Alasan Mobil Lawas Lebih Pas Pakai Oli Kekentalan Tinggi

Alasan Mobil Lawas Lebih Pas Pakai Oli Kekentalan Tinggi
Ilustrasi pemakaian minyak pelumas- dok.Istimewa

Tangerang, Motoris – Tidak sedikit masyarakat yang bimbang ketika mendapatkan informasi sebaiknya mobil-mobil yang telah berusia di atas 5 atau 10 tahun ke atas sebaiknya menggunakan oli mesin dengan tingkat kekentalan yang lebih tinggi. Maklum, saat ini juga ada pilihan oli mesin sekelas dengan tingkat kekentalan yang lebih rendah.

Menurut Kepala Mekanik Bandar Pelumas Motor, Abdul Mukhlis, informasi tersebut bukanlah mitos atau kepercayaan tanpa dasar. Secara ilmiah dan fakta, memang mobil lawas lebih membutuhkan oli yang kental.

“Untuk mobil-mobil lama atau lawas, terutama yang berumur di atas 10 tahun, memang sangat dianjurkan untuk menggunakan oli dengan tingkat kekentalan yang lebih tinggi. Setidaknya ada beberapa alasan,” tutur dia saat ditemui Motoris di bengkel yang terletak di Jalan KH Hasyim Asyari, Cipondoh, Tangerang, Minggu (1/9/2019) itu.

Alasan pertama, lanjut Mukhlis, karena tingkat kerapatan komponen-komponen mesin di mobil lawas lebih longgar dibanding tingkat kerapatan komponen pada mesin-mesin mobil keluaran terkini. Jika di mesin mobil lawas tingkat kerapatan komponen (gap atau celah antar komponen) masih 0,9%, di mobil terbaru bisa mencapai 0,1%.

Kepala Mekanik Bengkel Bandar Pelumas Motor, Cipondoh, Tangerang, Abdul Mukhlis – dok.Motoris

“Artinya, celah atau gap di antara komponen-komponen di mesin mobil lama juga lebih lebar dibanding mobil baru. Sehingga, kalau mobil lawas itu menggunakan oli dengan tingkat kekentalan yang rendah atau encer, maka oli tersebut akan gampang lolos begitu saja. Sehingga fungsi oli yang semestinya melumasi komponen-komponen juga tidak terjadi secara maksimal,” ujar dia.

Komponen terlindungi
Alhasil, fungsi oli yang merupakan minyak pelumas untuk melumasi komponen-komponen mesin saat bekerja juga tidak terhadi secara maksimal. Kondisi ini membawa akibat, komponen-komponen itu akan bergesekan secara langsung diantara mereka tanpa dimediasi oleh partikel-partikel atau molekul oli.

“Semestinya, ketika komponen mesin bekerja itu berlangsung mulus dan tidak ada gesekan langsung. Sebab, dimediasi oleh partikel oli. Itulah fungsi oli sebagai minyak pelumas. Melumasi komponen,” terang Mukhlis.

Akibatnya, suara mesin akan lebih kasar. Tarikan mobil pun akan lebih berat. Bahkan, jika kondisi seperti ini terus menerus terjadi, maka komponen-komponen mesin akan cepat aus.

Ilustrasi, pengisian minyak pelumas ke mesin mobil di bengkel Bandar Pelumas Motor, Cipondoh, Tangerang – dok.Motoris

Alasan kedua harus menggunakan oli kekentalan tinggi, karena komponen-komponen di mesin mobil lawas juga telah mengalami penurunan baik secara bentuk fisik karena bekerja terus menerus bergesekan di antara mereka.

“Karena itulah butuh oli yang lebih kental. Oli ini dibutuhkan untuk melindungi komponen bergerak, agar kondisi dan kerjanya tetap optimal, terutama di bagian dinding silinder,” sebut Mukhlis.

Dia menyarankan agar masyarakat berkonsultasi ke ahli atau orang berkompeten di bengkel, ketika akan mengganti oli mesin mobilnya.  “Dengan konsultasi ke mekanik di bengkel, kan nanti dicek. Bagaimana suara mesin, bagaimana tarik mobil. Nah dari situ akan diketahui, oli degan tingkat kekentalan severapa yang pas,” imbuh Mukhlis. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This