Cara Mengidentifikasi Aksesori “Uslap” ala Rizoma

Cara Mengidentifikasi Aksesori “Uslap” ala Rizoma

Jakarta, Motoris – Produsen aksesori motor gede (moge) dari Italia, Rizoma, akhirnya punya distributor tunggal resmi di Indonesia, yakni PT Sentra Pratama Motorindo (Sphinx Motorsport). Namanya juga merek kondang, pasti ada saja produk-produk uslap alias palsu yang kemudian mencoba mendompleng kesuksesan satu merek, tak terkecuali Rizoma.

Nah, CEO Sphinx Motorsport Budiman Terianto  langsung memberikan beberapa acuan penting buat bikers, agar tidak tertipu barang palsu, waktu membeli aksesori. Ada sejumlah ciri yang bisa dijadikan indikasi suatu produk palsu.

Pertama, dari sisi harga biasanya ditawarkan lebih miring dari banderol resmi. Kedua, tempat atau jaringan penjual yang bukan resmi dan tersertifikasi oleh distributor. Ketiga, penurunan kualitas barang dalam waktu yang relatif singkat.

Keempat tingkat presisi produk yang bersangkutan tidak tepat. Baik dalam hal dimensi ukuran dibanding yang asli, maupun saat diaplikasikan.

“Kalau aksesoris yang palsu, biasanya dalam hitungan minggu atau bulan, paling lama kurang dari setengah tahun, sudah pudar. Misalnya, anodize-nya yang sudah buram, meski baru setengah tahun,” kata Budiman di Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Baca juga: Aksesori Jadi Alibi Mitsubishi Xpander yang Terbakar

Produk Rizoma yang diaplikasikan ke motor Kawasaki Z900, mulai dari tabung minyak rem, spion, fender alias spakbor depan dan lainnya – dok.Motoris

Potensi pasar
Bicara soal pasar, Budiman yakin potensi bisnis aksesori sangat besar di Indonesia. Sebab, fakta dan pengalaman selama ini menunjukan, 70% lebih pengguna moge selalu melakukan ubahan tampilan. Khususnya menambahi aksesoris pada motor mereka.

“Selain itu, moge atau motor kelas premium, adalah motor yang juga menyangkut gengsi. Motor gede bukan sekadar untuk hobi, tetapi juga  menyangkut presitise dan kebanggan bagi pemiliknya. Jadi ini juga bagian dari simbol sosial atau status. Karena itulah banyak yang menambahi aksesoris dengan part-part aftermarket. Dengan kata lain, kalau kita bicara soal potensi pasar, saya yakin sangat besar,” ucapnya.

Terlebih, lanjut Budiman, Rizoma sendiri juga tak menutup kemungkinan untuk membuat produk untuk segmen menengah pemula seperti motor-motor berkubikasi mesin 250 cc. Segmen ini porsinya cukup besar di Indonesia, bahkan di sejumlah negara Eropa maupun Amerika.

Sphinx sendiri, lanjut dia, juga berniat mengusulkan hal itu. Meski, dengan komposisi bahan yang berbeda dengan produk untuk moge, namun part untuk segmen 250cc ini terap dijamin asli dengan kualitas bagus standar Rizoma. “Itu akan menjadi daya tarik tersendiri. Rizoma kita minta memberikan jaminan. Saya kira mereka bisa,” ucap Budiman.

Terkait ini, dan Marketing Director of Rizoma Italia Giacomo Leone, mengatakan, di dunia juga banyak motor segmen itu, seperti Kawasaki Ninja 250, Honda CBR250RR, Yamaha R25, dan lainnya. “Tapi, kami tentunya juga akan melihat seberapa besar respons segmen itu terhadap produk kami. Kalau, skala ekonomi penyerapan pasarnya bagus, tentu saja kami buatkan produk universal untuk ceruk pasar ini,” imbuh Geacomo. (Ara)

FOLLOW IG @MotorisIndonesia dan TWITTER @MotorisID, buat update grafis otomotif terkini lainnya. “Suzuki Goda Dunia Dengan Versi Baru Katana.”

CATEGORIES
TAGS
Share This