Bos Besar Suzuki Motor Lengser: Ini Ukiran Prestasi dan Suksesi Osamu Suzuki

Osamu-Suzuki-dok.Nikkei-Asia

Hamamatsu, Motoris – Setelah sepekan lalu Honda Motor Cpmpany (Honda) mengumumkan rencana pengunduran diri (lengsernya) Chief Executive Officer (CEO) Takahiro Hachigo dari jabatannya mulai April nanti, kini giliran Suzuki Motor Corporation (Suzuki). Pabrikan berlambang huruf “S” ini menyatakan, Chairman Suzuki – yakni Osamu Suzuki – juga bakal lengser mulai Juni nanti.

Seperti dilaporkan Bloomberg dan Nikkei, Rabu (24/2/2021), Osamu Suzuki yang berusia 91 tahun itu mengundurkan diri setelah memimpin Suzuki Motor terlama di antara para pemimpin pabrikan otomotif yang ada saat ini. Pria kelahiran Giro, Gifu, Jepang Tengah pada 30 Januari 1930 ini, tercatat memegang jabatan kepala eksekutif selama 22 tahun.

Setelah itu – pemegang gelar sarjana dari Chuo University ini – didapuk sebagai Chairman hingga dua dekade. Sehingga, dia tercatat duduk di kursi pucuk pimpinan Suzuki hampir setengah abad lamanya.

“Ketua (Chairman) Osamu Suzuki akan mundur dari jabatannya saat ini, dalam rapat pemegang saham yang akan digelar pada bulan Juni nanti. Beliau tetap akan menjadi penasehat senior bagi perusahaan,” bunyi pernyataan pabrikan.

Osamu Suzuki bersama President Toyota Motor Corporation Akio Toyoda dalam sebuah acara yang berlangsung beberapa waktu lalu-dok.Istimewa via Christian Science Monitor

Osamu diakui memiliki konsistensi, kejelian, dan semangat yang luar biasa dalam memajukan perusahaan. Berkat sentuhan tangan dinginnya pula, kini Suzuki menjadi salah satu pabrikan kendaraan kecil terbesar di dunia.

Prestasi dan suksesi
Seperti dilaporkan Business Express dan Asia Business Times, Rabu (24/2/2021), kejeliannya dalam melakukan penetrasi bagi produk kendaraan kompak buatan perusahaannya, diakui kalangan industri.

Osamu tak memilih untuk melakukan akusisi atau secara frontal menggelontorkan produk baru untuk membombardir pasar dengan serangkaian promosi yang menguras kas perusahaan

Dengan memilih jalan kompromi melalui sinergi dengan pabrikan lain. Dengan Fiat atau dengan Toyota Motor Corporation di India adalah sedikit dari sejumlah terobosan yang dijalankannya.

Toyota Glanza yang merupakan Suzuki Baleno beremblem Toyota, salah satu contoh mobil hasil sinergi Toyota dengan Suzuki – dok.Autocar Professional

Di India, Suzuki dikenal merajai pasar. Pabrikan tercatat menguasai pangsa pasar mayoritas di negara itu di dua masa jabatan Osamu sebagai presiden Suzuki dari tahun 1978 hingga 2000.

Sekadar informasi, Osamu ditetapkan sebagai Presiden Suzuki pada tahun 1978. Lima tahun kemudian, atau tahun 1983, dia memutuskan untuk melakukan ekspnasi ke India dengan menggandeng mitra lokal. Langkah itu merupakan yang pertama kalinya dilakukan produsen mobil Jepang di India.

Kekuatan Suzuki sebagai spesialis mobil-mobil bermesin kecil dengan harga terjangkau namun tangguh, telah berhasil menggaet hati publik Negeri Sari itu. Tak heran, dalam beberapa tahun kemudian, Suzuki mengukuhkan diri sebagai penguasa pasar di negeri itu.

Toyota yang memiliki mobil bermesin besar, pun harus mengakui Suzuki. Pabrikan yang dipimpin Akio Toyoda itu bersedia bersinergi dengan Suzuki. Pabrikan yang didirikan pada Februari 1909 itu tercatat juga pernah merajut tali kerjasama dengan Volkswagen AG dan General Motors Company meskipun mereka akhirnya gagal.

Maruti Suzuki Alto 800, salah satu mobil bermesin kecil buatan Suzuki di India – dok.CarTrade

Namun, lengsernya Osamu dari singgasana Suzuki di Juni nanti, Suzuki masih menghadapi tantangan yang tak ringan. Di tengah kondisi yang mulai pulih dari pandemi Covid-19 tahun dan permintaan produk mulai meningkat, kini pabrikan – sepertinya halnya hampir semua pabrikan – harus berjuang untuk memenuhi target penjualan di tengah kekurangan chip atau semikonduktor di pasar global.

Suzuki menargetkan laba 160 miliar yen untuk tahun fiskal 2020/2021 yang akan berakhir Maret mendatang. Target ini menyusut hampir seprempat dari tahun fiskal sebelumnya yang mencapai 215 miliar yen.

Meski, transisi menghadapi dinamika pasar dunia maupun internal diyakini bakal berlangsung mulus. Pasalnya, sejak tahun 2015 lalu, Osamu telah melakukan suskesi kepemimpinan dengan menyerahkan jabatan presiden perusahaan kepada puteranya Toshihiro Suzuki.

Osamu Suzuki menyerahkan jabatan Presiden Suzuki Motor Corporation kepada puteranya pada tahun 2015 lalu – dok.Istimewa

Kabar ini mengurangi ketidakpastian pasar tentang suksesi pimpinan dan manajemen di perusahaan tersebut. Walhasil, di awal tahun 2021 ini, saham Suzuki naik 4%. (Ara/Berbagai sumber)

CATEGORIES
TAGS
Share This