Gunadi Sindhuwinata, Sosok “Humble” Pembagi Pencerahan

Gunadi Sindhuwinata, Sosok “Humble” Pembagi Pencerahan
Gunadi Sindhuwinata bersama pengurus Gakindo Jongkie Sugiarto (kiri) dan Menteri Perindustrian (saat itu) Saleh Husein - dok.Setkab

Jakarta, Motoris – Dunia otomotif Indonesia kehilangan salah satu putera terbaiknya, Gunadi Sindhuwinata, yang berpulang ke Sang Khalik, Selasa (2/9/2019) pukul 16.38 WIB dalam usia 72 tahun. Sosok yang dikenal ramah ini tak hanya memiliki catatan cemerlang dalam kiprahnya di sektor otomotif nasional maupun internasional.

Pak Kang, begitu kami – para awak media – menyapanya, lahir tahun 1947. Dia merupakan seorang yang mengutamakan pendidikan terbaik. Pada tahun 1976 – dalam usia 39 tahun – Pak Kang berhasil menyelesaikan Teknik Mesin dari University of Stuttgart, Jerman.

Enam tahun kemudian, atau tahun 1982 gelar doktor di bidang teknologi energi dari universitas yang sama, berhasil diraihnya. Tak hanya dalam dunia pendidikan, Gunadi moncer, tetapi juga dalam karir profesi maupun organisasi.

Setelah sempat mencicipi berberapa jabatan di perusahaan lain, pada tahun 1992, Gunadi bergabung dengan Indomobil Group, dan menduduki jabatan Managing Director PT Indomobil Suzuki Internasional.

Jabatan strukural tertingi yang dicapainya di grup ini adalah Direktur Utama yakni pada tahun 2002. Jabatan non struktural, yakni Presiden omisaris, dia duduki pada tahun 2011.

Gunadi Sindhuwinata – dok.Kabar24 Bisnis.com

Dengan sederet pengalaman dan ilmu yang dimilikinya, Gunandi merupakan narasumber yang “disukai” kalangan media. Gamblang, rasional, lugas yang diucapkan dengan gaya yang akrab merupakan ciri khas pria bersuara bariton ini.

Dia juga selalu menyapa reporter dengan mengawalinya “apa kabar? Wah lama kita lama enggak bertemu. Kemana saja?” begitulah sederet kalimat yang terlontar dari Gunadi ketika bertemu dengan seorang jurnalis. Bahkan, reporter yang bersangkutan belum pernah dia kenal sekalipun.

Gaya luwes Gunadi juga diakui sejumlah para koleganya, termasuk para pejabat pemerintahan baik sipil maupun militer, termasuk Polri. Mantan Kepala Korps Lalu-lintas, Condro Kirono, menyebut Gunadi sebagai orang yang tak hanya enak diajak berdiskusi, tetapi juga selalu bersedia berbagi pengalaman dan ilmu. Dia lebih sebagai sosok “humble” yang berbagi – bukan menggurui – dengan membagi pencerahan.

“Pak Gunadi yang saya kenal, adalah sosok yang humble. Beliau, selalu sharing soal pengalaman dan ilmu tanpa bermaksud menggurui. Orangnya juga easy going, tak membeda-bedakan orang. Kemampuan analitisnya juga mumpuni,” papar dia saat dihubungi.

Maklum, Pak Kang juga pernah malang-melintang di berbagai organisasi dalam waktu yang cukup lama. Ibaratnya, dia telah kenyang makan “asam-garam” dunia organisasi baik yang terkait langsung dengan bidang otomotif.

Tercatat, Gunadi pernah menjabat Ketua Komite Tetap KADIN Indonesia untuk peningkatan produktivitas. Kemudian Presiden dari Ikatan Ahli Teknik Otomotif Indonesia. Presiden Federation of Asia Motorcycle Industries.

Gunadi – dok,Indomobil

Bahkan di industri sepeda motor, Pak Kang menjabat Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) selama dua periode. Dia mulai menjalankan tugas sejak tahun 2007.

Selain itu, di perkumpulan alumni Jerman, Gunadi juga aktif. Seperti halnya Condro Kirono, seorang alumni Jerman, Fani Harsono, menyebut Gunadi sebagai sosok yang ramah, luwes, dan rendah hati. “Itu yang membuat Pak Kang banyak memiliki teman” ujar dia saat dihubungi di Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Penilaian itu tak salah. Saya sebagai pribadi pun berkali bertemu dengannya untuk wawancara atau sekadar mengobrol santai. Guandi tak berubah, dia tetap humble, penuh empati. Guyonan yang diikuti tawa renyah selalu terseip dalam pembicaraan, yang menandakan pertemuan dengannya ceria dan penuh kedamaian.

Sedamai kepulangannya ke Sang Khalik kemarin. “Selamat Jalan Pak Kang, doa terbaik kami menyertaimu,” (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This