Ingin Irit BBM Saat Mudik? Perhatikan Hal Ini

Ingin Irit BBM Saat Mudik? Perhatikan Hal Ini
Ilustrasi, mengemudi di jalan tol - dok.Wipe New

Jakarta, Motoris – Arus lalu-lintas yang padat selama masa mudik lebaran dipastikan bakal berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar mobil yang dipakai. Namun, bukan hal itu tak bisa disiasati. Caranya pun cukup mudah.

Seperti diungkapkan penggiat Indonesia Safety Driving Association, Dodit Kuncahyo, selain faktor teknis, faktor penyebab konsumsi bahan bakar (BBM) sebuah mobil menjadi boros adalah karena perilaku pengemudi.

“Cara mengemudi yang salah dan tidak semestetinya, bukan saja membahayakan, tetapi juga membawa akibat borosnya konsumsi BBM,” kata Dodit saat ditemui di kawasan ICE Serpong, Tangerang, Rabu (29/5/2019).

Perilaku yang salah itu terlihat dari hal yang sepele. Misalnya, tidak memeriksa tekanan angin ban agar seperti yang disarankan pabrikan.

Ilustri pemeriksaan tekanan ban – dok.Gordon’s Tyre

Tekanan angin ban yang kurang dari dari standar semestinya, akan membuat tarikan mobil berat. Sehingga, perlu tenaga tambahan bagi mobil untuk melaju lebih kencang. “Seiring dengan tambahan tenaga itu, maka BBM yang dibutuhkan juga semakin banyak,” terang Dodit.

Terlebih, jika mobil harus mengangkut barang-barang yang melebihi kapasitas angkutnya. Beban yang harus disangga pun semakin berat.

“Karena itu, sebaiknya membawa barang yang perlu saja atau yang benar-benar dibutuhkan saat di kampung halaman,” ucap dia.

Cara mengemudi

Perilaku lain yang juga turut menyedot BBM lebih banyak adalah, ketika beristirahat tetap di mobil dengan menyalakan mesin agar AC tetap menyala. Sebaiknya, jika ingin beristirahat di luar mobil.

“Karena istirahat tidur di mobil dengan AC menyala juga memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan diri,” pesan Dodit.

Namun, yang juga tak kalah penting diperhatikan adalah cara memacu mobil. Sangat disarankan agar tidak memacu mobil dengan agresif.

Cara agresif adalah memacu mobil dengan sering menginjak pedal gas agar mobil segera melesat  untuk menyalip kendaraan lain dan kemudian mengerem. Sebaiknya, tetap konstan dalam memacu mobil hika di jalan tol yang lancar kecepatan teap seperti yang disarankan, 60-80 km/jam.

Ilustrasi, cara mengemudi yang defensive ata defensive driving – dok.Express Driving School

Sedangkan jika di jalanan macet, jangan terlalu banyak mengerem dan menginjak pedal gas. Jika memungkinkan gunakan pengereman dengan mesin atau engine brake.

“Jika perilaku salah itu tetap terjadi, maka tingkat konsumsi BBM bisa lebih boros 20-30%. Kan lumayan menggerus anggaran itu, apalagi kalau perjalanan jarak jauh,” imbuh Dodit. (Fan/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS