Lima Perilaku yang Bikin AC Mobil Cepat Rusak

Lima Perilaku yang Bikin AC Mobil Cepat Rusak
Ilustrasi, tomobil AC di mobil model lama - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Kasus yang sering terjadi terkait dengan peranti pendingin udara ruang (AC) mobil adalah, semburan udara yang tidak dingin. Meski freon relatif baru ddisi dan usia mobil yang juga tak lawas-lawas amat.

Bahkan, dari penuturan pemilik mobil yang mengeluhkan kejadian seperti itu, diketahui mobil yang bersangkutan juga relatif bagus perawatannya. Jika kondisi dan faktanya seperti itu, bisa diduga kuat ada masalah pada compressor dan evaporator AC mobil.

“Dan masalah yang mucul, belum tentu dikarenakan oleh benda atau kasus yang besar sehingga, AC secara kasatmata terlihat bagus dan bai-baik saja, tetapi kenyataannya mengalami masalah seperti itu,” tutur Service Advisor King Motor & AC, Eman Nurrochman, Pondok Pinang Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, saat ditemui, Minggu (8/9/2019).

Merokok dan buka jendela
Menurut Eman, ada beberapa kebiasaan sepele namun berakiat buruk yang secara tidak sadar dilakukan oleh pemilik mobil. Keniasaan itu, berpengaruh kepada kondisi dua peranti utama AC tersebut.

“Pertama, merokok di dalam mobil. Apalagi kalau pas mobil berjalan. Ada kemungkinan, abus rokok masuk ke filter AC. Jik debu menumpuk akan menyebabkan filter kotor, sehingga fungsinya untuk menyaring udara juga tidak terjadi. Lebih dari itu, semburan udara dingin tidak terjadi. Sehingga kabin mobil tidak dingin,” ungkap Eman.

Kebiasaan tak bagus lainnya adalah, kerap membuka jedela mobil dalam waktu lama di saat AC aktif. Pada saat jedela dibuka, kompressor akan secara otomatis menyesuaikan diri dengan temperatur yang ada.

Ilustrasi kisi-kisi AC – dok.Motoris

Alhasil, beban kerja kompressor pun kian berat. Kondisi ini, juga sering terjadi, akan menyebabkan kompressor lemah (rusak), sehingga semburan udara dingin juga tidak terjadi secara maksimal.

Ketiga, mematikan dan menyalakan mesin mobil ketika tomobol AC masih dalam keadaan aktif atau hidup. Memang ini terlihat remeh, namun akibatnya bisa cukup fatal.

Ini tidak terkait langsung ke AC sebenarnya, tetapi pada aki. Dimana, pada saat kondisi AC masih aktif atau menyala. Lalu, tiba-tiba kita nyalakan mesin mobil, maka aki juga harus bekerja esktra keras.

“Tentu ini akan mengabitkan ketidakstabilan arus di aki pada waktu jangka lama. Kondisi yang demikian, menyebabkan arus yang dipasok untuk keutuhan AC yang tidak stabil. Sehingga dalam waktu lama, AC juga akan terpengaruh atau rusak,” ujar Eman.

Ilustrasi pengecekan selang-selang AC mobil – dok.Motoris

Wewangian 
Perilaku keempat yang terlihat remeh namun juga berpengaruh ke kinerja AC dalam menghasilkan udara dingin adalah, penggunaan wewangian ruang berbentuk gel. Ketika terkena embusan angina atau udara panas gel akan berubah wujud menjadi gas.

“Gas-gas itu tentunya juga akan menyelinap ke filter AC atau bahkan evaporator. Ketika menempel dan terkena hawa dingin akan kembali berubah menjadi gel, sehingga keberadaannya menutup filter dan menghambat kinerja evaporator. Sehingga udara dingin yang dihasilkan AC tdak maksimal, dan lama-kelamaan AC rusak,” kata pria yang hampir 15 tahun berkutat di servis AC itu.

Ilustrasi – dok.yrevista.dgt.es

Dan yang kelima jarang membersihkan filter AC, memeriksa evaporator, hingga kabin mobil. Filter AC harus dibersihkan secara rutin, dan evaporator harus dicek ketika mobil baru telah berusia lima tahun atau lebih. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This