Meski Mobil Jarang Dipakai, Ban Tetap Harus Dirawat

Meski Mobil Jarang Dipakai, Ban Tetap Harus Dirawat
Ilustrasi ban kempis - dok. Auto Expert

Jakarta, Motoris – Ban mobil membutuhkan perhatian dan perawatan yang rutin meski mobil yang menggunakannya jarang digunakan oleh pemilik, sebab jika tidak, keausan ban akan cepat terjadi dari waktu yang semestinya.

eperti diungkapkan Service Advisor toko ban dan pelek Solitair, Bintaro, Pondok Aren, Tangerang, Selatan, Ari Suharli, kondisi ban pada mobil yang lama tidak dipakai akan mengalami degradasi kualitas. Terlebih jika tempat parkir kendaraan tersebut berada di ruang lembab dan senaliknya di ruang terbuka dengan paparan cuaca panas yang tinggi.

“Kondisi udara atau kelembaban bisa berpengaruh terhadap material ban. Reaksi kimiawi terjadai karena kondisi lembab (dengan kandungan air di udara ruangan yang cukup tinggi) menyebabkan reaksi tersebut cepat terjadi. Begitu pula dengan paparan cuaca panas, menjadi udara di dalam ban menguap, dan karet maupun material lainnya juga mengalami rekasi kimiawi,” tutur Aris saat ditemui Motoris, belum lama ini.

Selain memperhatikan tempat parkir, hal lain yang perlu diperhatikan oleh pemilik mobil terhadap kendaraannya yang jarang – atau bahkan tak digunakan dalam lama – adalah mengontrol tekanan angina ban. Sebab, dengan kondisi cuaca yang ada, baik di ruang terbuka maupun tertutup, tingkat tekanan angin ban juga berkurang.

Ilustrasi pengecekan tekanan angin ban – dok.Thought.co

Jika tekanan angina berkurang – atau ban menjadi kempis – maka titik tumpuan ban atau permukaan ban yang menahan beban juga mengalami tekanan yang semakin berat. Kondisi ini lama kelamaan menjadi struktural material dari ban di bagian tersebut menjadi kurang baik.

“Kalau ban terus-menerus dibiarkan seperti itu, maka lama kelamaan ban khususnya di ban tersebut akan cepat aus. Terlebih, kalau kondisi tempat parkir lembab, basah, atau terlalu kering dengan paparan sinar matahari (ultraviolet) yang tinggi. Karena itu, jika ban kempis, sebaiknya segera ditambah angin,” terang Ari.

 

 

Rotasi dan mencuci
Ketiga, sebaiknya secara periodik melakukan rotasi ban meski mobil tidak digunakan atau jarang digunakan dan hanya teronggok di tempat parkir. Tujuannya, membuat titik tumpuan ban terhadap permukaan tempat parkir juga bisa dirotasi.

Keempat, jika mobil dicuci – termasuk bagian ban – sebelum kendaraan itu akan diparkir dalam waktu lama atau tidak digunakan lagi, maka jangan menyemir ban. Selain itu, jangan menggunakan deterjen atau sabun colek untuk mencuci ban. Cukup dengan air biasa saja.

Pasalnya, zat-zat yang ada di bahan baku deterjen atau sabun colek bersifat kintradiktif terhadap karet maupun material lainnya yang digunakan sebagai bahan baku ban. Terlebih jika mobil kemudian di parkir di tempat yang lembab atau pengap.

Pada saat mencuci mobil, sebaiknya ban tidak dicuci dengan menggunakan deterjen atau sabun colek . Begitu pula, sebaiknya jangan disemir – dok.Motoris

Selain itu, sangat disarankan untuk melakukan spooring ban dalam periode-periode tertentu. “Kelima, pastikan permukaan tempat parkir juga bersih dari ceveran oli, minyak tanah, minyak goreng, dan sebagainya yang mendegradasi kualitas ban,”imbuh Ari. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This