Trik Agar Mesin Kendaraan Ber-BBM Biodiesel Tetap Awet

Trik Agar Mesin Kendaraan Ber-BBM Biodiesel Tetap Awet
Ilustrasi biodiesel - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan campuran biofuel dalam BBM jenis solar yang dijual di Indonesia bertambah dari 20 persen (B20) menjadi 30 persen (B30) pada Januari 2020. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta perusahaan ritel BBM diminta untuk melakukan persiapan B30 mulai 1 Oktober 2019.

“Sejak B20, kita ingin mengurangi ketergantungan pada energi fosil, dan yang paling penting mengurangi impor minyak kita,” kata Jokowi beberapa hari lalu.

Dengan menekan jumlah impor solar murni, Indonesia menurutnya bisa menghemat lebih dari US$5,5 miliar per tahun sejak kebijakan B20 diterapkan September 2018.

“Disamping itu dan yang tidak kalah pentingnya, penerapan B30 akan menciptakan permintaan domestik akan CPO yang sangat besar, yang diharapkan berdampak positif terhadap 17 juta petani, pekebun dan pekerja yang ada di sektor kelapa sawit,” ujarnya.

Ilustrasi, Biodiesel B20 – dok.Istimewa

Tidak berhenti sampai disitu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menambahkan, Indonesia akan melanjutkan program pencampuran biofuel dengan solar dengan komposisi 50 persen (B50) pada akhir Desember 2020.

“Menko Perekonomian juga menyampaikan bahwa untuk B100, tiga tahun dari 2018 seharusnya bisa dijalankan,” ujar Pramono.

Pendapat Pengusaha Transportasi
Kepada Motoris.id, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan dan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Daerah Banten Syaiful Bachri. berpendapat ditambahnya campuran biofuel dalam solar menjadi B30 akan semakin merepotkan pengusaha pemilik bus karena berdampak langsung pada mesin kendaraan.

Ketua IPOMI, Kurnia Lesani Adnan – dok.Motoris

“Harus diperhatikan soal pencampurannya agar menghasilkan BBM yang berkualitas. Kalau kualitas masih seperti itu, akan semakin banyak bus atau truk yang mogok. Karena B20 selama ini sudah cukup merepotkan karena harus sering berganti filter bahan bakar,” ujar keduanya kemarin.

Tips Merawat Mesin Pasca B30

Setelah B30 diterapkan, para pengguna kendaraan diesel dianjurkan untuk melakukan sejumlah tips yang akan membantu merawat mesin:

1. Rutin periksa filter bahan bakar
Kandungan senyawa ester dalam FAME (fatty acid methyl ester) yang dicampurkan ke solar untuk memproduksi biodiesel, diketahui bisa merontokkan kotoran yang terdapat pada saluran bahan bakar atau fuel line dan juga pada tangki bahan bakar kendaraan.

Kotoran yang rontok tersebut akhirnya akan tersaring pada filter sebelum bahan bakar masuk ke ruang pembakaran mesin. Oleh sebab itu melakukan pengecekan pada filter sangatlah diperlukan. Sebab jika tidak, kotoran tersebut akan menyumbat bahan bakar untuk memasuki ruang pembakaran. Akibatnya bisa ditebak, kendaraan bisa mogok tidak bisa dihidupkan.

Sampel Biodiesel B20 – dok.ebtke.esdm.go.id

2. Menguras tangki bahan bakar
Dengan kandungan FAME yang lebih tinggi, maka bisa dipastikan bakal lebih banyak lagi kotoran di dalam tangki dan saluran bahan bakar yang rontok. Oleh sebab itu, lakukan pembersihan tangki bahan bakar dengan cara dikuras lebih sering lagi agar endapan dan kotoran bisa hilang.

3. Pasang lapisan coating pada tangki bahan bakar
Cara terakhir yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan tangki lapiran coating. Namun, langkah ini hanya bisa diterapkan pada tangki yang masih berbahan plat besi.

Ilustrasi, truk yang merupakan kendaraan komersial berbahan bakar minyak diesel atau solar – dok.HMSI

Beberapa bahan coating yang umumnya digunakan adalah stannum-zync dan juga material chrome.Pelapisan coating ini akan menghambat timbulnya karat yang bersifat korosif pada tangki bahan bakar sehingga usia pemakaian menjadi lebih lama. (Gen)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This