Cara Agar Lampu Mobil Mampu Menembus Derasnya Hujan

Cara Agar Lampu Mobil Mampu Menembus Derasnya Hujan
Lampu dengan sorot cahaya kekuningan membuat mobil aman dikendarai pada saat hujan lebat mengguyur karena cahaya kekuningan mampu menembus air hujan-dok.NearSay

Tangerang, Motoris – Pada saat hujan lebat mengguyur bumi secara tiba-tiba di kala kita tengah menyetir mobil di jalan (termasuk di jalan tol), akan menimbulkan gangguan jarak pandang kita ke depan. Meski kita telah menyalakan lampu sekali pun.

Tentu kondisi seperti ini memiliki potensi bahaya yang tinggi. Pasalnya, kita tidak tahu persis seberapa dekat atau jauh kendaraan lain yang berada di depan kita.

“Dalam kondisi seperti ini, kita membutuhkan lampu dengan pancaran cahaya yang berwarna kekuningan. Sebab, warna kuning dengan temperatur warna 6.000 – 6.300 kelvin kan mampu menembus pekatnya butiran hujan yang berada di hadapan mobil kita. Oleh karena itu, pabrikan mobil selalu melengkapi mobil-mobil buatannya dengan lampu dengan karakter warna kekuningan. Itu alasannya,” ungkap Direktur PT Sampurna Part Niaga (SPN), Lily Hernawan, saat ditemui Motoris usai peluncuran produk lampu Autovision baru, di Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, belum lama ini.

Hanya, kata Lily, saat ini kebanyakan pemilik mobil lebih banyak mengganti lampu utama kendaraan mereka dengan lampu bercahaya putih. Pasalnya, warna jenis ini dinilai mengesankan lebih mewah dibanding warna kuning.

Ilustrasi, mengemudi di tengah hujan lebat – dok.Goody Feed

Anehnya, pabrikan juga mengikuti tren kemauan masyarakat tersebut. Tak sedikit mobil-mobil keluaran terbaru yang menggunakan lampu dengan cahaya putih dengan teknologi LED.

“Padahal, lampu LED dengan cahaya kekuningan juga ada. Seperti produk Autovision yang kami pasarkan misalnya, ada varian warna kuningnya. Dan itu sudah seringkali kami tawarkan ke customer, tetapi umumnya banyak yang kurang tertarik dengan alasan jika tetap menggunakan warna kuning seperti tidak berganti. Selain itu kurang mewah dan tidak mengikuti tren kekinian,” papar Lily.

Solusi yang tak mau berganti
Bagi yang tetap tidak mau mengganti lampu utama mobil mereka dengan lampu bercahaya kuning alias tetap bertahan dengan lampu bercahaya putih, Lily memiliki solusi jalan tengah. Caranya, menggunakan lampu kabut (foglamp) yang umumnya bercahaya kuning dengan temperatur warna 4.300 – 4.700 kelvin.

Dengan temperatur sepanas itu, cahaya lampu kabut akan cukup mampu menembus pekatnya guyuran air hujan 10 – 15 meter. Sehingga akan mampu mengimbangi pencahayaan yang menggunakan lampu LED bercahaya dengan warna putih.

“Kami sebagai pemegang merek sekaligus distributor resmi lampu LED Autovision memiliki varian LED untuk foglamp dengan spesifikasi seperti itu. Sehingga, dengan solusi ini, aspek style atau gaya mengikuti tren (lampu bercahaya putih) dapat, aspek safety berkendara pun terpenuhi,” tandas Lily.

Lily Hernawan, Direktur SPN – dok.Motoris

Selain itu, dia juga berpesan agar dalam pemasangan lampu LED – baik lampu utama maupun kabut – memperhatikan seal-seal pada bagian pinggir rumah lampu. Pasalnya, jika tidak benar-benar rapat, maka akan memungkinkan air masuk ke dalam rumah lampu.

Padahal, dengan temperatur yang sangat panas, air akan cepat menguap sehingga partikelnya akan menyisakan residu di kaca rumah mobil. Alhasil, kaca menjadi kusam atau buram. Bahkan, lampu akan cepat rusak. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This