Demi Kenyamanan dan Keamanan, Jangan Lupa Rotasi Ban

Demi Kenyamanan dan Keamanan, Jangan Lupa Rotasi Ban
Ilustrasi penggantian posisi ban - dok.Gaywheel

Jakarta, Motoris – Merotasi atau memindah posisi ban di mobil merupakan salah satu cara agar berkendara tetap nyaman, aman, dan sekaligus menghemat biaya perawatan karena ‘sepatu’ mobil itu bisa digunakan secara maksimal karena tak cepat aus. Hanya, kegiatan yang sejatinya mudah dilakukan ini kerap luput dari perhatian.

“Ada beberapa penyebab orang tidak melaukan rotasi ban. Pertama karena ketidaktahuan atau ketidakpahaman, kedua malas, dan ketiga lupa. Namun, dari semua itu yang terbanyak adalah karena ketidakpahaman,” ungkap Service Advisor Auto Mekanika Jaya, Bintaro, Tangerang Selatan, Abdil Wachid, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Menurutnya, rotasi ban sebaiknya dilakukan setelah mobil melakukan perjalanan sejauh 5.000 kilometer. Rotasi ini, untuk memindahkan posisi ban agar sisi ban juga berganti.

“Artinya, sisi bagian kanan ketika dipasang di roda bagian depan bisa berganti menjadi di bagian kiri atau bagian dalam ketika dipasang di roda belakang bagian kiri. Begitu seterus, sehingga posisi berganti, dan sisinya juga berubah,” paparnya.

Mekanisme rotasi posisi ban – dok.Rapid Repair

Pergantian posisi itu bertujuan bukan saja bagian sisi ban memiliki ketebalan yang sama, baik di kanan maupun kiri, tetapi juga menjaga agar kondisi dinding ban bagian kanan dan kiri juga sama. Ketebalan ban, kata Wachid, terutama di bagian sisi-sisinya sangat berpengaruh ke tingkat kenyamanan kendaraan yang diajak melaju dan menikung ataupun berbelok.

“Sedangkan dinding ban yang terlalu berat menyokong beban di bagian samping luar lama kelamaan juga akan retak, terlebih jika banyak terkena air dengan kandungan berbagai bahan kimia, mulai dari zat asam,, dan lainya kemudian terkena terik sinar matahari. Jadi, juga menimbulkan potensi bahaya jika retak. Karena itu, perlu aa rotasi, bagian luar ini dipindah menjadi bagian dalam,” terang Wachid.

Rotasi ban meliputi ban di semua sisi, bahkan termasuk ban serep dengan ukuran yang sama dengan ban-ban yang telah digunakan. Utuk merotasinya, caranya juga cukup mudah yakni ban dilepas dan dipasang ke ban lain secara menyilang. Contohnya, ban di roda depan kanan dipindah atau dipasang di roda belakang bagian kiri.

Jangan lupa spooring dan balancing setelah melakukan rotasi ban – dok.darellscarcarellc

Kemudian, ban belakang bagian kanan dipindah ke roda depan bagian kiri. Begitu juga sebaliknya. “Tetapi yang harus diingat adalah, merotasi ban secara menyilang ini hanya bisa dilakukan untuk ban biasa. Kalau ban radial, rotasinya hanya ban depan di pindah belakang. Dan sebaliknya,” ucap Wachid.

Dia juga mengingatkan agar melakukan spooring dan balancing ban mobil setelah ‘sepatu’ mobil itu diroatsi. Tujuannya, agar kondisi ban seimbang dan stabil. Dengan begitu, bukan saja keamanan dan kenyamanan saja yang tercipta, tetapi ban juga tak cepat aus. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This