RPM Tak Stabil dan Mobil Mogok Saat Digas, Bersihkan ISC

RPM Tak Stabil dan Mobil Mogok Saat Digas, Bersihkan ISC
ISC mobil dengan body throttle manual perlu dibersihkan secara rutin - dok.Motoris

Tangerang, Motoris – Kasus yang kerap terjadi di mobil dengan body throttle manual (belum elektronis) yakni umumnya mobil yang diproduksi tahun 2014 ke bawah adalah tekanan gas yang tidak stabil sehingga tingkat putaran mesin per menit (RPM) yang tidak stabil. Masalah ini bisa menyebabkan mobil mogok kala hendak digeber atau konsumsi bahan bakar minyak (BBM) menjadi boros karena RPM yang tidak terkendali.

Penyebab dari kondisi ini, menurut mekanik Bandar Pelumas Motor, Cipondoh, Tangerang, Muhamad Fajrin, karena idle speed control valve (ISC) pada mobil yang kotor.

“Akibat ISC yang kotor ini, maka kerja sensor ECU (Engine Controle Module) mobil juga tidak tepat, nagwur. Sehingga, putaran mesin kadang-kadang nyangkut di atas dan di bawah. Misalnya begitu mobil dinyalakan langsung 2.000 – 2.500 rpm, naik terus. Atau, 1.000 RPM tetap saja di bawah, enggak bisa naik atau bertambah, padahal pedal gas dilepas atau sebaliknya, pedal sudah diinjak,” papar dia saat ditemui Motoris, di Jalan KH Hasyim Asyari, Cipondoh, Tangerang, Minggu (1/9/2019).

Muhamad Fajrin, mekanik Bandar Pelumas Motor, Cipondoh, Tangerang – dok.Motoris

Oleh karena itu, Fajrin menyarankan agar pemilik mobil dengan body throttle manual atau yang diproduksi tahun 2014 ke bawah sebaiknya rutin membersihkan ISC yang ada. Minimal, setiap 8.000 – 10.000 kilometer setelah pemakaian.

“Pembersihan bisa dilakukan sendiri dengan membongkar dan menyemprotkan cairan pembersih. Tetapi, sebaiknya di bawa ke bengkel yang memiliki tenaga ahli, karena bisa saja bukan hanya kotoran yang menjadikan ISC itu bekerja tidak maksimal,” saran dia.

Terlebih, lanjut Fajrin, tidak semua cairan carburator cleaner cocok untuk membersihkan peranti tersebut. Sebab, ada komponendi ISC yang sensitif terhadap unsur-unsur yang ada pada cairan itu.

Proses pembersihan ISC sebaiknya dilakukan tidak sembarangan dan oleh orang yang memahami dan mengerti – dok.Motoris

“Karena itu, sebaiknya diserahkan ke mekanik yang sudah memiliki pngetahuan dan cara untuk menangani ISC ini,” ucap dia.

Menurutnya, kasus yang terjadi dan ditanganinya persoalan RPM tak terkontrol karena faktor ISC itu terjadi pada mobil Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Toyota Agya, Daihatsu Ayla, dan lain-lain yang diproduksi sebelum tahun 2015. Khususnya, kata Fajrn, mobil dengan body throttle yang masih bekerja secara manual. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This