Kala Kim Jong Un Bangga dengan Bus Double Decker Buatan Negerinya

Kim Jong Un saat mencoba duduk di bangku bus double decker buatan pabrikan lokal Korea Utara – dok.Istimewa via Yonhapnews

Pyongyang, Motoris – Pemimpin tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea atau Korea Utara – Kim Jong Un – Kamis (25/3/2021) lalu melaklukan inspeksi terhadap versi uji coba bus double decker buatan lokal negerinya. Dengan semringah, pria berusia 38 tahun itu menyaksikan dan menaiki prototipe bus double decker tersebut yang dipamerkan di di gedung Komite Sentral Partai Buruh Korea.

Seperti dilaporkan KCNA Watch dan Yonhapnews, Jumat (26/3/2021), Kim yang didampingi sejumlah pejabat tinggi partai dan pemerintahan itu dengan antusias memeriksa dan menanyakan detil-detik bagian dan fitur bus yang dibuat oleh Pabrik Bus Kota Pyongyang itu.

“Dia naik bus dan mempelajari detil-detil fitur teknis dari bus itu satu per satu. Dia mengatakan, adalah sesuatu yang mengagumkan Kota Pyongyang mulai membuat bus dengan mengandalkan kekuatan teknis dan fondasi produksi sendiri untuk menyelesaikan masalah sarana transportasi umum,” tulis KCNA Watch.

Pemimpin tertinggi Angkatan Bersenjata Korea Utara dengan pangkat marsekal itu juga menyebut bus penumpang yang membantu keindahan kota dan nyaman untuk digunakan masyarakat harus diproduksi secara massal. “Partai (partai buruh yang merupakan satu-satunya partai di negeri itu) akan secara aktif mendukung,” ujar Kim.

Ilustrasi, Kim Jong-un saat dikerumuni anggota tentara wanita Korea Utara di sela-sela menghadiri sebuah acara – dok.NK-News

Hanya, tak disebutkan secara rinci spesifikasi bus tingkat yang tengah diinspeksi oleh putra bungsu mendiang pemimpin Korea Utara Kim Jong-il tersebut. Tetapi yang pasti, bus tersebut merupakan bus kota yang semua komponennya disebut buatan dalam negeri.

Kim menegaskan kemudahan dan kenyamanan angkutan umum bagi warga merupakan salah satu layanan yang harus disediakan pemerintah kota Pyongyang, dan kota-kota besar lainnya di seluruh negeri. Karena itulah, ucap dia, produksi bus tersebut harus dilakukan secara massal dengan tetap mengandalkan kemampuan sumberdaya dan kekuatan teknologi nasional. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This