Karena Ini, Ketua MPR RI Rela Jadi Ambassador Modifikasi

Karena Ini, Ketua MPR RI Rela Jadi Ambassador Modifikasi
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat menerima pengurus NMAA yang dipimpin Andre Mulyadi di ruang kerjanya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, 20 Juli 2020 - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo menyatakan bersedia menjadi Ambassador atau Duta industri modifikasi di Tanah Air. Sebab, baginya modifikasi otomotif bukanlah sekadar unjuk ide-ide kreatif, namun juga menjadi trigger penggerak roda perekonomian nasional, bahkan di kala kondisi krisis sekali pun.

Kesediaan pria yang akrab disapa dengan Bamsoet menjadi Duta itu diungkap founder National Modification & Afternarket Association (NMAA) Andre Mulyadi, setelah bersama pengurus NMAA lainnya bertemu dengan Bamsoet di ruang kerja Ketua MPR RI, di Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2020).

“Beliau sangat mendukung dan yakin bahwa ide dan proses kreatif akan menjadi solusi di tengah pandemi. Pak Bamsoet sangat care terhadap industri modifikasi, bukan karena industri mengasah kreatifitas, menjadi pemersatu masyarakat dari berbagai latar belakang, tetapi juga menjadi salah satu solusi ekonomi di tengah pandemi (wabah virus corona/Covid-19). Itulah kejelian Pak Bamsoet dalam melihat potensi anak negeri ini. Bahkan, beliau berkenan menjadi Ambassador industri modifikasi Indonesia,” papar Andre kepada Motoris, di Jakarta, Senin (20/7/2020).

Bagi Andre yang juga Project Director dari Indonesia Modification Expo (IMX), kesediaan Bamsoet tersebut menjadi sebuah dukungan moral tersendiri. Tak terkecauli terhadap IMX 2020 yang bakal digelar secara hybrid pada Oktober nanti, di tengah pandemi, yang hingga kini masih belum lenyap dari RI.

Bambang Soesatyo mengaku kesengsem dengan mobil yang telah direstorasi saat bertandang ke arena IMX 2018, di Balai Kartini, Jakarta – dok.Motoris

Sebab, menurut Andre, kelangsung perhelatan pameran hasil modifikasi bukan hanya memiliki efek domino tetap terjaganya ide dan proses kreatif para pelaku industri ini. Tapi, juga memberikan “pelumas” sekaligus penarik perputaran laju produksi di industri komponen maupun perlengkapan pendukung alias industri after market.

“Saya kira, Pak Bamsoet juga melihat hal itu. Karenanya beliau sangat mendukung upaya kami untuk melangsungkan IMX 2020 yang beradaptasi dengan kondisi pandemi, dimana penyelenggaraan dilakukan secara hybrid (paduan offline dengan online alias virtual) dan pengunjung bisa membeli tiketnya secara online. Apalagi, beliau juga seorang penggemar otomotif,” terang Andre.

Faktanya, Bamsoet bukanlah sosok pehobi memodifikasi kendaraan bermotor – baik roda empat maupun roda dua – kemarin sore. Dia tercatat pehobi modifikasi kawakan. Di gelaran pameran modifikasi yang digelar – jika ada kesempatan – pria kelahiran Jakarta 10 September 1962 itu terlihat hadir.

Bahkan,pria yang pernah mencicipi dunia kewartawanan itu tak sungkan ikut berbelanja atau memesan part-part untuk modifikasi di booth sebuah pameran. Hobi seperti itu sudah berlangsung jauh sebelum dia menjabat sebagai Ketua lembaga tertinggi di negeri ini. Dia juga tercatat sebagai seorang “penggila” motor gede dan mobil-mobil eksotik bernilai tinggi.

Bambang Soesatyo saat masih menjabat Ketua DPR RI mengunjungi Indonesia Modification Expo (IMX) 2018 – dok.Motoris

Mendorong home industri modifikasi
Kejelian Bamsoet yang berlatar belakang pengusaha dalam melihat kegiatan modifikasi bukan sekadar dari sudut pandang hobi, tetapi juga kegiatan ekonomi produktif yang memberi kontribusi pertumbuhan ekonomi negeri. Terlebih di saat kondisi pandemi seperti sekarang ini.

Sebelumnya, saat menerima pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat di Jakarta, 13 Juli lalu, Bamsoet menyatakan keinginannya untuk mendorong berkembangnya home industri motor dan mobil custom atau modifikasi otomotif)sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif. Menurutnya, karena potensi pengembangan dan prospek bisnis usaha kecil menengah modifikasi otomotif sangat tinggi.

“Di Amerika Serikat, dalam salah satu market reseacrh menemukan ada kecenderungan anak-anak muda tak lagi aktif membeli mobil. Mereka memilih memodifikasi mobil yang sudah ada. Kalaupun mau membeli, mereka memilih membeli mobil yang sudah dimodifikasi. Bukan tak mungkin hal tersebut juga akan terjadi di Indonesia. Memiliki 64 juta penduduk berusia 16-30 tahun, membuat pengembangan usaha modifikasi otomotif sangat cerah,” papar dia.

Pengunjung IMX 2019 yang digelar 28 – 29 September 2019 – dok.Motoris

Mantan Ketua DPR RI ini berpendapat, besarnya jumlah penduduk berusia muda juga menjadi kunci utama Indonesia menjadi pemain utama dalam kancah usaha modifikasi otomotif dunia. Bahkan, kata dia, salah satu pakar sepeda motor asal Amerika Serikat, Shige Suganuma, telah mengakui kualitas motor custom Indonesia.

“Pengakuan tersebut menunjukan bahwa usaha modifikasi otomotif Indonesia sudah mendapat pengakuan dunia. Sebelumnya, para pemerhati otomotof dari Jepang, Italia, dan Prancis juga telah memberikan pengakuan serupa,” urai Bamsoet.

Pria yang juga Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini kemudian memberi contoh dampak ekonomi industri modifikasi terhadap ekonomi dengan menyebut perputaran uang di segmen usaha modifikasi otomotif di hajatan Indonesia Modification Expo (IMX).

Ilustrasi, beberapa mobil dan motor hasil modifikasi karya modifikator anak bangsa yang disajikan di hajatan IMX 2019 – dok.Motoris

“IMX 2020 yang akan digelar pada Oktober 2020 di Jakarta, menargetkan 25.000 pengunjung. Sebelumnya di tahun 2019, ajang pameran ini mampu mencatat transaksi hingga Rp 3,8 miliar dari 22.534 pengunjung. Belum lagi ditambah dari ajang serupa di berbagai daerah. Bidang usaha ini termasuk yang mampu menyelamatkan perekonomian Indonesia dari keterpurukan,” ujar Bamsoet. (Fan/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS