Pastikan Mobil Sudah Siap Sebelum Musim Hujan Tiba

Pastikan Mobil Sudah Siap Sebelum Musim Hujan Tiba
Ilustrasi, mengemudi di-saat hujan-dok.The Palm Beach Post

Motoris, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan tahun ini akan jatuh pada bulan Oktober hingga Desember 2019 di mana beberapa zona atau wilayah akan lebih basah dari normalnya. Meski begitu, sebagian wilayah Indonesia diperkirakan akan mengalami musim hujan lebih cepat, yakni pada bulan Agustus yang ditandai dengan mulai turunnya hujan beberapa wilayah.

Menjelang masuknya musin hujan tahun ini, alangkah baiknya mulai melakukan pengecekan mobil agar tetap optimal mendukung kenyamanan saat perjalanan, khususnya saat musim hujan.

“Berkendara saat musim hujan memerlukan perhatian yang lebih, khususnya terkait kesiapan kendaraan dalam melewati jalanan licin bahkan banjir. Keamanan merupakan hal yang penting, karena itu kami ingin mengajak pengemudi untuk mengutamakan keselamatan,” kata Dadan Ramadhani, Customer Care and Aftersales Service General Motors Indonesia, dalam keterangan resmi.

Berikut adalah beberapa panduan dan tips dalam meningkatkan keamanan dan kenyamanan perjalanan, baik saat melakukan aktivitas sehari–hari maupun bepergian bersama keluarga saat turun hujan.

1. Pemeriksaan rutin

Lakukan standard check-up pada setiap bagian utama kendaraan, di antaranya wiper, tekanan ban, oli, mesin, dan lampu. Pengisian bahan bakar dalam kondisi penuh juga sangat diperlukan sebelum bepergian.

Kemudian fitur indikator tekanan ban pada sisi dashboard merupakan salah satu instrumen penting yang dapat membantu mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. Namun, fitur ini hanya dapat ditemukan pada beberapa jenis mobil tertentu.

Ilustrasi servis mobil Suzuki – dok.PT SIS

2. Periksa baterai dan kaki-kaki

Baterai atau aki, serta sistem pengisian (charging) pada kendaraan kadang menjadi salah satu komponen kendaraan yang sering terlupakan, padahal justru merupakan instrumen krusial pada saat musim penghujan.

Hal ini dikarenakan pada situasi hujan dan macet, aki serta sistem charging mobil tetap harus mampu menggerakkan berbagai fitur penting seperti wiper, radio, AC, defogger (anti kabut), serta lampu depan dan belakang.

Kemudian, selain mengecek kondisi aki, periksa juga bagian kaki-kaki mobil. Termasuk periksa kondisi ban, mengingat pada jalan yang lebih licin di musim penghujan, kendali kendaraan harus dipastikan baik, dan juga guna mengantisipasi terjadinya kondisi aquaplaning atau hydroplaning yang disebabkan kondisi ban yang kurang baik.

Ilustrasi, mobil berusia di atas 10 tahun – dok.Motoris

Karena itu, mengingat pentingnya peran ban pada musim hujan, selalu sediakan ban cadangan untuk menghindari kerusakan ban selama perjalanan. Bahkan, jika ban terasa menabrak sesuatu, maka lakukanlah pemeriksaan ekstra untuk melihat adanya lecet atau benjol yang dapat mempengaruhi pengendalian kendaraan.

3. Jaga jarak pandang

Berkendara saat hujan tentunya akan membatasi visibilitas pengemudi. Karena itu, cahaya dari lampu depan dan belakang menjadi sangat berguna sebagai penanda jarak kendaraan saat hujan tiba.

Penggunaan lampu HID akan mampu memberikan cahaya lebih baik, sehingga dapat meningkatkan keselamatan berkendara. Namun pastikan menggunakan lampu HID yang disediakan oleh bengkel resmi dan sesuai dengan spesifikasi kendaraan untuk memberikan kemampuan penerangan maksimal saat menembus kondisi hujan ataupun kabut.

Selain itu, pastikan sudah membersihkan atau melakukan perawatan terhadap kaca depan dan belakang mobil. Kerak-kerak sisa air dan minyak, serta kotoran dan debu (umumnya disebut jamur kaca) yang menempel pada kaca depan kendaraan akan menghasilkan distorsi cahaya sehingga membuat pandangan menjadi buram atau bahkan silau di musim hujan.

Kaca mobil berembun saat hujan – dok.ABC

Saat hujan turun, pastikan selalu menjaga jarak berkendara lebih jauh disbanding kondisi kering. Hal ini karena jarak pengereman di kondisi jalan basah atau licin akan menjadi lebih panjang, sehingga jarak kendaraan yang lebih jauh akan memberikan keamanan.

4. Gunakan kendaraan berteknologi tinggi

Pemilik kendaraan berteknologi tinggi diuntungkan saat berkendara di musim hujan. Sebut saja fitur Lane Departure Warning, Forward Coallision Alert, Panic Brake Assist, Electronic Stability Control, dan Anti-Rolling Protection yang dimiliki oleh kendaraan Chevrolet akan membantu pengemudi merasa aman di tengah perjalanan.

Chevrolet juga melengkapi rangkaian fitur pendukung untuk meningkatkan keamanan ketika berada pada kondisi lalu lintas tersendat, atau di tengah jalan yang menanjak atau menurun seperti fitur Hill Descent Control (HDC) dan Hill Start Assist (HSA).

Megemudi saat hujan – dok.Wheels24

5. Latih kesabaran

Terjebak di lalu lintas yang padat ditambah guyuran hujan lebat, bisa diibaratkan sebagai neraka oleh sebagian besar pengemudi. Saat kamu tidak bisa menghindar dari kondisi tersebut, pengemudi perlu melatih kesabaran.

Hindari berspekulasi untuk menyusul kendaraan lain ketika kondisi visual tidak memungkinkan untuk melihat jalanan di depan, seperti saat berada di tikungan, jembatan, bukit, dan lereng gunung.

6. Pilih aksesori yang membantu di musim hujan

Aksesori bukan hanya berguna untuk mempercantik tampilan kendaraan. Beberapa aksesori juga memiliki fungsi yang sangat berguna di musim hujan, seperti talang air (side visor), boot tray untuk menjaga barang bawaan tetap pada tempatnya, anti slip pedal caps/cover untuk melapis pedal gas, rem, atau kopling agar tak licin, hingga karpet karet (rubber floor mat).

Ilustrasi fitur WIND di Wuling Almaz – dok.Motoris

Namun pastikan bahwa aksesori yang digunakan di kendaraan telah sesuai dengan standar keamanan. Gunakan aksesoris standar OEM (Original Equipment Manufacturing) untuk menghindari risiko yang akan membahayakan pengemudi dan penumpang. Selain itu, siapkan juga jas hujan yang dapat digunakan saat harus keluar dari dalam mobil. (Gen)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This