Robyn Denholm, Eks Karyawati Toyota yang Jadi Ketua Dewan Tesla

Robyn Denholm, Eks Karyawati Toyota yang Jadi Ketua Dewan Tesla
Robyn Denholm, wanita kelahiran Melpirre, New South Wales, ditunjuk SEC Amerika menggantikan Elon Musk sebagai ketua dewan Tesla - dok.Wall Street Journal

Sidney, Motoris – Kepala Keuangan (CFO) perusahaan telekomunikasi Australia, Telstra, Robyn Denholm, ditunjuk sebagai ketua dewan pabrikan pembuat mobil listrik Tesla. Selain telah menjadi direktur independen dan ketua dewan audit Tesla, perempuan 55 tahun ini sebelumnya memang memiliki pengalaman di bidang otomotif antara lain pernah bekerja di Toyota.

Robyn yang lahir di Mirpella, New South Wales, Australia, pada 1963 itu ditunjuk menggantikan Elon Musk sebagi ketua dewan Tesla atas permintaan Komisi Pengawas Bursa Saham Amerika Serikat (SEC). Sebelumnya Komisi ini sempat bersitegang dengan Musk karena menilai Tesla telah melakukan kecurangan yakni wanprestasi karena melesetnya target produksi mobil listrik Tesla Model 3.

“Melesetnya target produksi Tesla Model 3 diduga merugikan investor. Target ambisius Musk justru mendatangkan serangkaian masalah bagi perusahaan dan kehidupan pribadinya,” tulis Reuters, akhir pekan lalu.

Perseteruan antara SEC dengan pria yang dijuluki sebagai ‘The Iron Man’ itu akhirya berujung ke pengadilan. Setelah melalui serangkaian sidang, akhirnya diperoleh diputuskan opsi jalan tengah.

Elon Musk dan Robyn Denholm – dok.Observer

Pengadilan memutuskan Elon Musk harus lengser dari posisinya sebagai ketua dewan Tesla. Dia harus melepas jabatan itu setelah 45 hari sejak putusan itu ditetapkan pada Oktober lalu. Sebagai direktur independen dengan segudang pengalaman, Robyn pun ketiban berkah. Dia didapuk sebagai pemegang jabatan tersebut.

Mendengar keputusan ini Musk menyambut gembira. Di akun twitter pribadinya, dia mencuit memberi ucapan selamat kepada perempuan lulusan fakultas ekonomi University of Sidney tersebut.

“Robyn memiliki pengalaman yang luas di kedua industri teknologi dan otomotif, dan dia telah membuat kontribusi signifikan sebagai anggota dewan Tesla selama empat tahun terakhir dalam membantu kami menjadi perusahaan yang menguntungkan,” kata Musk dalam sebuah kesempatan seperti dilansir laman CNBC Australia.

Dunia otomotif
Perempuan berambut pirang ini juga tak asing dengan dunia otomotif. Bahkan di saat dia masih sekolah pun sudah berkenalan dunia otomotif. Semasa sekolah hingga kuliah, dia bekerja di bengkel milik orang tuanya.

Tugasnya menangani pembukuan keuangan dari kegiatan kasa servis mobil, pompa bahan bakar. Dari tugas-tugasnya yang berkaitan dengan kendaraan bermotor inilah, akhirnya di menyukai dunia otomotif. Setelah lulus dari Unversity of Sidney, Robyn mengambil program master bisnis di University of New South Wales dan lulus tahun 1999.

Kemonceran prestasinya membuat perusahaan akuntan Arthur Andersen merekrutnya. Dia bertugas di Sidney. Mundur dari perusahaan ini, Robyn bergabung dengan Toyota Australia sebagai kepala keuangan selama tujuh tahun.

Ilustrasi mobil listrik buatan Tesla – dok.The Straits Times

Namun, Toyota bukan pelabuhannya yang terakhir. Perempuan ini hijrah lagi ke perusahaan teknologi informasi Sun Microsystems. Bahkan setelahnya melompat lagi ke perusahaan sejenis yakni Juniper Networks selama sembilan tahun dengan jabatan terakhir sebagai Chief Financial Officer (CFO).

Lepas dari Juniper, Robyn hinggap di Tesla dan mendapatkan kedudukan sebagai direktur independen. Hampir empat tahun di Tesla – tepatnya  Januari 2018 – dia didapuk sebagai CFO Telstra. Namun, lagi-lagi Dewi Fortuna berpihak kepadanya. Belum genap setahun bertugas di perusahaan telekomunikasi terbesar di Australia ini, dia ditunjuk sebagai ketua dewan Tesla. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This