Setelah Tanggalkan Jabatan CEO, Osamu Masuko Mundur sebagai Chairman Mitsubishi Motors

Setelah Tanggalkan Jabatan CEO, Osamu Masuko Mundur sebagai Chairman Mitsubishi Motors
Osamu Masuoka - dok.Associated Press

Tokyo, Motoris – Mitsubishi Motors Corporation (MMC) Jumat (7/8/2020) mengumumkan pengunduran diri Osamu Masuko sebagai Chairman pabrikan, karena alasan kesehatan. Sebelumnya, pria 71 tahun yang mulai berkiprah di MMC sejak 15 tahun lalu itu, pada 21 Juni 2019 juga telah mengundurkan diri dari jabatan Chief Executive Officer (CEO) pabrikan berlambang tiga berlian tersebut.

Seperti dilaporkan laman Nippon dan Japan Times, Jumat (7/8/2020), MMC tak merinci masalah kesehatan yang menjadi alasan pria kelahiran 19 Februari 1949 itu. Pabrikan hanya menyatakan, Masuko yang menjabat sebagai chairan sejak enam tahun lalu itu akan berkonsentrasi pada pemulihan kesehatannya.

“Chief Executive Officer Takao Kato untuk sementara akan mengambil peran ketua mulai Jumat (7/8/2020). Masuko akan tetap sebagai penasihat khusus perusahaan,” bunyi pernyataan MMC.

Masuko dikabarkan telah meminta mundur dari jabatannya pada 27 Juli lalu, yakni setelah MMC mengumumkan program bisnis jangka menengah. Saat itu dia meminta mundur untuk berkonsentrasi pada perawatan medis.

Bos Nissan-Renault bersalaman dengan CEO Mitsubishi Motors Corporation usai penandatangan kerjasama Nissan-Mitsubishi – dok.NissanNews.com

Masuko yang sebelumnya tercatat sebagai seorang pejabat di Mitsubishi Corporation – perusahaan di bawah payung Mitsubishi Group yang berkonsentrasi pada perdagangan dan menyuntik pendanaan ke MMC- ditugaskan ke MMC sebagai chief executive pada tahun 2004. Tugasnya adalah merekonstruksi pabrikan yang saat itu berada dalam kondisi krisis, yang mendera sejak awal tahun 2000-an.

“Karena pada saat itu MMC hampir dipaksa keluar dari bisnisnya setelah para eksekutif senior mengaku menutupi kerusakan kendaraan selama beberapa dekade,” tulis Financial Times, Jumat (7/8/2020).

Sejak menjabat presiden MMC pada tahun 2005, Masuko bekerja keras untuk mewujudkan aliansi dengan Nissan Motor Company dan Renault SA. “Karena itu, pengunduran dirinya diperkirakan bakal berpengaruh kepada aliansi,” kata seorang sumber di pabrikan yang dikutip Nippon.

Sementara, pada pekan lalu, MMC memproyeksikan hingga akhir tahun fiskal 2020/2021 yang berakhir Maret 2021 bakal membukukan kerugian operasional sebesar 140 miliar yen. Pabrikan juga menyatakan akan menutup pabrik perakitan SUV Pajero di milik anak perusahaannya yang berlokasi di Ghifu, Jepang bagian tengah, demi memangkas biaya.

Masuko turun dari jabatan president MMC pada tahun 2014, tetapi dia didapuk sebagai chairman. Dua tahun mengemban jabatan itu, dia kembali menghadapi kondisi sulit ketika MMC tersandung kasus manipulasi data tingkat efisiensi konsumsi bahan bakar pada tahun 2016. Seperti dilaporkan Bloomberg, Rabu (20/2016) uji efisiensi kendaraan telah dimanipulasi dari sebelumnya 5% menjadi 10%.

Ilustrasi, produksi mobil Mitsubishi Pajero di Jepang – dok.Nikkei Asian Review

Presiden MMC – kala itu – Tetsuro Aikawa, menyatakan, tindakan itu dilakukan secara sengaja. Dia menegaskan pihaknya tengah menyelidiki siapa yang bermain di kasus ini.

Akibatnya, 620.000 kendaraan yang diproduksi Mitsubishi dalam tiga tahun terakhir harus ditarik. Pada saat yang sama penjualan turun sangat signifikan, dan keuangan perusahaan dalam kondisi sulit.

Pada tahun itu pula, Masuko bernegosiasi dengan Carlos Ghosn untuk mencari solusi. Maklum, Ghosn yang pada tahun 1999 berhasil membuat aliansi Renault dengan Nissan dan berujung dibelinya 43% saham Nissan oleh Renault telah didapuk sebagai piminan tertinggi Nissan pada 2001.

Carlos Ghosn bersama CEO Mitsubishi Motors Corporation, Osamu Masuko – dok.Istimewa

Negosiasi Masuko – Ghosn tersebut membuahkan hasil Nissan membeli 34% saham MMC. Pembelian tersebut senilai US$ 2,2 miliar. (Fer/Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This