Kawasaki Shozo, Penjual Kimono Pembangun Bisnis Kawasaki (2)

Kawasaki Shozo, Penjual Kimono Pembangun Bisnis Kawasaki (2)
Kawasaki Shozo, peletak dasar pondasi bisnis Kawasaki - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Meski sempat sedih karena beberapa kapal pengirim barang dagangannya karam karena diterjang badai, namun Kawasaki Shozo tak ingin terlarut dan tenggelam dalam penyesalan. Mental juaranya bangkit dan menyeruak.

Musibah itu dia maknai sebagai pelajaran yang membawa berkah untuk belajar.Terlebih, dia juga harus bertanggung jawab menghidupi ibu dan adik-adiknya. Lantaran itulah, dia mencoba merantau ke Tokyo.

Nasib bagus berpihak kepadanya. Pada tahun 1869, Shozo diterima sebagai karyawan sebuah pabrik gula. Tugasnya, selain mengawasi produksi, juga mengelola distribusi produk yang dibuat di Kepulauan Ryukyu.

Soal distribusi ini, Shozo teringat pengalaman pahit yang pernah menimpanya yakni kapal pengangkut barang dagangannya yang karam saat berlayar. Pengalaman itulah yang membuatnya lebih giat mempelajari cuaca sekaligus teknologi perkapalan. Dia menjalin kerjasama bisnis dengan perusahaan-perusahaan angkutan laut  lokal dan asing yang menggunakan kapal-kapal dari Eropa.

Kapal buatan perusahaan yang didirikan Kawasaki Shozo – dok.moto7.net

Cara kerja Shozo dinilai sangat bagus oleh pemerintah Jepang. Walhasil, Wakil Menteri Keuangan Jepang kala itu, Matsukata Masayoshi , memberinya penugasan khusus untuk melakukan penelitian jalur laut yang aman ke Ryukyu. Terlebih, saat itu tak hanya komoditas gula saja yang diangkut, tetapi berbagai barang kebutuhan masyarakat. Sehingga, membutuhkan keamanan yang tinggi dalam pengirimannya.

Lagi-lagi, Shozo menyekesaikan tugas itu dengan cemerlang. Sehingga, Masayoshi yang juga satu daerah dengannya semakin percaya. Dia akhirnya dipromosikan sebagai Wakil Presiden Japan Mail & Steamship Company, perusahaan dimana dia bekerja.

Jabatan mentereng itu tak membuatnya puas. Dia ingin terus belajar. Atas dukungan sang wakil menteri, sejak  tahun 1876 Shozo mempelajari secara khusus teknologi kapal-kapal buatan pabrikan Eropa dan Amerika. Baginya kapal-kapal asing itu lebih kuat, tangguh, dan stabil kala mengarungi samudera.

Singkat cerita, dia berhasil membuat kapal yang stabil, kuat, namun mampu melaju dengan cepat di lautan seperi buatan pabrikan Eropa dan Amerika. Terlebih dia juga mengimbuhinya dengan teknologi baru sehingga lebih aman dan berdaya tahan terhadap gempuran ombak.

Tonggak sejarah Kawasaki
Seiring dengan keberhasilan itu, Wakil Menteri Masayoshi memberi dukungan penuh ketika Shozo mengusulkan pendirian perusahaan bernama Kawasaki Tsukiji Shipyard di tanah pinjaman dari pemerintah yang terletak di sisi Sungai Sumida-gawa, Tsukiji Minami-Iizaka-chō. Perusahaan ini terus berkembang di tangan Shozo.

Namun, setelah berjalan lancar, pria ini merasa cukup dan menyerahkan perusahaan itu kepada pemerintah. Dia berusaha untuk membangun usaha sendiri.

Berbekal pengetahuan dan pengalaman itulah, akhirnya pada tahun 1887 Shozo memutuskan untuk berhenti dari perusahaan dan mendirikan perusahaan pembuatan kapal bernama Kawasaki Shipbuilding Corporation, yang bermarkas di Kobe. Pilihan itu ternyata tak meleset.

Kobe Kawasaki Shipbuilding yang didirikan oleh Kawasaki Shozo setelah di era modern – dok.wikimedia.org

Banyak pelanggan perusahaan lamanya yang beralih ke perusahaan baru ini karena percaya terhadap reputasi Shozo. Tangan dingin dan kepakarannya dalam teknologi perkapalan diakui oleh para pelanggan. Produknya dinilai berkualitas, namun dengan harga yang lebih bersahabat. Shozo pun tak segan mendatangi pelanggan yang memerlukan bantuan ketika kapalnya bermasalah.

Bisnis pun berkembang dan tak cuma memproduksi kapal saja, tetapi juga produk lain berteknologi tinggi kala itu.
Lokomotif, pesawat terbang, sepeda motor, hingga misil  dan peralatan militer lainnya juga telah mampu dibuat oleh perusahaan Shozo.

Gemilang
Setelah sembilan tahun mendirikan perusahaan dam mengantarkannya mencapai kegemilangan, Kawasaki Shozo mengundurkan diri pada tahun 1896. Dia menyerahkan jabatannya kepada Matsukata Kôjirô, anak ketiga dari Matsukata Masayoshi. Tubuh rentanya seakan termakan usia, dan mulai sakit-sakitan.

Tiga tahun kemudian, tepatnya tanggal 2 Desember 1912, Shozo berpulang menghadap sang pencipta. Dia telah berhasil meletakan pondasi bisnis yang kuat bagi perusahaan yang didirikannya. Meski perusahaan itu akhirnya berganti nama menjadi Kawasaki Heavy Industries tak lama setelah kematiannya.

Ilustrasi, salah satu motor kawasaki yang dibuat di era 60-an yakni Kawasaki B8 diproduksi pada tahun 1965 – dok.Motorcycles Classic

Kawasaki telah berkembang dalam skala binis karena lini bisnis yang semakin meluas dan produk yang beragam. Di kini produksi sepeda motor, beragam varian dan model telah dibuat sesuai dengan tuntutan zaman dan kebutuhan pelanggan. Nama Kawasaki Motors pun terus berkibar di berbagai belahan dunia hingga saat ini. (Ara/Berbagai sumber)

CATEGORIES
TAGS
Share This