Ingat, Ini Akibat Setelan Kopling Manual Tak Tepat

Ingat, Ini Akibat Setelan Kopling Manual Tak Tepat
Ilustrasi, posisi jarak main bebas kopling manual yang tepat yakni 10-20 milimeter - dok.Motoris

Tangerang, Motoris – Bagi Anda yang menggunakan sepeda motor dengan sitem kopling manual, memperhatikan secara cermat jarak “main bebas” – yakni setelan tuas kopling untuk ditarik dan dilepas – yang tepat merupakan keharusan. Jarak “main bebas” yang pas tak hanya menentukan sistem kerja kopling yang opimal saja, tetapi juga menentkan awet tidaknya kanvas kopling dan bahkan keamanan berkendara.

Seperti diungkapkan mekanik senior Hasimah Motor, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Muhamad Ilham, ada dua hal yang perlu diperhatikan oleh pemilik motor, terkait penyetelan posisi tuas kopling terkait jarak “main bebas” tersebut.

“Yang pertama penyetelan terlalu kecil. Dan kedua, penyetelan terlalu besar. Sebagai patokan untuk melihat penyetelan itu terlalu kecil atau sebaliknya adalah standar dari pabrikan. Batasan dari pabrikan untuk pengaturan jarak main bebas tuas kopling itu 10-20 milimeter (mm) saat dilepas dan ditarik (dicengkeram sebelum ditarik saat pengendara memindah posisi gigi gir atau transmisi),” papar Ihlam saat ditemui Motoris, Sabtu (10/8/2019).

Posisi jarak main bebas kopling manual sangat menentukan kenyamanan dan keamanan berkendara – dok.Motoris

Penyetelan yang terlalu kecil, yakni kurang dari 10 mm, kata Ilham, akan menyebabkan kanvas koping cepat aus. Jika itu terjadi, maka semburan tenaga dari mesin motor menjadi kurang maksimal.

“Sebab, kanvas kopling sudah bergesekan. Padahal, tuasnya belum atau tidak ditarik. Jadi, motor seperti seret atau berat,” terang Ilham.

Sedangkan penyetelan jarak “main bebas” kopling yang terlalu besar, atau lebih dari 20 mm menjadikan pengendara sulit melakukan perpindahan gigi. Pasalnya, kopling belum terlepas dengan sempurna, meski tuas telah dilepas dari cengkeraman sebelumnya.

Ilustrasi, posisi jarak main bebas koping manual di motor sport – dok.Motoris

Jika kondisi seperti itu terjadi saat motor menanjak atau tengah melaju di jalanan ramai, maka motor yang tiba-tiba lajunya terhenti, akan berbahaya. Apalagi, kontrol atau kendali pengendara seolah hilang. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This