Rudratej Singh, Pengukir Prestasi Royal Enfield Itu Telah Berpulang

Rudratej Singh, Pengukir Prestasi Royal Enfield Itu Telah Berpulang
Rudratej Singh - dok.Free Press Journal

New Delhi, Motoris – Rudratej “Rudy” Singh adalah sosok yang sangat berjasa besar bagi Royal Enfield. Betapa tidak, di tangan pria kelahiran tahun 1973 itulah, dalam tempo empat tahun pabrikan itu mampu merebut pangsa pasar dua kali lipat di India, dengan keuntungan berlipat.

Rudy memang bukan sosok pekerja biasa. Penuh inisiatif, cerdas, energik, disiplin, tetapi gaul. Itulah gambaran umumnya. Sederet prestasi pun telah diukirnya sejak dia memulai karir pada tahun 1996. Seabrek penghargaan juga diterimanya, baik dari dalam maupun luar negeri. Salah satunya, Marketer of the Year 2012 dari World CMO Council.

Jabatan mentereng di perusahaan-perusahaan top dunia pernah diembannya. Moncernya prestasi dan lempangnya perjalanan karir Rudy seperti ini, hampir sama dan sebangun dengan rekam jejak pendidikan yang dikenyamnya, yakni  berprestasi di lembaga bonafide.

Pria yang dibesarkan di New Delhi ini tercatat menamatkan pendidikan di Sekolah Angkatan Udara Bal Bharati, angkatan 1990. Selepas dari pendidikan itu, dia melanjutkan belajar di Fakultas Ekonomi Jurusan Perdagangan Universitas Delhi dan lulus pada tahun 1993.

Rudratej Singh (kiri) saat peluncuran Thunderbird 500X dan Thunderbird 350X – dok.Jamabiker

Tamat dari pendidikan ini, di sela-sela kesibukannya bekerja, Rudy mengambil gelar Master Business Administration di IMT. Bahkan pada tahun 2014 mendapatkan beasiswa mengikuti Program Manajemen Lanjutan di Harvard Business School.

Adapun karirnya dimulai di Dabur India Limited pada tahun 1996 sebagai Senior Product Manager. Di perusahaan ini dia mendapat posisi lumayan. Tapi, tahun 1998 memilih hijrah ke Hindustan Unilever, tepatnya Agustus 1998.

Di perusahaan asal Rotterdam, Belanda, ini karirnya terbilang mencorong. Terbukti, hanya dalam tempo dua tahun, dia sudah dipromosikan sebagai Senior Brand Manager. Rudy kembali mencetak prestasi. Dia menjadi sosok kunci penciptaan merek master Brooke Bond.

Berkat prestasinya itulah, sosok periang namun serius itu dipercaya menempati posisi Senior Manager di Hindustan Unilever Ltd dan Unilever PLC dengan tugas pemasaran ke berbagai negara maju dan berkembang. Lagi-lagi, prestasi diukirnya, dan berbuah promosi. Dia dipercaya sebagai Vice President Unilever di Singapura.

Rudratej Singh saat menjelaskan recana kehadiran Royal Enfield 650 – dok.Youtube

Mengukir prestasi Royal Enfield
Meski menempati “kursi empuk’ dengan pangkat mentereng sebagai Vice President Unilever Singapura – dan tentunya dengan gaji maupun fasilitas yang di atas rata-rata – ternyata tak membuat Rudy merasa di zona nyaman dan berhenti mencari tantangan baru. Terbukti, Januari 2015 dia mengundurkan diri dari perusahaan tersebut.

Pria penyuka olah raga golf ini memilih bergabung dengan Eicher Motors Limited (EML) sebagai direktur bisnis dari salah satu flagship merek otomotif pabrikan itu, yakni Royal Enfield. Seperti diketahui EML adalah perusahaan otomotif India yang pada tahun 1990 berkongsi dengan Royal Enfield, dan tahun 1994 mengambil alih manajemen pabrikan tersebut.

Ilustrasi, diler Royal Enfield – dok.Ultimate Motorcycling

Singkat cerita, meski sebelumnya tak punya pengalaman di dunia otomotif, toh ternyata dia sanggup menjalaninya. Bahkan, lebih berprestasi. Dia terbukti piawai meracik strategi. Salah satunya, memperkuat citra merek – dengan memupuk kebanggaan terhadap merek itu –  dan bergerilya dari kota ke kota menggenjot penjualan di pasar lokal India yang notabene rumah dan kampung halamannya.

Jurusnya ternyata tokcer. Dalam empat tahun masa jabatannya, dia berhasil merebut pangsa pasar lebih banyak. Jika di tahun 2014 – atau sebelum dia bergabung – pangsa pasar Royal Enfield masih 3,3%, di tahun 2018 sudah 6,9% p. Bahkan, pabrikan ini menjadi salah satu perusahaan paling menguntungkan di India.

Fakta berbicara, keuntungan grup EML itu pada kuartal pertama 2016 – seperti dilansir Business Standard – tumbuh 71,3%. Meletupnya keuntungan itu berkat menggelumbungnya penjualan Royal Enfield.

Sekadar catatan, pada tahun 2017 Rudy telah didapuk sebagai Global President Royal Enfield. Tugasnya, memimpin divisi Global Sales and After Sales, Brand Building, New Product Development Strategy hingga ekspansi ke berbagai sektor, antara lain aksesoris, apparel dan komponen.

Rudratej Singh saat peluncuran salah satu varian terbaru BMW Seri 3 di India – dok.Autocar Professional

Dia telah berada di gerbang puncak karir di pabrikan tersebut. Tapi, ternyata Rudy belum berpuas diri. Pada Agustus 2019 dia pamit dari Royal Enfield dan bergabung dengan BMW Group India. Dia tempat anyar itu dia menempati posisi President & Chief Executive Officer.

Hanya sayang, jabatan itu didudukinya kurang lebih sembilan bulan. Pada hari Senin (20/4/2020) dia merasakan dadanya sesak dan ulu hatinya serasa tertusuk. Tubuhnya limbung dan kemudian ambruk.

Dokter yang menanganinya – tak lama setelah kejadian itu – menyatakan pria yang aktif di kegiatan amal itu mengalami serangan jantung. Rudy pun telah “berpulang” ke haribaan Sang Pencipta. Pria yang aktif di kegiata amal untuk kaum miskin India ini meninggal pada usia 46 tahun, tepat di saat berada pada posisi puncak karirnya. Selamat jalan Rudy…. (Ara/Berbagai sumber)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS