Cuan Investasi Warren Buffet di BYD Melesat, Berawal dari Bisikan Sahabat

Warren-Buffet-dok.CNBC_.com_

Nebraska, Motoris – Siapa yang tak kenal Warren Buffet? Pria asal Omaha, Nebraska, Amerika Serikat berjuluk “Oracle of Omaha” alias peramal dari Omaha itu kesohor karena kepiawaian dan kejituannya dalam meramalkan investasi.

Maklum, sosok kelahiran Nebraska, 30 Agustus 1930 yang berkekayaan US$78,9 miliar atau sekitar Rp 1.104,6 triliun (kurs US1 = Rp 14.000) itu nyaris tak pernah meleset dalam berinvestasi. Dia telah menjadi panutan bagi investor-investor lain yang akan menggelontorkan dana demi meraup cuan investasi.

Hampir di setiap bidang investasi yang dipilihnya untuk membiakkan untung dari modal selalu berhasil. Termasuk di saat memilih untuk berinvestasi di bidang otomotif, khususnya di produsen mobil asal Shenzhen, Guandong, Cina, BYD Automobile Co.Ltd.

BYD e6, salah satu mobil listrik pertama di pasar domestik China, meluncur pada 2012. – insideevs.com

Meski porsi kepemilikan saham Buffet di pabrikan yang berdiri sejak tahun 2003 itu hanya 9,9%, namun nilainya terus membubung. Itu tak lepas dari kinerja penjualan yang ditopang produksi BYD yang dari waktu ke waktu terus mengkilap.

Data KBA Jerman menunjukkan, sepanjang tahun 2010 kapasitas produksi BYD diperkirakan mencapai 700.000 unit per tahun, dan penjualannya baru sebanyak 519.000 unit, Sedangkan sepanjang Januari – November, penjualan mobil elektrfikasi atau energi terbarukan (NEV) BYD tercatat mencapai 160.848 unit.

Ilustrasi, truk Listrik BYD yang dijual di Amerika Serikat – dok.FreightWaves

BYD kini menjadi pabrikan mobil listrik papan atas yang satu kelompok dengan Tesla Inc. Dan nilai sahamnya terus mekar.

Fakta berbicara, ketika Warren Buffet membeli 225 juta kembar saham pabrikan itu – pada tahun 2008 – nilainya masih US$ 1 per lembar, tetapi di akhir tahun 2020 telah mencapai US$ 33 per lembar, artinya nilai per lembar saham naik 33 kali lipat.

Namun, siapa yang menyangka, Warren Buffet mau berinvestasi di pabrikan itu awalnya dari bisikan seorang teman. Charlie Munger, itulah nama sahabatnya yang memberitahu ada peluang untuk berinvestasi di BYD.

Kala itu – tahun 2007 – Munger mengetahui bos yang sekaligus pendiri BYD, Wang Chuanfu, tengah berikhtiar mencari pendanaan bagi perusahaannya untuk mewujudkan ide-ide cemerlang. Menurut Charlie, Wang merupakan sosok yang luar biasa.

Bus listrik buatan pabrikan Cina, BYD – dok.Reuters

Penuh semangat, cerdas, kaya ide cemerlang, ulet, dan gila kerja. Itulah gambaran sosok Wang Chuanfu. Dia tak ubahnya gabungan sosok Thomas Alfa Edison, penemu lampu bohlam dan bos General Electric, Jack Welch.

Charlie pun menghubungi Warren Buffet agar bersedia berinvestasi ke BYD. Terlebih pabrikan itu memiliki portofolio produk kendaraan listrik mulai dari mobil kecil, sedan, SUV, hingga bus maupun truk dengan sumber tenaga dari listrik. Sebuah produk masa depan yang menjanjikan.

Awalnya, Buffet tak percaya begitu saja. Dia mempelajari hasil riset perusahaannya – Berkshire Hathaway, sebuah induk yang mempunyai 63 anak perusahaan – untuk mempelajari profil BYD sekaligus melihat siapa sebenarnya Wang Chuanfu.

“Charlie (Munger) menelepon saya, dan dia mengatakan, Kita harus membeli BYD, orang yang menjalankan perusahaan lebih baik dari Thomas Edison,” kata Buffett dalam sebuah wawancara pada tahun 2018.

Warren-Buffet-dok.Observer

Ternyata apa yang diceritakan Charlie benar. Tak menungu lama, Buffet mengajak Charlie untuk menyiapkan tim guna meminang saham BYD. Dia meminta agar tim itu membeli 25% saham BYD dari Wang.

Ditolak, justeru semakin percaya
Namun, bukannya girang bukan kepala mendengar kabar itu, Wang justeru menolak besaran porsi saham yang hendak dibeli Buffet dan kawan-kawan. Dia memastikan, porsi saham yang boleh merek beli hanya kurang dari 10%, maksimal 9,9%.

Ditolak seperti itu, Buffet semakin yakin bahwa BYD memiliki prospek yang bagus. Karena pendiri, pemilik, sekaligus pengelola perusahaan menolak investasi yang lebih besar, artinya dia sangat yakin akan masa depan dan kinerja perusahaannya.

Warren Buffet – dok.Associated Press

“Dia menolak saham perusahaanya dibeli dalam porsi banyak, itu pertanda bagus. Sebuah keyakinan yang sangat tinggi akan masa depan perusahaan,” kata Buffet.

Dan kesepakatan pun dicapai. Buffet menggenggam 9,9% saham BYD. Dan ternyata, kini pabrikan itu tak hanya moncer di Cina, tetapi produknya juga dikenal di berbagai negara di dunia. (Ara/Berbagai sumber)

CATEGORIES
TAGS
Share This