Andre SuperOEM Hanintya: Apapun Mobilnya Yang Penting OEM!

Andre SuperOEM Hanintya: Apapun Mobilnya Yang Penting OEM!

Bandung, Motoris – Slogan itu cukup membekas di benak Motoris saat berbincang santai dengan sosok pelopor aliran OEM atau Original Equipment Manufacturer, Andre Herdian Hanintya, 34. Nama ini mungkin asing buat sebagian penggemar otomotif, tapi begitu disebut Andre SuperOEM, harusnya lebih familiar.

Julukan ini lumayan beralasan jika melihat sepak terjang Andre dalam dunia modifikasi atau restorasi mobil koleksinya. Aliran OEM adalah pedoman modifikasi yang mengacu pada bentuk standar bawaan pabrik kendaraan. Ragam aksesori yang dipilih juga wajib keluaran standar pabrikan, sesuai katalog model yang dimaksud.

“Jadi mobil kesayangan, kita bangun kembali dengan memasang parts OEM atau bawaan pabrik yang diperuntukkan khusus untuk mobil tersebut. Enggak boleh ada yang custom, semua harus orisinil,” ujar Andre yang juga berprofesi dokter umum kepada Motoris, belum lama ini.

Aliran OEM

Aliran OEM mengharamkan beberapa langkah modifikasi atau restorasi pada mobil. Misalnya, kondisi ceper sampai ambles sehingga struktur kaki-kaki dan bodi berubah. Kemudian, coak sasis ataupun ketok fender sana-sani demi ambisi memasukkan pelek berdiameter besar. Termasuk, ubahan pada bodi seperti wide body atau roll fender serta pemasang bodykit custom yang melenceng sesuai faedah aerodinamika, juga tidak masuk hitungan aliran OEM.

Baca juga: Om Helmie, Sang Kolektor Mobil Built-up Lawas dan Langka

Salah satu koleksi Andre SuperOEM, Toyota Corolla Twincam SEL 1988. (Dok Pri/Motoris)

Masuk ke interior mobil, seluruh komposisi interior juga wajib dibuat atau dikembalikan dalam kondisi orisinil. Opsi cat dasbor, door trim, atau membungkus jok dengan bahan kulit bermotif (custom), bukan pilihan.

Andre mengaku mulai menggeluti aliran ini sejak 2009, ketika masih duduk sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran di Universitas Airlangga. Proses restorasi koleksi mobil dilakukan sendiri di garasi rumah, alias do it yourself.  “Mungkin juga karena saya seorang dokter ya, jadi suka turun tangan sendiri. Mobil ibarat pasien gitu!” kelakar Andre, yang praktik di Bandung, Jawa Barat ini.

Selepas lulus jadi dokter Andre sering nongkrong dari bengkel satu ke bengkel lain,  sembari memperhatikan cara kerja tukang dempul, cat, bongkar mesin, sampai mengurut kabel kelistrikan. Semua keahlian yang dia miliki dipelajari secara otodidak. Akhirnya dengan berbekal ilmu lapangan, dokter Andre mulai aktif hunting mobil rusak/bahan.

Kondisi mobil yang ditemukan juga beragam, mulai yang laik jalan, sampai yang teronggok di kebun. Mobil ini kemudian diselamatkan, dibangun kembali, dan dikembalikan ke masa jayanya dulu. “Buat saya, itu passion pribadi. Beda rasanya beli mobil bekas tapi sudah enak dan tinggal pakai. Saya lebih memilih beli mobil rongsokan tapi bisa dibangun kembali dengan gaya khas saya yaitu OEM,” kata Andre.

Besarnya hasrat Andre pada aliran OEM, berujung pada jejeran koleksi yang banyak mendapat decak kagum para pecinta otomotif. Sudah lebih dari 10 unit mobil yang mendapat sentuhan khas sang dokter SuperOEM. Beberapa koleksi Andre yang cukup tenar, antara lain Corolla DX KE70 lansiran 1981, Corolla GL AE80 (1985), Corolla Twincam SE EE90 (1987), dan Corolla Liftback AE92 (1991).

Baca juga: Livia Cevolini, Dijuluki Elon Musk Wanita dari Italia

Koleksi Andre SuperOEM, Mazda 323 BG Interplay 1993. (Dok Pri/Motoris)

Ada juga beberapa koleksinya yang saat ini sudah pindah tangan ke pemilik lain, seperti: Mazda Interplay (1993), Corolla KE30 (1975), dan masih ada beberapa koleksi lain yang belum terdata.

Enggak Pilih-pilih

Menurut Andre, ketika memutuskan membeli bahan mobil, tak ada pertimbangan khusus. Semua mobil koleksinya diakui Andre bukan berstatus langka, CBU, aneh, atau rare.  Tapi, setelah selesai direstorasi, tentu mobil koleksinya jadi barang langka, karena mobil usia puluhan tahun dengan tampilan dan kelengkapan seperti baru meluncur, otomatis jadi berstatus rare.

“Paling penting, mobil yang kita akan kita restorasi itu punya nilai sejarah bagi pribadi dan ada cerita unik di balik setiap mobil yang kita bangun. Itu serunya bangun mobil! Namun yang paling penting tetaplah apapun mobilnya yang penting OEM,” ujar Andre, semangat.

Andre juga bercerita bahwa hobi yang ia geluti ini pada awalnya ditentang oleh keluarga sampai pernah keluar ultimatum tidak boleh restorasi mobil lagi karena pernah boncos sampai belasan juta rupiah. Waktu itu, parts OEM yang dipesan dari luar negeri, nyangkut di pelabuhan, sehingga tak kunjung tiba.

Baca juga: Miliuner Edan, Campur Cat dengan Debu Bulan buat Hypercar

Koleksi Andre SuperOEM, Toyota Corolla SEG 1996. (Dok pri/Motoris)

Namun, bukan petrolhead kalau dapat mendapat rintangan lalu berhenti. Andre bahkan sampai membuat ibunya marah karena membobol ruang makan demi memperluas garasi, supaya koleksi mobil restorasinya muat lebih banyak. Ini baru namanya totalitas. Keren!

Dengan semakin banyaknya pengikut aliran OEM ini di Indonesia Andre bertekad untuk terus berkampanye aliran ini. Selain itu, juga menekankan pentingnya arti orisinalitas kepada semua pemain otomotif.

“Dengan modifikasi sesuai anjuran pabrik, nilai estetika dan fungsionalitas akan lebih meningkat. Karena dengan gaya dan aksesoris OEM dapat mengembalikan mobil kembali ke masa jaya waktu pertama kali meluncur,” kata Andre.

Jadi bagi pembaca Motoris yang kebetulan memiliki mobil yang mau dimodifikasi atau restorasi, jangan galau. Aliran OEM ini bisa jadi salah satu alternatif acuan. Buat komunikasi atau tukar pikiran Andre SuperOEM juga terbuka, bisa lewat jalur akun Instragram, @andresuperoem. Good luck guys!­ (Vin)

CATEGORIES
TAGS
Share This