Berkekayaan Rp 4,1 Triliun, Lewis Hamilton Atlet Tertajir di Inggris

Berkekayaan Rp 4,1 Triliun, Lewis Hamilton Atlet Tertajir di Inggris
Lewis Hamilton - dok.Getty Image via The Sun.co.uk

London, Motoris – Pembalap Formula 1 (F1) dari tim Mercedes-Benzm Lewis Carl Hamilton, dinobatkan harian ternama Inggris, The Sunday Times, sebagai atlet paling kaya di tahun 2020 ini. Hammy – begitu dia akrab disapa  memiliki kekayaan senilai 224 juta poundsterling atau sekitar Rp 4,2 triliun (kurs moderat, 1 poundsterling = Rp 18.431).

Seperti dilaporkan Reuters, Kamis (14/5/2020), kekayaan pria kelahiran Stevenage, Inggris, 7 Januari 1985 itu saban tahunnya bertambah 40 juta poundsterling atau sekitar Rp 737,2 miliar. Tambahan tersebut terjadi setelah dia mengikat kontrak dengan tim Mercedes-Benz pada tahun 2013 lalu.

Sebelumnya, laporan The Sun menyebutm pada Februari lalu majalah ekonomi Forbes menempatkan juara dunia balap F1 enam kali itu, di urutan ke-13 dalam daftar atlet dengan bayaran termahal di dunia. Bayarannya disebut menyentuh angka 43 juta poundsterling atau sekitar Rp 792,5 miliar per tahun.

Lewis Hamilton saay berusia 10 tahun pada pada Januari 1995 menjuarai balap Gokart di Inggris – dok.Formula1.com

Namun, fulus sebanyak itu bisa diperoleh pembalap F1 yang pernah mengalami isu sentimen ras (karena ayahnya berkulit hitam) ini bukanlah sebuah kebetulan atau terjadi secara tiba-tiba. Prestasi merupakan buah dari perjuangan dan usaha kerasnya sejak usia anak-anak.

Pahit getir perjalanan hidup, bahkan telah dialaminya sejak usia balita. Ibunya, Carmen Brenda Larbalestier, berpisah dengan sang ayah – Anthony Hamilton – ketika dia baru berusia dua tahun atau pada tahun 1987. Sejak saat itulah dia tinggal bersama ibu dan dua saudara tirinya.

Pada tahun 1993 – atau saat usianya menginjak 8 tahun – Hamilton mulai belatih balapan Gokart. Hobi yang dianggapnya sebagai jalan mewujudkan impiannya sebagai pembalap F1 itu nyaris kandas ketika, ketika ibunya mengkhawatirkan kegiatan itu. Tetapi dia terus membalap, bahkan menjadi juara.

Kegiatannya membalap semakin enjadi ketika dia berpindah dan tinggal bersama ayahnya, yakni saat usanya 12 tahun. Tiga tahun kemudian, dia semakin aktif di berbagai laga.

Lewis Hamilton bersama aktor kondang Holywoodm Will Smith – dok.Forbes

Segudang prestasi
Hamilton selalu berusaha menunjukan impian dan jalan hidup yang dipilihnya tidaklah sia-sia. Dunia balap menjadi sebuah pilihan jalan hidup. Lantaran itulah, dia berusaha keras menjadi yang terbaik atau juara. Ternyata, hasilnya tak sia-sia.

Terbukti, Pada tahun 2000 di bawah bendera Tim MBM, dia berhasil menjadi juara European Formula A Championship. Tak tanggung-tanggung, dari 9 seri balalapan dia memenangi 4 seri dengan total poin 75, dan di tahun yang sama dia memenangi Formula A World Cup.

Lewis Hamilton kecil saat berbincang dengan Pangeran Charles – dok.Reuters

Singkat cerita, dalam perjalanan lomba demi lomba Hamilton mampu menguktir prestasi bersama sejumlah tim, antara lain Manor Motorsport, Formule 3, dan ART Gran Prix. Tahun 2007 dia dikontrak tim Vodafone Mercedes-Benz hingga tahun 2012 untuk membalap di laga Formula 1.

Sejumlah prestasi – dan salah satunya titel juara dunia pada tahun 2008 – mampu diukirnya di sejumlah seri dan sirkuit. Alhasil, berkat prestasinya itu pula, pada tahun 2013 tim Mercedes-Benz menngaet dan mengontraknya.

Lagi-lagi, sejumlah prestasi berhasi dia torehkan. Sejak tahun 2013 hingga 2019 misalnya, sudah lima kali titel juara dunia balap F1 dia gondol. Sejarah itu dia patri pada tahun 2014, tahun 2015.

Lewis Hamilton di depan mobil F1 tunggangannya untuk membalap di laga balap F1 – dok.Sporty Tell

Kemudian di tahun 2017, tahun 2018, dan paling anyar tahun 2019. Sedangkan di tahun 2016, dia menempati posisi juara kedua alias runner-up. (Fan/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This