Kesrimpet Skandal Emisi, Eks Bos Audi Terancam Bui

Kesrimpet Skandal Emisi, Eks Bos Audi Terancam Bui
Eks CEO Audi AG, Rupert Stadler - dok.Car Dealer Magazine

Munich, Motoris – Bekas Chief Executive Officer (CEO) Audi AG, Rupert Stadler, Rabu (30/9/2020) kemarin menjani persidangan di Pengadilan Munich, Jerman, terkait perannya dalam skandal kecurangan tingkat emisi atau manipulasi standar emisi di mobil diesel buatan Audi dan Volkswagen. Skandal ini terungkap lima tahun lalu setelah lembaga di Amrika Serikat melakukan investigasi atas dugaan kecurangan itu.

“Dia (Stadler) tiba di pengadilan dengan menggunakan Mercedes-Benz untuk menghadapi persidangan yang diperkirakan akan berlangsung hingga 2022 nanti. Stadler dituduh secara sengaja menjual mobil yang telah memanipulasi perangkat lunak mesin yang tidak memenuhi standar lingkungan, agar terlihat memenuhi standar tersebut,” tulis Reuters dan Associated Press, Kamis (1/10/2020).

Stadler, 57 tahun, dihadirkan di hadapan pengadilan distrik Munich untuk menjawab tuduhan penipuan, pemalsuan sertifikasi, dan iklan palsu mobil-mobil yang tingkat emisinya tak sesuai standar. Eks manajer Audi dan Porsche Wolfgang Hatz dan dua insinyur Audi juga diadili bersama Stadler, dengan tuduhan yakni penipuan.

Ilustrasi, mobil Audi – dok.Autocar

Pada September 2015 lalu, pabrikan otomotif terbesar di Jerman, Volkswagen (VW) bersama anak perusahaannya – Porsche, Audi, Skoda dan Seat – mengakui bahwa mereka telah memasang perangkat lunak untuk mengelabui tingkat emisi mobil-mobil diesel produknya. Akibatnya, tingkat emisi 11 juta kendaraan diesel buatan mereka – yang semestinya tak lolos uji standar emisi – bisa lolos, dan dijual di seluruh dunia.

Baik VW maupun Stadler awalnya menolak semua tuduhan tersebut. Bahkan, pabrikan mengatakan, manipulasi tindkat emisi gas dengan memasang perangkat lunak agar terlihat lebih rendah dari semestinya itu adalah ulah segelintir karyawan rendahan. Tak ada manajer senior yang terlibat.

Proses pidana atas skandal itu telah terjadi di Amerika Serikat yang berujung pada pemenjaraan dua karyawan Volkswagen. Di Jerman tidak ada keyakinan atas penipuan tersebut. Namun, sejumlah karyawan yang menjadi saksi di persidangan yang berlangsung di Negeri Paman Sam itu menyatakan, Rupert Stadler tahu persis mobil yang tak memnuhi standar itu dan membiarkan penjualannya berlangsung hingga beberapa tahun.

Rupert Stadler tiba di pengadilan distrik Munich Jerman – dok.Peterborough Examiner

Kini pengadilan distrik Munich kembali mebuka kasus itu, dan membcakan dakwaan setebal 90 halaman kepada orang-orang yang dinilai harus bertanggung jawab atas skandal yang memalukan itu, termasuk Stadler. Jika terbukti, mereka bisa dibui hingga 10 tahun. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This