Biar Mobil Tetap Kinclong, Jangan Sembarang Pilih Sampo

Biar Mobil Tetap Kinclong, Jangan Sembarang Pilih Sampo
Ilustrasi prosesi pembersihan usai mobil dicuci-dok.mrcleancarwas.com

Tangerang, Motoris – Tak sedikit orang yang mengeluh, meski mobilnya rajin dicuci atau bahkan dipoles namun tampilannya tak kinclong seperti saat masih baru. Padahal, kendaraan kesayangan mereka masih tergolong baru sekali pun.

Menurut detailing advisor Bandar Auto, Cipondoh, Tangerang, Ahmad Rizqon, banyak faktor yang menyebabkan hal seperti itu dan saling terkait. “Mulai dari pemilihan sampo mobil yang tidak tepat, cara memoles yang tidak sesuai dengan jenis dan karakter cat mobil, sampai pemilihan tempat atau lokasi parkir yang tidak tepat,” ujar Rizqon kepada Motoris, belum lama ini.

Menurutnya, iklim tropis Indonesia yang cenderung lembab menjadikan jamur dan kotoran yang menempel di seluruh bagian mobil berekasi secara kimiawi dengan cepat. Akibatnya, struktur cat mobil pun cepat kusam.

Sementara, di saat mencuci mobil – terutama di tempat pencucian yang kurang bagus atau mencuci sendiri – sampo mobil yang digunakan tidak tepat. Artinya tingkat asam atau basa dari zat kimia di cairan busa itu tidak sesuai untuk peruntukan.

“Karena itu, pastikan membeli sampo mobil yang di kemasannya ada tulisan PH-nya cocok untuk mobil. Apalagi, kalau sampo dicampur sabun colek. Karena sabun itu kan ada unsur minyak sawit yang merupakan lemak, jadi cat malah bisa kusam,” kata Rizqon.

Baca juga: Jurus Dongkrak Tenaga Motor Bermodal Busi

Ilustrasi mencuci mobil – reviewonline.co.za

Kekusaman cat semakin menjadi jika mobil yang bersangkutan di parkir di tempat terbuka yang langsung terkena terik sinar matahari. Gas karbonmonoksida (CO) dan asam nitrat (HNO3), plus paparan ultraviolet dari sinar matahari menjadikan kandungan lemak maupun zat kimia di sampo berekasi sedemikian rupa dan menjadikan cat mobil lebih cepat pudar dan kusam.

Bahan Dasar Cat
Jika pemilik mobil ingin mendapatkan cat mobil tetap kinclong, maka yang harus diperhatikan adalah tahun pembuatan kendaraan dan apa yang harus dilakukan. Mobil-mobil kelaran tahun 80-an menggunakan cat Nitro Celulose atau NC. Karakter warna bahan dasar cat ini tidak stabil, sehingga pemilik diharapkan rajin mencuci mobil justru tanpa menggunakan sampo dan rajin memolesnya.

Jenis bahan dasar cat kedua adalah Nitro Celulose Modified atau NC Modified. Umumnya, cat ini digunakan oleh mobil-mobil keluaran tahun 90-an hingga awal 2.000 –an. Karakter warna cat ini lebih stabil karena produsen mencampurkan zat penguat.

“Sehingga, kalau ingin poles disarankan menggunakan silicon glaze. Jadi kilaunnya dapat dan karakter warna aslinya muncul. Mengkilap dan orisinal,” jelas Rizqon.

Sedangkan mobil-mobil keluaran tahun 2000-an ke atas menggunakan cat dengan bahan dasar polyurethane. Cat ini memiliki karakter cepat mengkilau-kilau. Cara pembersihannya pun lebih mudah. Tapi kelemahannya, jika terkena panas dan udara lembab dengan kandungan asam yang tinggi cepat memudar.

“Karena itu mobil-mobil sekarang memang cepat kinclong sekali poles, tapi juga gampang kusam. Makanya, pilihan sampo, pemolesan, sampai piliha tempat parkir wajib diperhatikan,” imbuh Rizkon. (Ara)

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, TWITTER @MotorisID, dan FB @MotorisIndonesia, buat update berita dan grafis terkini lainnya. Beginilah Sosok Mobil Terkeren Saat Ini.”

CATEGORIES
TAGS
Share This