Transmisi CVT Lebih Oke, Ini Cara Merawatnya Biar Awet

Transmisi CVT Lebih Oke, Ini Cara Merawatnya Biar Awet
Ilustrasi, transmisi CVT - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Transmisi Continuously Variable Transmission (CVT) saat ini digunakan oleh model-model hampir semua merek. Maklum, transmisi ini menawarkan kemudahan dan kenyamanan yang lebih saat berkendara, meski juga ada faktor yang perlu diperhatikan karena biaya perbaikan yang lebih mahal ketika ada kerusakan.

Seperti dikatakan Head of Marketing Datsun Indonesia, Christian Gandawinata, Secara teknis, CVT (Continuously Variable Transmission) memiliki performa dengan efisiensi bahan bakar, tarikan lebih mulus dengan kinerja yang lebih baik di banding transmisi otomatis versi konvensional.

“Kelebihan lainnya, membuat mobil mudah dikendarai hanya memainkan pedal akselerator dan rem,” tutur Christian belum lama ini.

Lebih dari itu, CVT juga mempunyai engine brake yang cukup kuat. Walhasil, kerja rem tak terlampau berat ketika mobil melewati jalan menurun. Bahkan, lebih irit bahan bakar karena penggunaan putaran mesin relatif stabil.

Transmisi CVT secara struktur komponen terdiri dari dua buah puli – yakni drive pulley dan driven pulley – yang dihubungkan oleh sabuk baja. Cara kerja mereka atas perintah komputer transmisi.

Ilustrasi, bagian-bagian transmisi CVT – dok.Carfax

“Dengan perintah itu, masing-masing puli bergerak ke kanan atau ke kiri yang menjadikan lebar masing-masing berubah-ubah, melebar atau menyempit,” tutur mekanik senior Bandar Pelumas Motor, Jalan KH Hasyim Asyari, Cipondo Tangerang, Ahmad Mukhlis, saat ditemui Motoris, Jumat (12/4/2019).

Struktur komponen transmisi ini yang terdiri dari Drive Pulley primer atau puli utama, Driven Pulley atau pulley sekunder, dan V-beltyang berperan menghubungkan keduanya.Karena struktur komponen yang rumit dan cara kerja yang canggih, maka jika terjadi masalah, biaya perbaikannya cukup menguras kantong.

“Karena itu perlu diperhatian cara merawat dan menggunakan transmisi ini. Yang pasti, jangan grusa-grusu mengendarai mobil yang bertransmisi CVT,” kata Mukhlis.

Perawatan  
Soal perawatan, pria yang memiliki pengalaman sebagai mekanik di sejumlah bengkel resmi milik agen pemegang merek mobil itu menyebut sejatinya tak rumit. “Lakukan perawatan secara berkala sesuai dengan petunjuk dari pabrikan,” kata dia.

Mekanik senior Bandar Pelumas Cipondoh Tangerang, A.Mukhlis menjelaskan sistem kerja berbagai jenis transmisi otomatis termasuk CVT – dok.Motoris

Kedua, penggantian oli transmisi jangan sampai telat sesuai dengan rekomendasi yakni lakukan penggantian oli secara berkala, yakni setiap mobil telah menempuh jarak 25.000 kilometer atau maksimal 50.000 kilometer. Dan ketiga, lakukan pengecekan kondisi transmisi.

Cara pengecekan tersebut, ujar Mukhlis, sangat mudah. “Caranya, tempatkan tuas transmisi pada posisi D atau R kemudian lepaskan rem. Kalau mobil bergerak secara langsung, itu transmisi CVT masih bagus. Dan sebaliknya,” terang dia. (Trk/Ara)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This