Ini Akibat Mobil Kehujanan Tak Segera Dicuci

Ini Akibat Mobil Kehujanan Tak Segera Dicuci
Ilustrasi, mencuci mobil - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Musim hujan seperti sekarang memang menuntut pemilik mobil yang kendaraannya terkena guyuran hujan untuk tak malas segera mencucinya. Sebab, ada beberapa dampak negatif jika mobil yang terkena air hujan berhari-hari dibiarkan tak dicuci.

Kepala Bengkel Auto2000 Bekasi Barat, Sapta Agung Nugraha, menyebut dampak negatif air hujan terhadap mobil tak cuma kilau cat bodi yang menurun, bahkan cepat rusak. “Efek jangka panjangnya, apabila tidak langsung dicuci atau dibiarkan begitu saja, kualitas cat pada bodi akan menurun, biasanya cepat pudar. Bahkan kemungkinan terjadinya pengelupasan lapisan pelindung cat juga tinggi,” ujar dia saat dihubungi Motoris, belum lama ini.

Pasalnya, air hujan yang bersifat asam bercampur dengan partikel kotoran di jalanan – sampah dan limbah rumah tangga maupun non rumah tangga yang tercecer di jalanan yang kemungkinan menyiprat ke bodi mobil – yang juga memiliki sifat kimia  bercampur. Campuran zat-zat itulah yang kemudian dalam waktu epat atau lambat bereaksi membentuk sifat destruktif.

Ilustrasi cuci mobil – dok.Motoris

Dampak minimal yang akan terjadi adalah munculnya jamur air yang wujudnya berupa bercak-bercak. Memang dari jarak jauh, jamur tersebut tidak terlihat, tetapi jika diamati dari jarak dekat akan terlihat dan membuat tampilan mobil tak indah lagi.

“Tetapi, untuk mencuci mobil yang baru terkena hujan tidak harus menggunakan shampo. Cukup dibilas dengan air bersih saja, hingga kotoran benar-benar luruh. Kemudian lap sampai kering,” saran Sapta.

Sepekan sekali
Selain cepat-cepat mencuci mobil setelah terkena guyuran hujan, Sapta juga menyarankan agar pemilik mobil rajin melakukan pencucian mobil meski tak terkena guyuran hujan sekali pun. Tujuannya, untuk perawatan.

“Kalau sering terkena hujan sebaiknya lebih sering lagi dicuci. Sedangkan untuk perawatan kondisi cat, meskipun mobil tak digunakan, sebaiknya seminggu sekali dicuci. Tetapi hindari menggunakan sabun (colek),” ungkap dia.

Sabun – terutama sabun colek – mengandung lemak karena berbahan dasar kinyak nabati atau minyak sawit. Sifat dari minyak adalah mengikat. Sehingga, jika mobil dicuci dengan sabun maka kotoran akan terikat menempel di bodi mobil.

Alhasil, tampilan mobil juga akan terlihat kusam. Bahkan, lama kelamaan, kotoran tersebut juga merusak susunan partikel cat.

Ilustrasi mencuci mobil – reviewonline.co.za

Hal lain yang perlu dicatat, jika sering mencuci mobil dalam sepekan, sebaiknya juga tidak selalu menggunakan shampo. Karena justeru bisa berefek buruk ke cat. Penggunaan shampo pun sebaiknya dipastikan tingkat PH-nya sesuai dan aman untuk digunakan. Untuk ini, sebaiknya ditanyakan ke ahli di bengkel resmi.

“Jadi sebaiknya dicuci sewajarnya saja, cukup dicuci dengan air saja, meskipun sesekali bisa menggunakan shampo. Kalau mobil sudah kotor jangan dibiarkan terlalu lama, karena kotoran tersebut lebih menempel dan akan sulit untuk dibersihkan,” imbuh Sapta.(Kpr)

CATEGORIES
TAGS
Share This