Demi Kenyamanan dan Keamanan Mudik, Rotasilah Ban Mobil

Demi Kenyamanan dan Keamanan Mudik, Rotasilah Ban Mobil
Ilustrasi spooring setelah melakukan rotasi ban - dok.darellscarcarellc

Jakarta, Motoris – Bagi para pemudik yang menggunakan mobil pribadi yang telah sekian lama digunakan, sangat disarankan untuk merotasi atau mengganti posisi ban. Hal ini dimaksudkan untuk menunjang keamanan dan kenyamanan saat perjalanan mudik menuju kampung halaman.

“Mengapa perlu adanya rotasi? Karena tingkat ketebalan di masing-masing sisi dari sebuah ban kerap tidak sama karena pemakaian yang terus menerus tanpa dirotasi. Jelas begini, bagian ban mobil yang paling cepat aus atau minimal menipis itu bagian sisi luarnya. Baik ban kiri atau kanan, di roda bagian depan atau belakang,” kata Mekanik senior Bandar Pelumas Motor, Cipondoh Tangerang, A.Mukhlis, saat ditemui di Tangerang, Minggu (12/5/2019).

Lantaran beda ketebalan sisi – antara bagian dalam dan luar dari ban – itulah maka pengendalian mobil pun kerap tidak nyaman. Bahkan, kata Mukhlis, berpotensi menyebabkan bahaya, ketika mobil digunakan bermanuver saat melaju di kecepatan tinggi.

Mekanik senior Bandar Pelumas Cipondoh Tangerang, A.Mukhlis  – dok.Motoris

“Karena itulah rotasi menjadi wajib. Rotasi ini idealnya dilakukan secara rutin. Untuk mobil baru (dari diler kemudian digunakan pemilik) itu 30.000 kilometer. Sedangkan yang sudah digunakan, paling tidak setiap 5.000 – 7.000 kilometer harus dirotasi,” ujar Mukhlis.

Selain demi keamanan dan kenyamanan, merotasi ban sebenarnya juga memiliki manfaat pengematan biaya kepemilikan dan perawatan dari mobil. Sehingga, ban akan bisa digunakan secara maksimal, karena penggunaan ban dari aspek pembebanan di sudut atau sisi bisa merata.

Cara merotasi
Untuk merotasi, caranya cukup mudah yakni ban dilepas dan dipasang ke ban lain secara menyilang. Contohnya, ban di roda depan kanan dipindah atau dipasang di roda belakang bagian kiri.

“Posisi seperti ini maksudnya agar bagian sisi luar dari ban kanan bisa berganti di bagian dalam saat dipidah ke belakang bagian kiri. Dan sebaliknya. Sehingga bagian yang berada di luar merata,” jelas Mukhlis.

Sebaliknya, ban belakang bagian kanan dipindah ke roda depan bagian kiri. Begitu juga sebaliknya. “Tetapi yang harus diingat adalah, merotasi ban secara menyilang ini hanya bisa dilakukan untuk ban biasa. Kalau ban radial, rotasinya hanya ban depan di pindah belakang. Begitu juga sebaliknya,” ucap mekanik yang berpengalaman 15 tahun menjadi mekanik bengkel resmi merek mobil terkenal tersebut.

Mekanisme rotasi posisi ban – dok.Rapid Repair

Tapi, lanjutnya, sebelum diakukan rotasi, alangkah baiknya ban di-balancing terlebih dahulu. Tujuannya, agar kondisi ban seimbang dan stabil. “Setelah itu, semestinya juga di-spooring, sehingga lebih sempurna. Perjalanan mudik bisa semakin aman dan nyaman,” imbuh dia. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS