Sergio “Midas” Marchionne, World Car Person of the Year

Sergio “Midas” Marchionne, World Car Person of the Year
Ritme kerja Sergio Marchionne yang 24 jam kerap membuat orang lain tergagap - dok.Istimewa

Jenewa, Motoris – Hajatan Geneva Motor Show 2019 menjadi perhelatan yang istimewa. Lebih dari 80 orang juri World Car Award di perhelatan tersebut menganugerahi almarhum Sergio Marchionne sebagai World Car Person of the Year 2019.

Seperti dilaporkan laman Globalfleet, Autocar, dan NDTV, Rabu (6/3/2019), penganugerahan itu diberikan pada Selasa (5/3/2019) di Jenewa, waktu setempat.“Marchionne yang meninggal Juli 2018 lalu merupakan sosok bertangan dingin yang mengubah peta industri otomotif dunia. Dedikasi dan kerja kerasnya telah menumbuhkan harapan baru di industri otomotif,” tulis laman Lastampa.it mengutip pernyataan juri.

Tak berlebihan. Pria berdarah Italia-Kanada kelahiran 1952 itu sesama hidupnya, dikenal sangat cekatan membenahi manajemen perusahaan. Ide-idenya yang kerap melawan arus dan di luar pakem ternyata tokcer dalam mengentaskan perusahaan dari jerat masalah.

“Saya suka memperbaiki berbagai hal yang tumpul menjadi tajam kembali. Fiat perlu diperbaiki sekarang,” ungkapnya setelah penunjukannya sebagai CEO pabrikan itu pada 2004 seperti dilansir Reuters.

Sergio Marchionne – dok.AutoGuide.com

Marchionne tak asal bicara. Hanya dalam dua tahun setelah ditanganinya – yakni dari 2004 hingga 2006- Fiat yang semula keuangannya morat-marit, kembali membukukan keuntungan. Prestasi mencorong lain dari jebolan Universitas Toronto, Kanada dan Universitas Windsor, Inggris, itu adalah saat merger antara Fiat dengan Chrysler.

Tak hanya lolos dari lubang maut kebangkrutan, keduanya bahkan mampu mencetak keuntungan. Produk-produk baru yang dibuat dengan berbagi platform menjadi darah baru bari kedua perusahaan.

Bahkan di pasar diminati konsumen. Harapan baru pun menyeruak di tengah para karyawan perusahaan. Ujungnya, nama Marchionne pun kembali semerbak harum.

Penggila kerja

Atas keberhasilannya itulah, dia didapuk  sebagai Chief Executive Officer  Chrysler. Jabatan itu dipegangnya mulai tahun 2009, sebelum akhirnya menyatukan Fiat dan Chrysler pada tahun 2014. Di tangannya, saham Fiat dan Chrysler di beberapa bursa saham dunia melonjak. Nilai  dan kapitalisasinya berlipat.

Jadi tak heran jika eksekutif dunia  menyebutnya sebagai “si Midas” penggila kerja.Maklum, sentuhan tangan dingginya telah mengubah sesuatu yang telah terpuruk menjadi moncer.

Ilustrasi kantor FCA – dok.Istimewa

Marchionne yang hijrah ke Kanada pada umur 14 tahun itu memang dikenal gila kerja. Meski di tengah deraan penyakit bahu kanannya, dia masih bekerja hingga larut malam. Bahkan hingga dini hari.

Dia berusaha keras melawan penyakit tersebut melalui kerja keras. Namun, Tuhan berkehendak lain. Pada Juli 2018 “si Midas” dipanggilnya. Dia menghembuskan nafas terakhir setelah melalui serangkaian operasi dan pengobatan. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This