Mengintip 5 Kesalahan Umum saat Belajar Mengemudi

Mengintip 5 Kesalahan Umum saat Belajar Mengemudi
Ilustrasi, belajar menyetir mobil - dok.Family Education

Jakarta, Motoris – Bisa mengendarai mobil barangkali menjadi impian banyak orang. Namun, kemampuan mengendarai mobil tentu tidak bisa dikuasai secara instan. Diperlukan juga usaha dan kedisiplinan agar skill yang satu ini benar-benar bisa dikuasai.

Lantas, apa yang harus dilakukan agar bisa mengendarai mobil? Yang pasti adalah belajar mengemudi. Selain bisa belajar dari kerabat, ketersediaan jasa kursus mengemudi bisa dimanfaatkan untuk belajar mengemudi.

Nah, pengemudi pemula atau yang sedang belajar mengemudi biasanya melakukan kesalahan-kesalahan umum yang sering dilakukan. Apa saja itu? Yuk, intip dari ulasan berikut agar kamu bisa terhindar dari melakukan kesalahan yang sama.

1. Berhenti Mendadak
Berhenti mendadak merupakan kesalahan umum yang lazim dilakukan oleh pengendara pemula atau yang sedang belajar mengemudi. Belajar mengemudi tentu saja tidak semudah melihat orang yang sedang berkendara.

Bagi pemula, ketika sudah duduk di belakang kemudi, banyak hal yang harus diperhatikan. Salah-salah mengambil keputusan antara melepas kopling dan menginjak gas bisa berakibat mobil yang tengah kamu kendarai berhenti mendadak.

Ilustrasi, memindah posisi gigi gir saat menyetir mobil – dok.Istimewa

Jika kamu belajar dengan mobil khusus dari jasa kursus mengemudi, tentu pengendara lain akan menjaga jarak aman dengan mobilmu. Namun, ketika berhenti mendadak tidak bisa kamu hindari, sedikit-banyaknya hal tersebut akan mempengaruhi laju kendaraan di belakangmu.

2. Kurang Konsentrasi
Mengendarai mobil bisa dibilang tidak semudah yang dibayangkan atau yang dilihat. Bagi seorang pengendara pemula, mengemudi mungkin cukup menguras mental. Bagaimana tidak, seorang pengendara, misalnya, harus dapat memperhitungkan panjang dan lebar bodi mobil yang dikendarainya sehingga tidak keluar lajur atau menyenggol benda lainnya.

Pengendara pemula biasanya sulit berkonsentrasi pada berbagai macam hal yang perlu diperhatikan pada saat mengemudi. Misalnya, pengemudi pemula terlalu fokus pada menginjak gas dan memperhatikan bagian depan sehingga lupa mengecek kondisi di sekitar.

3. Susah Parkir
Memarkirkan mobil menjadi permasalahan bagi rata-rata pengendara pemula, baik itu parkir paralel maupun parkir serong. Karena itu, memarkirkan mobil menjadi salah satu materi wajib ketika mengikuti kursus mengemudi.

Memarkirkan mobil secara tepat memang tidak dapat dikuasai dalam waktu yang cepat. Perlu waktu dan latihan agar menemukan feeling yang pas sehingga posisi mobil tidak salah saat di parkiran.

4. Lalai Lihat Spion
Hal ini mungkin terdengar sepele. Namun, tidak sedikit pengendara pemula yang alpa memeriksa bagian yang satu ini tatkala akan berkendara. Sebab, bisa saja setelan kaca spionmu berbeda dengan pengemudi sebelumnya yang mengendarai mobil yang sama.

Ilustrasi – dok.Motoris

Kaca spion sangat penting untuk memperhatikan keadaan di sekitar ketika tengah mengemudi. Sebelum berpindah lajur, misalnya, kaca spion bisa menjadi mata ketiga untuk membuat keputusan yang tepat kapan harus melakukan pergerakan.

5. Lupa Memberi Sinyal
Pentingnya memberi sinyal setiap akan melakukan pergerakan tidak boleh diremehkan. Salah atau lupa memberikan sinyal ketika akan melakukan perpindahan lajur, misalnya, bisa berakibat fatal di tengah kondisi jalanan yang padat.

Ilustrasi lampu sein – dok. Ticket Snipers

Pengemudi pemula biasaya masih belum terbiasa membagi konsentrasi. Saat akan berbelok, misalnya, pengemudi pemula akan fokus untuk menempatkan mobil ke arah yang tepat sehingga bukan tidak mungkin melambat secara tiba-tiba dan lupa memberikan sinyal.

Meski tergolong kesalahan yang umum bagi pemula, menyalakan sinyal tetap perlu menjadi perhatian agar tidak menjadi kebiasaan. (Gen)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS