tinggi serta kecerdasannya dalam membuat analisa, Presiden Obama semakin kepincut. Dia kemudian mengangkatnya sebagai Kepala Dewan Penasehat Intelijen Presiden pada 29 Agustus 2014.

Jami Miscik juga sempat bergabung dengan Morgan Stanley – dok.Pinterest

Miscik mengakhiri tugas di lingkungan kepresidenan pada 20 Januari 2017  bersamaan Obama yang mengakhiri periode kedua jabatannya. Sejumlah tawaran diberikan oleh berbagai lembaga keuangan dan investasi. Tapi, Miscik  belum berhasrat menerimanya.

Dia akhirnya bekerja di perusahaan investasi Morgan Stanley sebelum bergabug Henry Kissinger yang berkantor di New York. Di kedua tempat itu, analisis Miscik sangat dibutuhkan.

Dia terbukti memberikan prediksi dan analisa yang sangat akurat sebagai dasar pengambila keputusan bisnis para klien perusahaan. Artinya, tidaklah salah jika GM mendaulatnya sebagai satu diantara komisaris perusahaan. (Ara/Berbagai sumber)

CATEGORIES
TAGS
Share This