Kekayaan Melesat, Bos Tesla Terkaya Kedua Sejagat

Kekayaan Melesat, Bos Tesla Terkaya Kedua Sejagat
Elon Musk - dok.The Independent

California, Motoris – Hasil riset Bloomberg Billionaires Index yang dilakukan awal bulan ini menunjukkan, nilai kekayaan pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Tesla Inc, Elon Musk, telah bertambah dan menjadi 127,9 miliar atau sekitar Rp 1.815 triliun (kurs US$ 1= Rp 14.190). Dengan demikian, Musk bertengger di posisi kedua orang terkaya sedunia menggeser Bill Gates dan bos Facebook, Mark Zuckerberg.

Seperti dilaporkan laman Fortune, dan The Los Angeles Times, Selasa (24/11/2020), kekayaan Musk bertambah US$ 100,3 miliar. Sementara, pada saat yang sama kekayaan Bill Gates – yang sejak tahun 2017 lalu digeser bos Amazon, Jeff Bezos, hingga melorot ke uritan kedua – saat ini sebesar US$ 127,7 miliar.

Pada tahun 2018 lalu, investor sepakat mengganjar Musk dengan bonus – yang diberikan secara bertahap hingga 10 tahun – jika dia berhasil mencapai target. Bonus akan diberikan jika Musk berhasil mengatrol kapitalisasi pasar Tesla Inc dari US$ 55 miliar menjadi US$ 100 miliar.

Pendiri Tesla Inc, Elon Musk, di salah satu mobil listrik buatan Tesla – dok.Istimewa

Bahkan jika kapitalisasi pasar pabrikan yang berbasis di Palo Alto, California, itu menjadi US$ 650 miliar bonus yang lebih gede akan diberikan. Kini nilai pasar Tesla Inc di bursa saham telah mencapai US$ 500 miliar atau melebihi raksasa ritel Amerika Serikat, Walmart Inc.

Sebelumnya, pada September lalu, Musk telah menggusur posisi menggeser posisi CEO Facebook Mark Zuckerberg sebagai orang terkaya di dunia. Dan tak dinyana, hanya dalam waktu dua bulan posisi Musk di daftar orang paling tajir sejagat meningkat ke urutan kedua.

Mobil listrik Tesla Model 3 yang diproduksi di Cina – dok.Voice of America

Pada September itu, seperti dilaporkan The Guardian nilai kekayaan Musk mencapai US$ 106 miliar. Nilai kekayaan pria berusia 49 yang juga pemilik 20% saham Tesla tersebut membubung seiring dengan melambungnya harga saham pabrikan, karena semakin moncernya mobil listrik di pasar dunia. (Die/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This