Siap Mudik? Perhatikan Tekanan Angin Ban!

Siap Mudik? Perhatikan Tekanan Angin Ban!
Ilustrasi ban mobil - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Lebaran Idul Fitri tinggal sepekan lagi, dan saat mudik pun semakin mendekat. Jika Anda mudik menggunakan mobil pribadi, selain persiapan mesin, rem, radiator, hingga kaki-kaki, aspek lain yang penting untuk diperhatikan adalah tekanan angin ban.

“Ban menjadi faktor penting, bukan hanya soal kenyamanan dalam berkendara tetapi juga keamanan. Ban dengan tekanan angin yang kurang tentu kurang nyaman dan membuat mobil boros bahan bakar. Tetapi, tekanan angin yang berlebihan akan menjadikan tidak nyaman dan berpotensi pecah,” papar Service Advisor Auto Mekanika, Cipondoh, Tangerang, Irwandi, saat ditemui Selasa (28/5/2019).

Dia mewanti-wanti calon pemudik untuk memperhatikan hal yang terlihat sepele namun penting itu, karena sepanjang perjalanan akan melewati jalur tol. Ketika di jalan bebas hambatan itu, kecepatan kendaraan juga sangat mungkin dalam level yang tinggi.

Pada sisi lain, beban mobil juga akan maksimal. Terutama, jika kabin terisi penuh karena mengangkut banyak barang dan anggota keluarga. Wahasil, beban yang disangga ban pun semakin berat.

Ilustrasi ban mobil – dok.Istimewa

“Ketika beban yang diangkut maksimal, dan jika tekanan angin kurang maka ban akan semakin flat atau permukaannya mendatar. Dalam kondisi seperti itu maka tarikan mobil juga berat, sehingga dibutuhkan banyak tenaga. Artinya, konsumsi bahan bakar mobil pun lebih banyak dari semestinya,” ujarnya.

Potensi pecah
Tak hanya itu, lanjut Irwandi, dengan kondisi ban yang tertekan itu maka permukaan ban yang bergesekan dengan permukaan jalan juga semakin besar atau banyak. Gesekan yang terus menerus dan ikuti meningkatnya temparatur ban, maka kemungkinan ban pecah juga sangat tinggi. Tentu hal seperti itu tidak diinginkan.

Sementara, jika tekanan angin ban terlalu keras dan banyak melebihi dari tekanan yang disarankan, maka ban akan memantul. Kenyamanan di kabin juga akan berkurang.

“Bahkan, untuk mobil-mobil tertentu seperti MPV, sedan, dan citycar, pengendalian mobil bisa lebih sulit. Sehingga membahayakan,” terang Irwani.

Ilustri pemeriksaan tekanan ban – dok.Gordon’s Tyre

Lantaran itulah, dia menyarankan agar pemudik atau pengguna mobil mematuhi saran tekanan angin ban yang direkomendasikan oleh pabrikan. Informasi ini biasanya tertempel di sticker di rangka pintu depan bagian kanan.

“Jika ingin menambahi tekanan, sebaiknya tambahan itu tidak lebih dari 2 psi. Misalnya tekanan yang semstinya 30 psi, maka maksimal ditambahi menjadi 32 psi. Dan jangan lupa, jika mobil sudah digunakan menempuh jarak jauh, sebaiknya ban dirotasi (dipindah posisi),” imbuh Irwandi. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This