Mau Pasang Roof Box di Mobil untuk Mudik? Perhatikan Ini

Mau Pasang Roof Box di Mobil untuk Mudik? Perhatikan Ini
Pemasangan Roof Box juga harus memperhitungkan ketinggiannya agar tidak nyangkut saat melintas di terowongan atau portal pintu tol - dok.istimewa

Jakarta, Motoris – Keberadaan roof box (kotak di atap) di mobil untuk meletakan barang bawaan saat mudik lebaran bisa menjadi solusi di saat kelapangan ruang kabin sangat dibutuhkan. Namun, untuk memasang peranti itu juga harus memperhatikan berberapa hal, tak hanya estetika semata tetapi juga aspek keamanannya.

Menurut punggawa Helena Accessories, Jalan Raya Serpong, Tangerang, Harisman, kapasitas dan ketinggian ruang di roof box sudah ditetapkan oleh pabrikan. Walhasil, barang bawaan tidak akan melebihi kapasitas atau melebihi ketentuan umum yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

“Tetapi yang perlu diperhatikan adalah kemampuan atau kapasitas atap mobil dalam menyangga beban roof rak dalam kondisi terisi penuh atau maksimal,” kata Haris saat ditemui di Serpong, Senin (13/5/2019).

Atap antara satu mobil dengan lainnya memiliki kapasitas menahan beban atap yang berbeda, sesuai yang ditetapkan oleh pabrikan pembuatnya. Namun, rata-rata kapasitas atau kemampuan atap mobil (dalam menyangga beban) 70-90 kilogram.

Pemilihan Roof Box juga harus disesuaikan dengan jenis mobil yang akan dipasangi – dok.Weareexplorers

Oleh karena itu, harus dihitung dengan cermat berapa kapasitas atau daya volume isi roof box tersebut. Yang pasti, lanjut Haris, bobot crossbar (logam penyangga roof box yang dipasang melintang di atas roof rail mobil) punya bobot hingga 5 kilogram. Sedangkan rata-rata roof box bobotnya 15 kilogram.

“Jadi total croosbar dan roof box, beratnya sudah 20 kilogram. Artinya, kalau kemampuan atap mobil mampu menyangga hingga 90 kilogram, maka maksimal barang yang dibawa di roof box adalah 70 kilogram. Ini satu hal yang perlu dicatat,” terang Haris.

Pilihan roof box
Hal kedua yang perlu diperhatikan oleh pemilik mobil sebelum memasang roof box adalah, bentuk roof box yang dipilih. Bentuk disini berarti, pilih ukuran dan bentuk yang sesuai dengan jenis mobil.

Untuk mobil jenis LCGC seperti Honda Brio, Agya, Ayla, Karimun Wagon R, Sigya, Calya, sebaiknya menggunakan roof box dengan berat kosong tak lebih 10 kilogram.Gunakan crossobar yang berbobot ringan 4 kilogram dari bahan ringan yang kokoh.

Satu hal yang perlu dicatat, jika mobil Anda adalah citycar, tentu tidak tepat – baik secara beban maupun estetika – jika menggunakan roof box untuk mobil SUV atau MPV. Begitu pula seterusnya.

“Selain berdasar kesesuaian dengan jenis mobil, bentuk roof box juga harus memperhatikan aerodinamika. Artinya, seberapa besar tingkat hambatan terhadap angin yang menerpa. Karena aspek ini berkaitan dengan tingkat konsumsi bahan bakar mobil, semakin banyak tingkat hambatan angin maka konsumsi BBM juga akan boros,” terang Haris.

Ilustrasi Roof Box yang dipasang di sebuah mobil – dok.Dulcie

Sangat disarankan untuk menggunakan roof box dari bahan plastik ABS. Bahan ini memiliki kekuatan yang bisa diandalkan dan kuat terhadap air. Bobotnya, pastikan 10-15 kilogram. Jangan lebih dari itu.

“Pastikan juga, roof box itu memiliki lapisan penahan sinar ultra violet, sehingga tidak mudah kering dan pecah,” ucap Haris.

Tak lupa, pastikan pemasangan crossbar benar-benar presisi. Selain itu, tutup roof box benar-benar tertutup rapat dan tidak bercelah, sehingga aman di kala hujan mengguyur dalam perjalanan. (Fer/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This