Menghindari Kejeblos Beli Ban Kedaluwarsa

Menghindari Kejeblos Beli Ban Kedaluwarsa
Ilustrasi, mengganti ban jangan asal melihat fisiknya baru tetapi pastikan kedaluwarsanya - dok.Motoris

Tangerang Selatan, Motoris – Membeli ban yang tidak layak pakai – yakni kondisi ban yang terlihat bagus namun kualitas kekuatan dan ketahanannya sudah menurun karena sudah kedaluwarsa – sejatinya kerap terjadi. Namun, banyak orang yang tak menyadari dirinya telah “kejeblos” karena tidak mengerti atau hanya percaya saja dengan toko “nakal” dimana mereka membelinya.

Menurut Service Advisor toko pelek dan ban, Solitair Motor, Bintaro Jaya, Pondok Aren, Aries, ban yang tak layak pakai bukan hanya karena bentuk fisiknya yang cacat atau berubah dari aslinya saja.

“Sebab, ada juga ban yang secara fisik masih bagus dengan tampilan yang mulus, tetapi sebenarnya sudah tidak layak karena kedaluwarsa,” ungkap Aris kepada Motoris, belum lama ini.

Usia ban – sejak diproduksi hingga disimpan di toko – maksimal enam tahun. Jika lebih dari itu, meski sama sekali belum dipakai, karet ban akan mengeras. Sehingga elastisitasnya berkurang.

Ilustrasi, ban yang kedaluwarsa berpotensi besar pecah saat dipakai meski secara fisik tampilannya masih baru- dok.Istimewa

“Kalau bank yang karetnya mengeras kemudian dipasang di mobil, maka pengendalian mobil akan tidak stabil. Bahkan ban berotensi besar pecah, terlebih jika tekanan angin yang kurang, gesekan antara permukaan ban yang sudah keras dengan aspal jalan semakin keras. Ini sangat membahayakan. Apalagi kalau mobil dipakai bermanuver di jalan tol, misalnya menyalip ke kanan atau ke kiri  dengan kecepatan tinggi,” terang Aris.

Dia menyarankan agar pemilik mobil tak asal setuju saja ketika petugas toko mengambil ban yang akan dibeli lalu memasangnya tanpa diteliti terlebih dahulu. Periksalah terlebih dahulu kode produksi untuk mengecek masa kedaluwarsa ban. Caranya cukup mudah.

Cermati kode produksi
Umumnya, kode produksi sebuah ban diceak pada dinding atau bagian samping. Rata-rata pabrikan menggunakan 4-8 digit angka. Tetapi, – secara umum – untuk memudahkan lihat empat angka terakhir.

“Misalnya empat angka terakhir itu tertulis 1017, artinya ban tersebut diproduksi pada minggu ke-10 tahun 2017. Sehingga, kalau usia ban (belum dipasang dan masih disimpan di toko), itu enam tahun, maka kedaluwarsa ban itu adalah minggu ke-10 tahun 2023,” kata Aris.

Selain faktor kedaluwarsa, ban juga bisa tak layak pakai karena kondisi fisik yang sudah menurun ketahanannya. Memang, sulit untuk melihat tanda-tanda ketahanan fisik ini, tetapi ada patokan yang bisa dilihat dari kondisi toko maupun cara menyimpan atau meletakan ban.

Ilustrasi cara melihat kode produksi ban- dok.AA1Car

“Jika tokonya kotor banyak oli berceceran sebaiknya jangan dilanjutkan untuk membeli, meski harganya murah sekalipun. Sebab, banyaknya oli dan terutama bensin jika terkena ban akan membuat ban lentur. Itu tidak bedanya seperti karet yang terkena minyak tanah atau bensin, akan molor,” papar Aris.

Selain itu, jika ban tersebut diletakan di tempat yang langsung terpapar sinar matahari. Paparan sinar ultraviolet menjadikan zat-zat antioksidan dan zat-zat pembuat kelenturan karet ban berekasi secara kimiari sehingga karet ban mengeras.

Pastikan juga ban-ban itu diletakan tidak bersentuhan langsung dengan lantai. “Karena bisa saja bahan-bahan kimia yang tercecer di lantai khususnya minyak, bensin, sisa oli atau lainnya tercecer yang bisa saja mengenai ban baru itu. Jika toko melakukan seperti itu, sebaiknya lupakan saja,” imbuh Aris. (Ara)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This