Catat, Mobil Bekas Banjir Kelihatan Aslinya Setelah 3 Bulan

Catat, Mobil Bekas Banjir Kelihatan Aslinya Setelah 3 Bulan
Ilustrasi mobil terendam banjir - dok.True Activist

Jakarta, Motoris – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di kawasan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek ) dan Banten di awal pergantian tahun 2019/2020 lalu telah membawa masalah baru di pasar mobil bekas. Banyak calon pembeli mobil seken itu merasa was-was dan diliputi rasa curiga ketika akan transaksi.

“Ya itu wajar juga sih. Karena semua orang kan enggak ingin mendapatkan barang jelek. Apalagi kalau merasa sudah kejeblos karena ketidaktahuan. Ini yang juga dialami oleh teman-teman di sini (pedagang mobil bekas di WTC Mangga Dua). Calon pembeli jadi ebih njelimet. Mereka tidak hanya memeriksa detil-detil bagian mobil, tetapi juga melihat surat-surat mobil untuk memastikan asal wilayah mobil itu. Setelah itu masih konfirmasi ke saudara atau temannya daerah yang bersangkutanm tanya banjir enggak,” papar Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Jakarta, Herjanto Kosasih saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (8/2/2020).

Pria yang akrab disapa Heri itu tak menampik kemungkinan di tempatnya juga “kesusupan” mobil bekas terlanda banjir. Namun, kata dia, sejauh ini belum ada komplain atau masalah baik dari pedagang penjual mobil maupun konsumennya.

“Kemungkinan ada. Tetapi, pedagang di sini kan sudah belasan atau puluhan tahun berdagang. Mereka sangat hafal ciri-ciri mobil bekas banjir. Sehingga, kalau pun dia mau menerima mobil seperti itu ya spekulasi. Memang untungnya gede juga sih. Tapi risikonya, akan dicap dan dihindari konsumen,” terang dia.

Proses pembersihan interior mobil yang terkena banjir di sebuah bengkel – dok.Motoris

Keuntungan yang diraup pedagang penampung mobil bekas banjir gede karena mobil yang terendam air itu harganya memang jatuh. Harganya – meskipun oleh pemilik sudah dibersihkan dan diservis – anjlok dibanding harga pasaran mobil bekas.

“Seperti Toyota Avanza dan mobil sekelasnya di Low MPV bisa anjlok 20%, Innova dan sejenis bahkan bisa 30%. Apalagi mobil-mobil kelas menengah atas bisa 40-50% dari harga pasaran. Karena semakin canggih teknologinya, kerusakannya juga akan susah dibetulin lagi seperti semula,” jelas Heri.

Bekas tak terlihat
Sedangkan risikonya besar, karena mobil-mobil bekas terkena banjir, ketika dogunakan oleh pembeli akan menunjukan kondisi aslinya yang rusak terkena banjir tiga bulan kemudian. Pernyataan serupa diungkapkan Mekanik Senior Bengkel Bandar Pelumas Motor, Cipondoh, Tangerang, Abdul Mukhlis.

“Karena setelah tiga bulan., mobil yang dipakai secara terus menerus, komponen-komponen yang digunakan sudah mengalami penurunan atau depresiasi fungsi. Jadi, ketika daya dukung komponen bawaan mobil yang tidak diganti setelah terkena banjir tidak maksimal. Akibatnya, watak asli mobil bekas banjir akan terlihat,” papar Mukhlis saat ditemui di Jalan Hasyim Asyari, Cipondoh, Tangerang, Sabtu (8/2/2020).

Beberapa bagian atau part mobil yang terkena banjir dibongkar untuk dibersihkan – dok.Motoris

Dia menyarankan agar calon pembeli mobil bekas mengajak orang yang paham benar soal mobil. Dan sebaiknya mengajak atau minimal bertanya kepada mekanik yang mengerti mesin dan sistem kelistrikan mobil maupun ahli detaling di salon mobil.

“Karena kalau kita lihat, sekarang ini pengerjaan mobil yang terkna banjir sangat rapi. Berkat dukungan peralatan dan bahan-bahan pembersih muai dari trim pintu, karpet, dashboard, jok, kaca, sampai kabel-kabel begitu canggih dan bagus kualitasnya. Sehingga mobil terkena banjir tidak terlihat bekasnya,” imbuh dia. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This