4 Langkah Mengurus Klaim Asuransi Pencurian Motor

4 Langkah Mengurus Klaim Asuransi Pencurian Motor

Jakarta, Motoris – Selain sebagai alat transportasi, sepeda motor merupakan barang ekonomi yang punya nilai jual. Alasan ini yang membuat para penjahat memburunya, di samping begitu besar pasar motor, sehingga mudah jual beli di tengah masyarakat.

Pada musim mudik tahun ini, praktik pencurian motor biasanya marak terjadi, menimpa pemilik. Bicara soal apes, situasi ini bisa terjadi pada siapa saja.

Kali ini, Motoris mau membahas bagaimana cara mengurus klaim asuransi kehilangan atau pencurian motor. Pasalnya, biasanya mayoritas konsumen membeli motor dengan skema kredit atau cicilan. Selama belum lunas, sepeda motor otomatis terproteksi dengan asuransi.

Mengutip laman Honda Cengkareng, simak empat langkah yang perlu dilakukan pemilik motor sebagai korban pencurian:

Baca juga: 5 Jurus Honda buat Pemudik Motor

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya-Pesaing C-HR dari Nissan Tambah Ganteng.

1. Segera melaporkan kehilangan motor ke polsek terdekat. Pihak polsek akan meminta kunci dan STNK asli sepeda motor yang hilang atau dicuri. Kalau ini terjadi, pastikan Anda meminta tanda terima, sehingga kalau ada kabar baik soal sepeda motor yang ditemukan lagi, bisa diminta kembali berserta motor.

2. Segera melaporkan ke pihak asuransi atau bisa via leasing. Biasanya pihak leasing akan pararel menginformasikan peristiwa pencurian, sehingga pihak asuransi akan segera merespons. Pihak asuransi akan meminta BPKB asli plus faktur pembelian, fotokopi KTP, SIM, polis asuransi, dan kwitansi kosong bermaterai Rp 6.000 tiga lembar.

3. Perhatikan, jenis praktik kejahatan yang dialami korban. Jika, termasuk kategori penipuan, hipnotis, atau penggelapan, maka saat melaporkan ke polsek terdekat, wajib punya SIM.

4. Tahap selanjutnya, pihak asuransi akan mulai melakukan proses survei atau cek ulang. Proses ini mulai dari mendatangi lokasi kejadian perkara (TKP), wawancara korban, saksi-saki di lokasi, termasuk kordinasi dengan pihak kepolisian. Proses ini agak berbelit, memakan waktu sekitar 30 hari kerja atau sebulan lebih, setelah data lengkap diterima pihak asuransi.

Supaya terhindar dari kondisi yang tidak diinginkan semacam ini, baiknya pemilik sepeda motor lebih wapada dengan kendaraannya. Biasakan parkir di tempat yang aman atau resmi, tambahkan kunci ganda, atau alarm. Meski tak menjamin sepeda motor tidak kecurian, tetapi setidaknya akan mengurangi kesempatan penjahat melakukan kejahatan. (Trk)

CATEGORIES
TAGS
Share This